{"id":43526,"date":"2024-03-08T08:19:16","date_gmt":"2024-03-08T01:19:16","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43526"},"modified":"2024-03-08T08:19:16","modified_gmt":"2024-03-08T01:19:16","slug":"jumat-08-maret-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43526","title":{"rendered":"Jumat, 08 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 08 Maret 2024<br \/>\nMarkus 12:28b (Mrk 12:28b-34)<br \/>\nSeorang ahli Taurat datang kepada Yesus dan bertanya: \u201cHukum manakah yang paling utama?&#8221;<\/p>\n<p>Kita semua tahu jawaban dari pertanyaan ini, sebagaimana telah dijawab Yesus: Hukum Cinta Kasih baik terhadap Tuhan maupun sesama.<br \/>\nAda orang yang kemudian bertanya lagi: Semua agama mengajarkan hukum cinta kasih, kalau begitu apa beda hukum cintakasih Yesus dengan hukum cintakasih yang juga diajarkan tokoh-tokoh agama lain?<br \/>\nJawabannya ada pada Yesus. KataNya: \u201cTidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.&#8221; (Yoh 15:13).<br \/>\nYesus mencintai sampai mati, bukan hanya setengah mati. Dan Yesus meminta kita untuk saling mencintai, sebagaimana Ia telah mencintai kita. &#8220;Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.&#8221; (Yoh 15:12). Yesus mencintai kita bukan karena kita baik. Bukan juga karena kita telah mencintai Dia atau kita telah berjasa karena telah banyak berbuat baik.<br \/>\nIngat kata Paulus, \u201cKristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.\u201d (Rom 5:8b). Inilah cinta yang sejati. Tanpa syarat dan perhitungan apapun.<br \/>\nSekalipun cinta kita masih jauh dari cinta Yesus, mari terus berjuang membaharui dan memperdalam kesungguhan hati untuk mencintai setulus-tulusnya, sampai sehabis-habisnya.<br \/>\n\u201dYa Yesus, kobarkanlah cinta di hatiku, agar aku dapat mencintai sebagaimana Engkau telah mencintaiku. Bila hatiku terluka karena mencintai, pedih karena ditolak dan tidak dihargai, kuatkanlah aku agar tak menyerah. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Hari Yesus wafat oleh keagungan cintaNya.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 08 Mar 2024<br \/>\nJumat Prapaskah III<br \/>\nPF S. Yohanes a Deo, Biarawan<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:17<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 12:28b-34<br \/>\n****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:17<br \/>\nBertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 12:28b-34<br \/>\nTuhan Allahmu itu Tuhan yang esa,<br \/>\nkasihilah Dia dengan segenap jiwamu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus<br \/>\ndan bertanya kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Perintah manakah yang paling utama?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus, &#8220;Perintah yang paling utama ialah:<br \/>\nDengarlah, hai orang Israel,<br \/>\nTuhan Allah kita itu Tuhan yang esa.<br \/>\nKasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati,<br \/>\ndengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi,<br \/>\ndan dengan segenap kekuatanmu.<br \/>\nDan perintah yang kedua ialah:<br \/>\nKasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.<br \/>\nTidak ada perintah lain yang lebih utama<br \/>\ndaripada kedua hukum ini.&#8221;<\/p>\n<p>Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan,<br \/>\nbahwa Dia itu esa, dan bahwa tidak ada allah lain kecuali Dia.<br \/>\nMemang mengasihi Dia dengan segenap hati,<br \/>\ndengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan,<br \/>\nserta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri<br \/>\njauh lebih utama dari pada semua kurban bakar dan persembahan.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus melihat betapa bijaksana jawaban orang itu.<br \/>\nMaka Ia berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!&#8221;<br \/>\nDan tak seorang pun berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cDengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.\u201d [Mrk 12: 29 \u2013 31]<\/p>\n<p>&#8220;Hukum manakah yang paling utama?&#8221; tanya seorang Ahli Taurat kepada Yesus. Para ahli Taurat telah mempunyai 613 perintah yang merupakan penjabaran dari Hukum Taurat. Jadi ahli Taurat itu bertanya: Dari 613 perintah ini, manakah yang paling utama?<\/p>\n<p>Yesus mengutip pengakuan iman bangsa Israel, yang terdapat dalam Kitab Ulangan, Bab 6. Kita sudah sangat akrab dengan ayat ini: &#8220;Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.\u201d Kemudian Ia menambahkan, \u201cKasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.\u201d Perintah untuk mengasihi dianggap sebagai rangkuman dari seluruh etika Kristen, tetapi sering kali diabaikan bagaimana Tuhan menyampaikan perintah ini. Awalan yang digunakan dalam menyampaikan perintah ini juga sangat penting: \u201cDengarlah, hai orang Israel!\u201d<\/p>\n<p>&#8220;Shema Israel!&#8221; atau &#8220;Dengarlah, hai Israel!&#8221; Yesus mengidentifikasikan perintah pertama Tuhan sebagai &#8220;Dengarlah, hai Israel&#8221; &#8211; yaitu, &#8220;Dengarlah, hai umat pilihan Allah&#8221;. Kita adalah umat pilihan Tuhan, dan kita harus mendengarkan Firman Tuhan dan mengizinkan Firman Tuhan mengubah kita. &#8220;Dengarlah, hai Israel, Tuhan Allah kita itu esa&#8230; jika kamu mendengarkan Dia, kamu akan berpegang pada Firman-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Kasih kita kepada Tuhan dan kasih kita kepada sesama berasal dari ketaatan kita kepada Firman Tuhan. Kasih kepada Allah tidak mungkin ada tanpa kasih kepada sesama kita. Bagaimana kita dapat hidup sesuai dengan perintah-perintah Yesus? Pertama, dengarkanlah Dia! Untuk mendengarkan suara Tuhan, kita harus memutuskan untuk berjalan bersama-Nya.<\/p>\n<p>Seperti yang ditanyakan oleh Yohanes dalam Suratnya, &#8220;Bagaimana mungkin aku dapat mengatakan, bahwa aku mengasihi Allah yang tidak kulihat dan tidak mengasihi sesamaku manusia yang kulihat?&#8221; (1 Yoh 4: 20). Seorang Kristen adalah orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan juga siap sedia untuk mengasihi saudara-saudaranya.<\/p>\n<p>Tuhan, tolonglah aku untuk selalu mendengar perintah kasih-Mu dan menghidupinya dengan segenap kekuatanku. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Selamat berpantang. Kasihi Tuhan, kasihi sesama. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"4KvnSxMo3Y\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/dengarkan-dan-laksanakan\/\">DENGARKAN DAN LAKSANAKAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;DENGARKAN DAN LAKSANAKAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/dengarkan-dan-laksanakan\/embed\/#?secret=Jabkfn2Ezt#?secret=4KvnSxMo3Y\" data-secret=\"4KvnSxMo3Y\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 08 Maret 2024 Markus 12:28b (Mrk 12:28b-34) Seorang ahli Taurat datang kepada Yesus dan bertanya: \u201cHukum manakah yang paling utama?&#8221; Kita semua tahu jawaban dari pertanyaan ini, sebagaimana telah dijawab Yesus:&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-43526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43526"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43527,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43526\/revisions\/43527"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}