{"id":43998,"date":"2024-03-16T09:15:32","date_gmt":"2024-03-16T02:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43998"},"modified":"2024-03-16T09:15:33","modified_gmt":"2024-03-16T02:15:33","slug":"sabtu-16-maret-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43998","title":{"rendered":"Sabtu, 16 Maret 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Mazmur 17:5-7\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rintihan maut membisingkan telingaku, jeritan neraka menegakkan bulu romaku. \u2063&nbsp;Terhimpit aku berteriak kepada Tuhan, dan dari bait-Nya yang suci la mendengarkan seruanku.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertentangan sekitar pribadi Kristus semakin berkembang. Dari Perjanjian Lama, kita dengar nubuat tentang Mesias yang akan datang, yang bagaikan domba tak berdaya akan dibantai, atau bagaikan pohon besar yang sedang kuat-kuatnya akan ditebang. Namun, di ufuk tampak terang. Seorang yang tidak didorong oleh prasangka dan tradisi melihat suatu keunggulan pada nabi dari Galilea. \u201cTidak pernah seorang pun berbicara seperti orang itu!\u201d\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahamurah hati, bimbinglah kiranya hati kami, sebab kami sadar bahwa tanpa Engkau kami tak dapat hidup baik. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ..\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pengharapan, barangsiapa berharap pada-Mu takkan dipermalukan. Kami mohon, semoga kami dapat mengerti, bahwa dalam penderitaan dan penghinaan, Engkau tetaplah Allah kami, yang murah hati dan setia akan janji-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 11:18-20<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nabi berkata, \u201cTuhan memberitahukan ancaman-ancaman yang dirancang orang terhadapku; maka aku mengetahuinya. Pada waktu itu Engkau, ya Tuhan, memperlihatkan ancaman mereka kepadaku. Dulunya aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih; aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku dengan berkata, \u201cMarilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!\u201d Tetapi, Tuhan semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 7:2-3.9b-10.11-12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku, dan lepaskanlah aku, supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.<\/li>\n\n\n\n<li>Hakimilah aku, Tuhan, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas. Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.<\/li>\n\n\n\n<li>Perisaiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><br>S : (Luk 8:15)&nbsp;<em>Orang yang mendengarkan firman Tuhan, dan menyimpannya dalam hati yang baik, akan menghasilkan buah dalam ketekunan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 7:40-53<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cApakah Engkau juga orang Galilea?\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus mengajar di Yerusalem. Beberapa di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan Yesus, berkata, \u201cDia ini benar-benar nabi yang akan datang.\u201d Yang lain berkata, \u201cIa ini Mesias.\u201d Tetapi yang lain lagi berkata, \u201cBukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.\u201d Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Yesus. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka ketika penjaga-penjaga yang ditugaskan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi pergi kepada imam-imam kepala, orang-orang Farisi berkata kepada mereka, \u201cMengapa kamu tidak membawa-Nya?\u201d Jawab penjaga-penjaga itu, \u201cBelum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!\u201d Jawab orang Farisi itu kepada mereka, \u201cAdakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Orang banyak itu tidak mengenal hukum Taurat! Terkutuklah mereka!\u201d Nikodemus, seorang dari mereka yang dahulu telah datang kepada Yesus, berkata kepada mereka, \u201cApakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar, dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?\u201d Jawab mereka, \u201cApakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci, dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.\u201d Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari antara sekian banyak orang yang ada dalam perikopa Injil hari ini, ada segelintir orang yang berpihak pada Yesus. Yesus dari Nazareth pada kesempatan ini menjadi topik pembicaraan yang menegangkan diantara mereka sendiri, bahkan pendapat dan kelompok mereka menjadi terbelah. Tidak ada juga dalam perikopa ini satupun ajaran atau kata-kata Yesus. Betul-betul perikopa ini absen dari tokoh utama, yakni Yesus sendiri. Konflik antara para pemuka agama Yahudi dengan Yesus semakin memuncak. Sikap mereka menjadi semakin jelas. Pada akhir perikopa, penginjil secara jelas mengatakan \u201clalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dimengerti secara harafiah, rumah adalah sebuah bangunan dimana kita hidup dan tinggal bersama anggota keluarga. Di dalam rumah sendiri seseorang bisa menjadi dirinya sendiri, tapa malu dilihat orang lain, apa yang dikerjakan tertutup bagi orang di luar rumahnya. Di dalam rumah seseorang hidup dengan orang-orang yang dekat dengannya, dalam banyak hal memiliki pemikiran yang kurang lebih sealiran.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dimengerti secara metaphor, \u2018pulang masing-masing ke rumahnya\u2019 bisa dipahami bahwa orang-orang yang beda pendapat itu berkumpul dalam kelompoknya masing-masing. Bisa juga penginjil mau mengatakan bahwa masing-masing orang merenungkan dirinya sendiri, masuk dalam pemikiran masing-masing, hendak mengikuti pendapat yang mana. Yang membela Yesus punya kelompok sendiri, yang membenci Yesus juga punya kelompok sendiri. Dari situlah mulai jelas siapa lawan siapa kawan, jelas pula apa rencana dan tindakan selanjutnya. Dari sinilah peristiwa Golgota semakin mendekat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yang jelas, Nikodemus dan beberapa orang yang \u2018membela\u2019 Yesus memiliki pengalaman pribadi berjumpa dengan-Nya. Perjumpaan itu membuka hati mereka untuk mendengarkan yang baik. Sementara kelompok yang lain juga mendengar dan berjumpa, namun tidak membuka diri. Itulah rumah mereka masing-masing. Ada yang hatinya terbuka, namun ada juga yang hatinya tertutup dan diliputi prasangka buruk dan fanatisme semu kelompok.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagi kita, mengalami perbedaan pendapat, berdebat, bahkan berbeda kelompok adalah sebuah kenyataan yang lumrah ketika menghadapi sebuah realita kehidupan. Jika kita tidak hati-hati, Kitab Suci bisa dijadikan sebagai pembenaran fanatisme semu agama. Dengan mudah orang akan mengutip Kitab Suci untuk membenarkan tindakan jahatnya. Alih-alih untuk menyelamatkan orang, ayat Kitab Suci justru dijadikan sebagai alat penghancuran orang lain. Jangan sampai ayat Kitab Suci justru menjadikan orang lain sebagai korban dari&nbsp; sentiman pribadi kita. Ayat Kitab Suci adalah cermin yang efektif untuk melihat diri kita masing-masing.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jangan takut untuk selalu membela kebenaran, meskipun hanya termasuk dari segelintir orang. Rahmat Allah selalu kita perlukan untuk ini, supaya \u2018rumah\u2019 kita dipenuhi dengan kualitas-kualitas ilahi yang mampu memilih kasih, iman, dan pengharapan. Jangan biarkan rumah kita dipenuhi dengan hasutan fanatisme sempit yang lebih senang mengobarkan orang lain yang dianggap buruk.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN\u2063 PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa Yang Mahamurah hati, semoga persembahan ini mendamaikan hati-Mu. Dan sudilah mendorong dan mengarahkan niat kami, meskipun kami berkeras kepala. Kabulkanlah doa kami. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU:\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha penyayang, semoga kami bersedia mengikuti Hamba-Mu yang menderita, setiap kali kami makan roti dan minum dari piala ini. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 I Petrus 1:19\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kita telah ditebus dengan darah Kristus darah Anak Domba yang tak bernoda. yang mulia,\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahakudus, semoga perjamuan suci ini memurnikan kami, sehingga berkat kekuatannya kami hidup jujur dan saleh. Demi Kristus, \u2026\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, sengsara dan penghinaan Kaujadikan lambang cinta kasih-Mu kepada kami. Kami mohon, semoga hati kami terbuka dan bersedia menerima Utusan-Mu, serta berusaha agar dapat hidup menyerupai Dia. Sebab Dialah \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Resi-Sabtu-16-Maret-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3\">Resi-Sabtu 16 Maret 2024 oleh Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Dehon House Manila \u2013 Philipina<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/03\/15\/sabtu-16-maret-2024-hari-biasa-pekan-iv-prapaskah\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=43998-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6333\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-43998-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Resi-Sabtu-16-Maret-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Resi-Sabtu-16-Maret-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Resi-Sabtu-16-Maret-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Resi-Sabtu-16-Maret-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=43998-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Resi-Sabtu-16-Maret-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Sabtu-16-Maret-2024-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Dehon-House-Manila-Philipina.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Mazmur 17:5-7\u2063 Rintihan maut membisingkan telingaku, jeritan neraka menegakkan bulu romaku. \u2063&nbsp;Terhimpit aku berteriak kepada Tuhan, dan dari bait-Nya yang suci la mendengarkan seruanku.\u2063\u2063 PENGANTAR:\u2063 Pertentangan sekitar pribadi Kristus semakin berkembang.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-43998","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43998","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43998"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43998\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44000,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43998\/revisions\/44000"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43998"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43998"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43998"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}