{"id":43760,"date":"2024-03-12T11:02:33","date_gmt":"2024-03-12T04:02:33","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43760"},"modified":"2024-03-12T11:02:33","modified_gmt":"2024-03-12T04:02:33","slug":"selasa-12-maret-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43760","title":{"rendered":"Selasa, 12 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 12 Maret 2024<br \/>\nYohanes 5:7-8 (Yoh 5:1-16)<br \/>\nKetika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: &#8220;Maukah engkau sembuh? Jawab orang sakit itu kepada-Nya: &#8220;Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.&#8221;<\/p>\n<p>Diceritakan Yohanes bahwa si lumpuh sudah 38 tahun berada di tepi kolam Betesda di Yerusalem, tapi tak pernah mendapatkan kesempatan untuk menjadi yang pertama masuk ke kolam itu ketika Malaikat Tuhan datang menggoncangkan air kolam itu. Malangnya, tak seorangpun mau membantunya. Jadi bukan hanya fisiknya yang sakit, tapi juga batinnya karena tak ada orang yang peduli padanya.<br \/>\nBukan kebetulan Yesus pergi ke kolam itu. Ia telah mendengar jeritan hati si sakit. Yesus selalu peduli dan Ia pasti bertindak. Tak perlu si sakit masuk ke kolam, Sabda Yesus cukup untuk memulihkan hidupnya. Orang itupun sembuh!<br \/>\nYesus adalah Allah yang mengerti semua persoalan yang kita hadapi. Ia mengerti pergumulan hidup kita, fisik maupun batin. Yesus selalu datang menemani kita dan menawarkan pertolongan. Ia tidak membiarkan kita menjalaninya sendirian. Ia selalu ada untuk kita, ikut memikul beban salib kita.<br \/>\nOrang lain bisa saja tidak peduli. Bahkan pergi meninggalkan. Tapi tidak untuk Yesus. SabdaNya selalu menguatkan kita saat Ia berkata: \u201cTenanglah! Aku ini, jangan takut.!\u201d (Mat 14:27). Mari menyadari kehadiran Yesus di tengah kita.<\/p>\n<p>Syukur atas hari baru. Kita tak sendirian, Yesus menyertai kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Mar 2024<br \/>\nSelasa Prapaskah IV<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 51:12a.14a<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 5:1-3a.5-16<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 51:12a.14a<br \/>\nCiptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,<br \/>\nberilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 5:1-3a.5-16<br \/>\nOrang itu disembuhkan seketika.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem.<br \/>\nDi Yerusalem, dekat Pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam,<br \/>\nyang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda;<br \/>\nserambinya ada lima,<br \/>\ndan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit.<\/p>\n<p>Ada di situ<br \/>\nseorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.<br \/>\nKetika Yesus melihat orang itu berbaring di sana,<br \/>\ndan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu,<br \/>\nberkatalah Ia kepadanya, &#8220;Maukah engkau sembuh?&#8221;<br \/>\nJawab orang sakit itu kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu,<br \/>\napabila airnya mulai goncang;<br \/>\ndan sementara aku sendiri menuju kolam itu,<br \/>\norang lain sudah turun mendahului aku.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.&#8221;<br \/>\nDan pada saat itu juga sembuhlah orang itu,<br \/>\nlalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.<\/p>\n<p>Tetapi hari itu hari Sabat.<br \/>\nKarena itu orang-orang Yahudi berkata<br \/>\nkepada orang yang baru sembuh itu,<br \/>\n&#8220;Hari ini hari Sabat,<br \/>\ndan tidak boleh engkau memikul tilammu.&#8221;<br \/>\nAkan tetapi ia menjawab mereka,<br \/>\n&#8220;Orang yang telah menyembuhkan aku,<br \/>\ndia yang mengatakan kepadaku:<br \/>\nAngkatlah tilammu dan berjalanlah.&#8221;<br \/>\nMereka bertanya kepadanya,<br \/>\n&#8220;Siapakah orang itu yang berkata kepadamu:<br \/>\nAngkatlah tilammu dan berjalanlah?&#8221;<br \/>\nTetapi orang yang baru sembuh itu<br \/>\ntidak tahu siapa orang itu,<br \/>\nsebab Yesus telah menghilang<br \/>\nke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.<br \/>\nKemudian ketika bertemu dengan dia dalam Bait Allah,<br \/>\nYesus berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi,<br \/>\nsupaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.&#8221;<br \/>\nOrang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi,<br \/>\nbahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.<br \/>\nDan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus,<br \/>\nkarena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>***************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>&#8220;Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.\u201d [Yoh 5: 8]<\/p>\n<p>Adakah sesuatu yang menghalangi kita untuk mengalami kuasa penyembuhan dan kasih karunia Tuhan yang mengubahkan? Nabi Yehezkiel diberi penglihatan tentang sungai-sungai air hidup yang mengalir dari takhta surgawi Allah. Air hidup yang mengalir dari bait suci dan menyelimuti manusia ini dimaksudkan untuk membawa kesembuhan dan pemulihan bagi umat-Nya, dan membantu mereka menjalani hidup yang penuh sukacita dan damai dengan Tuhan.<\/p>\n<p>Berabad-abad kemudian, melalui Yesus, Allah melanjutkan karya penyembuhan dan pemulihan bagi umat-Nya. Yohanes menceritakan dalam Injilnya tentang kesembuhan ajaib dari seorang terbaring lumpuh selama 38 tahun di tepi kolam Betesda.<\/p>\n<p>&#8220;Maukah engkau sembuh?&#8221; Orang lumpuh itu tidak meminta untuk disembuhkan oleh Yesus, walau ia merindukan kesembuhan; mungkin dia bahkan tidak tahu siapa Yesus. Itu adalah murni inisiatif Yesus untuk mendekatinya dan menawarkan pertolongan. Keluhannya adalah bahwa ia tidak memiliki seorang pun yang dapat menolongnya, tetapi Tuhan menolongnya dari penderitaannya.<\/p>\n<p>Yesus mendekati setiap orang dengan pertanyaan yang sama, &#8220;Maukah engkau sembuh \u2013 maukah engkau diampuni, dibebaskan dari dosa, dari kemarahan yang tidak terkendali dan nafsu yang tidak teratur, serta dari keinginan dan kecanduan yang menyakitkan.&#8221; Langkah penting pertama menuju kebebasan dan kesembuhan adalah keinginan untuk berubah. Harus ada kemauan untuk bangkit, meninggalkan tilam puas diri, kemapanan dan dosa yang memperbudak kita, kemudian berjalan bersama Yesus. Ia tidak akan menolak siapa pun yang dengan tulus memohon pengampunan, belas kasihan, dan kesembuhan.<\/p>\n<p>Dengarlah suara-Nya: &#8220;Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah!\u201d<\/p>\n<p>Tuhan, beri kami rahmat agar terbebas dari kemapanan dan dosa. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Mari bangkit tinggalkan dosa dan berjalan bersama Yesus. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"ZMklvQo72O\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/bangunlah-dan-berjalanlah\/\">BANGUNLAH DAN BERJALANLAH!<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;BANGUNLAH DAN BERJALANLAH!&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/bangunlah-dan-berjalanlah\/embed\/#?secret=pvz8sBLKHr#?secret=ZMklvQo72O\" data-secret=\"ZMklvQo72O\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 12 Maret 2024 Yohanes 5:7-8 (Yoh 5:1-16) Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: &#8220;Maukah engkau&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-43760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43760"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43760\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43761,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43760\/revisions\/43761"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}