{"id":44197,"date":"2024-03-19T13:36:39","date_gmt":"2024-03-19T06:36:39","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44197"},"modified":"2024-03-19T13:36:39","modified_gmt":"2024-03-19T06:36:39","slug":"selasa-19-maret-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44197","title":{"rendered":"Selasa, 19 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 19 Maret 2024<br \/>\nHari Raya St Yosep Suami St Maria<br \/>\nMatius 1:20 (Mat 1:16.18-21.24)<br \/>\nTetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: &#8220;Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.\u201d<\/p>\n<p>Kisah yang diceritakan dalam Injil mengenai Yosep dan Maria sangatlah singkat. Tapi cuplikan-cuplikan kisah mereka, membawa pesan-pesan Firman Allah yang sangat dalam maknanya karena keterkaitan mereka dengan Yesus, yang menjadi pesan utama dalam Alkitab.<br \/>\nAllah untuk mengutus PuteraNya menjadi manusia dengan melibatkan Yosep dan Maria untuk menjadi bapa pengasuh dan ibu dari Yesus. Konsekwensinya, pergumulan Yosep dan Maria sebagai anak-anak manusia, nampak nyata dalam pengambilan keputusan pikiran dan hati nurani mereka. Termasuk segala kecemasan dan kekhawatiran yang ada dalam diri Yosep maupun Maria. Namun Allah tak pernah membiarkan manusia bergumul sendiri.<br \/>\nYosep mencemaskan Maria jangan sampai ia dijatuhi hukuman mati karena telah mengandung sebelum menikah. Ketulusan cintanya di satu pihak dan kegalauannya untuk melanjutkan relasinya dengan Maria, menjadi kepedulian Allah. Malaikat Tuhan hadir dalam mimpi memberi jaminan baginya untuk tidak takut menikah dengan Maria. Yosep yang tulus hati percaya akan janji Tuhan, sebagaimana halnya Maria.<br \/>\nPergumulan Yosep dan Maria adalah juga pergumulan kita. Terutama dalam mengambil keputusan entah mengikuti keinginan diri sendiri atau kehendak Allah? Kita tak perlu takut bila dekat dengan Allah, dan berserah sepenuhnya pada kasih karunia Allah. Kita pasti dituntunNya, diberkati dan dikuatkan. Dalam 2 Kor 12:9, Allah berjanji: &#8220;Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.&#8221;<br \/>\n\u201dSt Yosep dan St Maria, doakanlah kami dari surga agar setia dan taat pada Yesus Tuhan kami, Firman Allah yang telah menjadi manusia dan tinggal bersama kami. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari raya. Firman Tuhan selalu menuntun kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 19 Mar 2024<br \/>\nSelasa Prapaskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 84:5<br \/>\nBacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a<br \/>\n***************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 84:5<br \/>\nBerbahagialah orang yang diam di rumah-Mu,<br \/>\nyang memuji-muji Engkau tanpa henti.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 1:16.18-21.24a<br \/>\nYusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Menurut silsilah Yesus Kristus,<br \/>\nYakub memperanakkan Yusuf, suami Maria,<br \/>\nyang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.<br \/>\nSebelum Kristus lahir,<br \/>\nMaria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf.<br \/>\nsebelum mereka hidup sebagai suami isteri.<\/p>\n<p>Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati,<br \/>\ndan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum,<br \/>\nia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.<\/p>\n<p>Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu,<br \/>\nmalaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata,<br \/>\n&#8220;Yusuf, anak Daud,<br \/>\njanganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu,<br \/>\nsebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.<br \/>\nMaria akan melahirkan anak laki-laki,<br \/>\ndan engkau akan menamakan Dia Yesus,<br \/>\nkarena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya<br \/>\ndari dosa mereka.&#8221;<br \/>\nSesudah bangun dari tidurnya,<br \/>\nYusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu<br \/>\nkepadanya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cSesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.\u201d (Mat 1: 24)<\/p>\n<p>Bagaimana narasi tentang kelahiran Yesus dan peran Santo Yusuf di dalamnya punya makna bagi kehidupan kita saat ini? Ini adalah sesuatu yang harus kita renungkan hari ini saat kita merayakan Hari Raya Santo Yusuf.<\/p>\n<p>Ini adalah kisah tentang seorang yang sedang berada dalam krisis. Dihadapkan pada suatu peristiwa yang tidak terduga, Yusuf harus membuat pilihan. Aturan komunitas imannya menuntut tanggapan khusus darinya. Sebagai orang yang taat hukum agama, dia harus menyerahkan tunangannya pada hukuman sesuai aturan agamanya. Ini adalah masalah hidup dan mati bagi Maria. Tetapi sebagai seorang yang tulus hati, ia tidak ingin menjatuhkan reputasi Maria sehingga ia berencana menceraikannya secara diam-diam. Namun Tuhan mengundang Yusuf ke dalam kehidupan yang melampaui aturan-aturan agamanya serta rencana pribadinya. Panggilan Tuhan membebaskannya untuk mengikuti bisikan Roh Kudus.<\/p>\n<p>Gereja menghormati Santo Yusuf hari ini karena, pada saat yang paling penting, ia melihat melampaui aturan-aturan serta merangkul belas kasih dan kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus yang ditawarkan Allah kepadanya. Kita harus melakukan hal yang sama. Santo Yusuf mengajarkan kepada kita sebuah tanda yang sangat indah dari panggilan Kristiani: menjaga kehidupan, melindungi kehidupan orang lain dan kehidupan Gereja.<\/p>\n<p>&#8220;Mencintai dan menjaga Gereja, dan berjalan bersama Gereja. Gereja adalah kita semua, semua orang, dan ini adalah panggilan kita untuk saling menjaga satu sama lain di peziarahan kita.\u201d Paus Fransiskus, dalam katekese tentang Santo Yusuf, menjelaskan bahwa &#8220;Bagaimanapun juga, Tuhan sendiri berpaling kepada Yusuf dan mempercayakan kepadanya apa yang paling berharga bagi-Nya: Yesus dan Maria. Marilah kita mempercayakan diri kita sendiri, keluarga kita dan Gereja kita kepadanya. Marilah kita putuskan hari ini untuk &#8220;Berpaling kepada Yusuf!&#8221;<\/p>\n<p>Santo Yusuf penjaga kehidupan dan pelindung Gereja, doakan kami dan bantulah kami untuk merangkul belas kasih dan kehidupan penuh Roh Kudus. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Raya Santo Yusuf. Tulus dan benar seperti Yusuf! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"1LwBKcbNHv\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/berpalinglah-kepada-yusuf\/\">BERPALINGLAH KEPADA YUSUF<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;BERPALINGLAH KEPADA YUSUF&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/berpalinglah-kepada-yusuf\/embed\/#?secret=JECdhtxCAD#?secret=1LwBKcbNHv\" data-secret=\"1LwBKcbNHv\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 19 Maret 2024 Hari Raya St Yosep Suami St Maria Matius 1:20 (Mat 1:16.18-21.24) Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: &#8220;Yusuf, anak Daud,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-44197","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=44197"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44198,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44197\/revisions\/44198"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=44197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=44197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=44197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}