{"id":44090,"date":"2024-03-17T11:58:27","date_gmt":"2024-03-17T04:58:27","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44090"},"modified":"2024-03-17T11:58:27","modified_gmt":"2024-03-17T04:58:27","slug":"minggu-17-maret-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=44090","title":{"rendered":"Minggu, 17 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 17 Maret 2024<br \/>\nMinggu Prapaskah V<br \/>\nYohanes 12: 24 (Yoh 12:20-33)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.\u201d<\/p>\n<p>Yesus berbicara mengenai kematianNya bukan sebagai sebuah tragedi kehidupan, atau malapetaka yang tak terhindarkan, tapi sebagai saat di mana Anak Manusia dimuliakan.<br \/>\nDengan kematianNya, Yesus menang atas dosa dan maut, dan menggantinya dengan kehidupan baru yang mulia bersama Bapa di Surga.<br \/>\nDengan sangat indah Yesus mengumpamakan saat kematianNya seperti biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, lalu memberi kehidupan baru dan menghasilkan banyak buah. Kematian menjadi jalan pemuliaan, karena dari sanalah hidup baru bersemi.<br \/>\nOleh kematian, hidup bukannya dilenyapkan tapi diubah menjadi hidup baru dalam kemuliaan Allah. Demikianlah hidup kita menjadi begitu berarti saat kita baktikan seutuhnya untuk melayani Tuhan dan sesama semasa hidup. Kita tidak menyayangkan nyawa hanya untuk kepentingan sendiri, tapi rela kehilangan egoisme dan cinta diri, melepas semua yang menghalangi kita untuk dekat dengan Tuhan dan hidup semata bagi rencana dan pekerjaan Tuhan yakni mencintai Tuhan dan sesama dengan sepenuh hati.<br \/>\nBiarlah mahkota hidup abadi menjadi kerinduan hati kita, dengan tak henti menabur kebaikan dan cinta kasih. Saat Tuhan memanggil, kita siap menjadi benih yang jatuh ke tanah demi hidup baru di surga.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu, Tuhan Yesus memberkati kita\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 17 Mar 2024<br \/>\nMinggu Prapaskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 12:26<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 12:26<br \/>\n**************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 12:26<br \/>\nBarangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku, sabda Tuhan.<br \/>\nDi mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 12:20-33<br \/>\nJikalau biji gandum jatuh ke dalam tanah dan mati,<br \/>\nia akan menghasilkan banyak buah.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Di antara orang-orang yang datang ke Yerusalem<br \/>\nuntuk merayakan Paskah<br \/>\nterdapat beberapa orang Yunani.<br \/>\nOrang-orang itu pergi kepada Filipus,<br \/>\nyang berasal dari Betsaida di Galilea,<br \/>\nlalu berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.&#8221;<br \/>\nFilipus pergi memberitahukannya kepada Andreas,<br \/>\ndan berdua mereka menyampaikannya pula kepada Yesus.<\/p>\n<p>Kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Telah tiba saatnya Putra Manusia dimuliakan.<br \/>\nSesungguhnya Aku berkata kepadamu:<br \/>\njika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati,<br \/>\nia tetap satu biji saja.<br \/>\nTetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah.<br \/>\nSiapa saja yang mencintai nyawanya,<br \/>\nia akan kehilangan nyawanya.<br \/>\nTetapi siapa saja yang membenci nyawanya di dunia ini,<br \/>\nia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.<br \/>\nSiapa saja yang melayani Aku, ia harus mengikuti Aku,<br \/>\ndan di mana Aku berada,<br \/>\ndi situ pun pelayan-Ku akan berada.<br \/>\nSiapa saja yang melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.<\/p>\n<p>Sekarang jiwa-Ku terharu,<br \/>\ndan apakah yang akan Kukatakan?<br \/>\nBapa, selamatkanlah Aku dari saat ini?<br \/>\nTidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.<br \/>\nBapa, muliakanlah nama-Mu!&#8221;<\/p>\n<p>Lalu terdengarlah suara dari surga,<br \/>\n&#8220;Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!&#8221;<br \/>\nOrang banyak yang berdiri di situ dan mendengarnya<br \/>\nberkata bahwa itu bunyi guntur.<br \/>\nAda pula yang berkata,<br \/>\n&#8220;Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.&#8221;<br \/>\nJawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku,<br \/>\nmelainkan oleh karena kamu.<br \/>\nSekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini.<br \/>\nSekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar.<br \/>\nDan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi,<br \/>\nAku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.&#8221;<br \/>\nIni dikatakan Yesus<br \/>\nuntuk menyatakan bagaimana caranya Dia akan mati.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>**&#8221;&#8221;&#8221;*******<\/p>\n<p>INTISARI INJIL DARI KOTA KENINGAU &#8211; SABAH, MALAYSIA<br \/>\nMINGGU, 17 MARET 2024<br \/>\nHARI MINGGU PRAPASKAH V<br \/>\nInjil : Yoh. 12 : 20 &#8211; 33<\/p>\n<p>PENGIKUT YESUS YANG HIDUP SEPERTI YUDAS<\/p>\n<p>Demi cinta-Nya untuk menyelamatkan saudara dan aku maka Yesus rela mati untuk kita agar kita saling menghidupi. Apa yang dilakukan oleh Yesus itulah yang disebut pengorbanan. Yesus berkata:\u201dBarangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya k untuk hidup yang kekal.\u201d<\/p>\n<p>Beberapa pokok permenungan pada Minggu V Prapaskah ini, yakni:<\/p>\n<p>1) Demi cinta-Nya untuk menyelamatkan manusia, maka Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya dan mati di kayu salib;<\/p>\n<p>2) Yesus mati agar kita hidup. Kita hidup bukan untuk saling mematikan, melainkan saling menghidupi;<\/p>\n<p>3) Pengorbanan adalah wujud dari cinta seorang pencinta sejati. Sebaliknya tanpa pengorbanan maka pasti cintamu bersyarat;<\/p>\n<p>4) Ada banyak orang menjadi pengikut Yesus tapi hidup seperti Yudas yang menjual dan mengkhianati Yesus;<\/p>\n<p>5) Jika kita tetap percaya kepada Yesus dan mau hidup Kudus maka surga adalah hadiah yang akan kita terima;<\/p>\n<p>6) Tetap percaya bahwa hanya Yesus yang sanggup menyelamatkan kita.<\/p>\n<p>Akhirnya ingatlah bahwa Yesus sedang menantimu di Misa Kudus dan ibadat Sabda di hari ini.<\/p>\n<p>Terimalah berkat dariku: Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin<\/p>\n<p>Selamat berhari Minggu untuk para sahabat<br \/>\n( Mgr.\u00a0INNO\u00a0NGUTRA\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 17 Maret 2024 Minggu Prapaskah V Yohanes 12: 24 (Yoh 12:20-33) \u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-44090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=44090"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44090\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44091,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44090\/revisions\/44091"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=44090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=44090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=44090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}