{"id":44325,"date":"2024-03-21T09:39:07","date_gmt":"2024-03-21T02:39:07","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44325"},"modified":"2024-03-21T09:39:07","modified_gmt":"2024-03-21T02:39:07","slug":"kamis-21-maret-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44325","title":{"rendered":"Kamis, 21 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 21 Maret 2024<br \/>\nYohanes 8:51 (Yoh 8:51-59)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.&#8221;<\/p>\n<p>Inilah janji Yesus akan hidup abadi bagi semua orang yang mengikutiNya. Tentu janji ini hanya bisa dipahami dalam konteks misteri Paskah Kristus yakni sengsara, wafat dan kebangkitanNya. Inilah jalan yang ditunjukkan Yesus untuk hidup abadi, jalan yang harus dilalui semua pengikut Yesus, Sang Jalan-Kebenaran dan Hidup kita.<br \/>\nOrang-orang Yahudi sangat sulit menangkap dan mengerti perkataan Yesus mengenai hidup abadi, karena mereka tidak mengimani Paskah Kristus. Mereka berkata bahwa para nabi telah mati demikian juga Abraham, bapa leluhur mereka. Maka mereka tidak dapat menerima bahwa orang yang mengikuti firman Yesus tidak akan mati untuk selamanya.<br \/>\nBersyukurlah kita yang hidup oleh janji Yesus, dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Perjalanan hidup kita menjadi begitu bermakna, karena kita tahu dari mana kita berasal dan ke mana kita akan pergi, mengikuti Yesus menuju Paskah Raya abadi.<br \/>\nSusah dan derita, sengsara dan salib menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup, agar kita bersandar pada penyelenggaraan Allah, mengalami kasih dan kebaikan Tuhan yang tak pernah membiarkan bergumul sendiri. Paskah Kristus menjadi cita-cita dan harapan kita untuk bangkit dan hidup selamanya bersama Kristus.<br \/>\nTeruslah berjalan bersama Yesus di masa prapaskah ini, dikuatkanlah selalu iman kita dan lihatlah betapa pengorbanan kita tidak sia-sia, upaya dan kerja kita menjadi mulia saat dipersembahkan selalu untuk kemuliaan Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat hari baru, Firman Tuhan menguatkan kita\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 21 Mar 2024<br \/>\nKamis Prapaskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 8:51-59<br \/>\n***************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 95:8ab<br \/>\nJanganlah keraskan hatimu, tetapi dengarkan suara Tuhan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 8:51-59<br \/>\nAbraham bapamu bersukacita, bahwa ia akan melihat hari-Ku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi,<br \/>\n&#8220;Aku Berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, barangsiapa menuruti firman-Ku,<br \/>\nia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.&#8221;<\/p>\n<p>Kata orang-orang Yahudi kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan.<br \/>\nSebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi,<br \/>\nnamun Engkau berkata:<br \/>\nBarangsiapa menuruti firman-Ku,<br \/>\nia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.<br \/>\nAdakah Engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham,<br \/>\nyang telah mati!<br \/>\nNabi-nabi pun telah mati!<br \/>\nDengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?&#8221;<\/p>\n<p>Jawab Yesus, &#8220;Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri,<br \/>\nmaka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya.<br \/>\nBapa-Kulah yang memuliakan Aku.<br \/>\nTentang Dia kamu berkata: Dia adalah Allah kami,<br \/>\npadahal kamu tidak mengenal Dia.<br \/>\nSebaliknya, Aku mengenal Dia,<br \/>\ndan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia,<br \/>\nmaka Aku adalah pendosa, sama seperti kamu.<br \/>\nTetapi Aku mengenal Dia, dan Aku menuruti firman-Nya.<br \/>\nAbraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku;<br \/>\nia telah melihatnya dan ia bersukacita.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun<br \/>\ndan Engkau telah melihat Abraham?&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.&#8221;<br \/>\nLalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia;<br \/>\ntetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************************************<\/p>\n<p>TUHAN SETIA PADA JANJI DAN PERJANJIANNYA<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Kamis, 21 Maret 2024<br \/>\nMinggu Prapaskah V\/B<\/p>\n<p>Yoh. 8:51-59: Yesus sudah ada sebelum Abraham<\/p>\n<p>Kedua bacaan suci hari ini (Kej. 17:3-9 dan Yoh. 8:51-59) menyinggung tentang Abraham dan JANJI TUHAN ALLAH, PERJANJIAN antara ALLAH DAN ABRAHAM (janji yg benar, bukan palsu, hoaks).<\/p>\n<p>Kepada Abraham (sy, anda) DIJANJIKAN oleh Allah Bapa BERKAT, KETURUNAN, TANAH\/NEGERI YG SUBUR. Diminta spy umat Israel setia pada janji, setia kp Allah.<br \/>\nKepada Yesus, Abraham Baru, yg sudah ada sebelum Abraham ada, DIJANJIKAN oleh Allah Bapa yg sama BERKAT, KETURUNAN, TANAH\/NEGERI YG SUBUR. Dalam bahasa Injilnya dijanjikan KEHIDUPAN KEKAL, hidup yg selalu DEKAT DAN BERSATU DENGAN TUHAN, hidup yg selalu SETIA mendengarkan dan melaksanakan kehendak Tuhan, setia pada janji. &#8220;Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa MENURUTI FIRMANKU, ia tidak akan mengalami MAUT sampai selama2nya (ia akan mengalami hidup kekal)&#8221; kata Yesus kp org2 Yahudi, saya,anda (Yoh. 8:51).<\/p>\n<p>Penting di sini umat Israel, org Yahudi, sy, anda keturunan Abraham lama, dan Abraham Baru, pengikut Yesus, SETIA PADA JANJI DAN PERJANJIAN.<\/p>\n<p>Ketika perjanjian luhur dan suci dilanggar, maka hampir pasti kehidupan saya, anda di mana dan kapan saja, termasuk kehidupan dlm keluarga sy, anda AKAN MENJADI HANCUR, BERANTAKAN.<br \/>\nSuasana sangat berbeda ketika saya, anda bertemu dg keluarga, suami isteri, anak2 yang SETIA PADA JANJI, yg rukun, setia satu sama lain, tekun berdoa dan aktip beribadat (ke gereja, kapela, tempat ibadat), rajin bekerja. Semua terasa baik dan indah, teratur rapi, penuh harapan, penuh sukacita, kegembiraan, kebahagiaan. Hidup betul2 dinikmati, menyenangkan.<br \/>\nDari kesetiaan pada janji dan perjanjian yg telah diamini bersama akan TERPANCAR atau MUNCUL ENERGI ALLAH, KEKUATAN ILAHI yg menakjubkan: &#8220;berkat, keturunan, tanah yg subur&#8221;.<br \/>\nKesetiaan Abraham pada Janji dg Allah menghasilkan hal2 yg luar biasa:menjadi Bapa Bangsa, keturunan banyak spt bintang di langit dan pasir di pantai.<br \/>\nKesetiaan Yesus pada janji melakukan kehendak Bapa di Surga membuat segala sesuatu yg dilakukanNya menjadi INDAH. &#8220;BapaKu lah yg MEMULIAKAN AKU&#8221; (Yoh. 8:54).<br \/>\nKesetiaanku, mu pada Tuhan akan menghasilkan RAHMAT, BERKAT, Keturunan, &#8220;tanah yg subur penuh susu dan madu&#8221;.<\/p>\n<p>Selamat Setia Janji dan setia pada perjanjian dg Tuhan. Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya,anda sekalian yang setia pada janji dan perjanjian dengan\u00a0Tuhan.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 21 Maret 2024 Yohanes 8:51 (Yoh 8:51-59) \u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.&#8221; Inilah janji Yesus akan hidup abadi bagi semua orang yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-44325","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=44325"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44326,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44325\/revisions\/44326"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=44325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=44325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=44325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}