{"id":43723,"date":"2024-03-11T11:50:52","date_gmt":"2024-03-11T04:50:52","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43723"},"modified":"2024-03-11T11:50:52","modified_gmt":"2024-03-11T04:50:52","slug":"senin-11-maret-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43723","title":{"rendered":"Senin, 11 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 11 Maret 2024<br \/>\nYohanes 4:49-50 (Yoh 4:43-54)<br \/>\nPegawai istana itu berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah, anakmu hidup!&#8221; Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.<\/p>\n<p>Pegawai istana dalam kisah Injil ini, setinggi apapun jabatannya, tetaplah seorang ayah yang sangat mencintai anaknya. Ia-pun berjalan kaki sejauh 37 km dari Kapernaum ke Kana, tempat Yesus berada pada waktu itu. Cinta selalu menemukan jalan.<br \/>\nBetapapun jauh dan berat tantangannya, ia berjalan mencari Yesus. Melihat cinta dan kesungguhan hati si Pegawai istana, Yesus-pun menolong anaknya dan menyembuhkan dia. Tapi kali ini, Yesus menunjukkan ke-Allah-annya hanya dengan bersabda. Yesus tidak perlu pergi ke Kapernaum karena kuasa SabdaNya melampaui ruang dan waktu. Seketika itu juga anak itu sembuh.<br \/>\nWaktu itu tidak ada hp atau alat komunikasi jarak jauh untuk mengkonfirmasi bahwa anak itu sembuh. Si Pegawai istana percaya apa yang dikatakan Yesus. Tak perlu menunggu kepastian, iapun pulang. Nampaknya butuh lebih dari sehari untuk berjalan pulang. Iapun mendapat kabar gembira dari para hambanya bahwa anaknya sembuh, pada jam yang sama ketika Yesus sehari sebelumnya bersabda, \u201cpergilah, anakmu hidup!\u201d<br \/>\nKabar gembira Injil ini berlaku sepanjang masa. Jadi selalu ada alasan bagi kita untuk datang pada Yesus membawa orang-orang yang kita cintai dan semua kerinduan hati kita kepada dalam doa. Yohanes berkata, \u201c\u2018Kita telah mengenal dan percaya akan kasih Allah pada kita. (1 Yoh 4:16).<br \/>\nDalam Yesus kasih Allah menjadi nyata. PenjelmaanNya, hidup dan karyaNya, derita dan sengsaraNya, telah menjadi jaminan pertolongan kita bukan hanya untuk sakit secara fisik, juga luka di hati dan luka batin oleh dosa. Dalam Yesus ada kesembuhan, pengampunan, dan pemulihan. PadaNya kita percaya dan tak henti berharap.<\/p>\n<p>Semangat Senin, Tuhan Yesus memberkati kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 11 Mar 2024<br \/>\nSenin Prapaskah IV<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Am 5:14<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 4:43-54<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nAm 5:14<br \/>\nCarilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup;<br \/>\ndengan demikian Allah akan menyertai kamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 4:43-54<br \/>\nLihat anakmu hidup.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus berangkat dari Samaria dan pergi ke Galilea.<br \/>\nSebab Ia sendiri telah bersaksi,<br \/>\nbahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.<br \/>\nSetelah Yesus tiba di Galilea,<br \/>\norang-orang Galilea pun menyambut Dia,<br \/>\nkarena mereka telah melihat segala sesuatu<br \/>\nyang dikerjakan Yesus di Yerusalem pada pesta itu,<br \/>\nsebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.<\/p>\n<p>Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea,<br \/>\ndi mana Ia membuat air menjadi anggur.<br \/>\nDan di Kapernaum ada seorang pegawai istana,<br \/>\nyang anaknya sedang sakit.<br \/>\nKetika pegawai itu mendengar,<br \/>\nbahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea,<br \/>\npergilah ia kepada-Nya,<br \/>\nlalu meminta supaya Yesus datang dan menyembuhkan anaknya,<br \/>\nsebab anaknya itu hampir mati.<\/p>\n<p>Maka kata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat,<br \/>\nkamu tidak percaya.&#8221;<br \/>\nPegawai istana itu berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya, &#8220;Pergilah, anakmu hidup!&#8221;<br \/>\nOrang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.<br \/>\nKetika ia masih di tengah jalan<br \/>\nhamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar,<br \/>\nbahwa anaknya hidup.<br \/>\nIa bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh.<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.&#8221;<br \/>\nMaka teringatlah ayah itu,<br \/>\nbahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya, &#8220;Anakmu hidup.&#8221;<br \/>\nLalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.<br \/>\nDan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus<br \/>\nketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>***************************************<\/p>\n<p>MUKJIZAT SUNGGUH TERJADI BAGI ORANG YANG SUNGGUH2 PERCAYA<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Senin, 11 Maret 2024<br \/>\nMinggu Prapaskah IV\/B<\/p>\n<p>Yoh. 4:43-54: Yesus menyembuhkan anak pegawai istana<\/p>\n<p>&#8220;Tuhan, datanglah sebelum anakku mati&#8221;, kata pegawai istana kp Yesus dlm Injil hari ini. Dan Yesus berkata kpnya: &#8220;Pergilah, anakmu hidup! Orang itu percaya akan PERKATAAN yg dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.&#8221; (Yoh. 4:49-50).<\/p>\n<p>Pegawai istana itu berada dlm situasi dan kondisi hidup &#8220;hampir mati&#8221; (ada dlm persoalan hidup, hidup &#8220;melarat&#8221;, penuh kesulitan, penderitaan dan berbagai macam penyakit, dan kondisi &#8216;mati2 kecil&#8217; lainnya). Sikon ini membuat dia tidak gembira, panik. Dia datang kp Yesus dan MEMINTA kpNya utk DATANG KE RUMAH nya utk &#8220;menyembuhkan&#8221; anaknya.<\/p>\n<p>Sabda Yesus (KUAT KUASA YESUS) dan IMAN\/keyakinan pegawai istana itu MENYEMBUHKAN si sakit, menyelamatkan si sakit. Mukjizat terjadi. Dan mukjizai ini menjadi BERITA GEMBIRA bagi si sakit dan pegawai istana YG PERCAYA SUNGGUH DAN PENUH kp KUAT KUASA TUHAN.<\/p>\n<p>Kalau saya, anda percaya sungguh dan penuh kp kuat kuasa Tuhan ( mengandalkan kuat kuasa Tuhan, melibatkan Tuhan, membiarkan Tuhan turut campur tangan dlm kesibukan dan persoalan hidup harian), TANPA ADA KERAGUAN SEDIKITPUN, yakinlah MUKJIZAT AKAN TERJADI dlm diri, hidup dan karya saya, anda. Imanku, mu TIDAK AKAN SIA-SIA!! Tapi tetap perlu diingat, mukjizat itu bisa terjadi kalau ada &#8220;kerjasama&#8221; antara Tuhan dan saya, anda. Ikutilah saran, perintah atau petunjuk Tuhan. &#8220;Pergilah, anakmu hidup! Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus, lalu PERGI&#8221; (Yoh. 4: 50). Dia ikut saran, perintah Yesus untuk percaya dan pergi! Anaknya sembuh. Itu beriman.<\/p>\n<p>Selamat percaya sungguh. Selamat mengandalkan Tuhan sambil tetap menghargai usaha manusiawi saya, anda sekecil apapun dan sesuai kemampuan saya, anda!!<br \/>\nSelamat menikmati mukjizat2 Tuhan hari ini utkku, mu!!<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya,anda sekalian yang sungguh2\u00a0percaya.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 11 Maret 2024 Yohanes 4:49-50 (Yoh 4:43-54) Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah, anakmu hidup!&#8221; Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-43723","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43723"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43724,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43723\/revisions\/43724"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}