{"id":43388,"date":"2024-03-06T10:16:03","date_gmt":"2024-03-06T03:16:03","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43388"},"modified":"2024-03-06T10:16:03","modified_gmt":"2024-03-06T03:16:03","slug":"rabu-06-maret-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43388","title":{"rendered":"Rabu, 06 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 06 Maret 2024<br \/>\nMatius 5:17 (Mat 5:17-19)<br \/>\n\u201dJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\u201d<\/p>\n<p>Yesus datang untuk menyempurnakan hukum Taurat dan menggenapinya. Firman yang dulunya hanya bisa didengar dari para nabi atau dibaca dalam Kitab Taurat telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita (Yoh 1:14). Semua janji Allah sejak Abraham hingga para nabi menjadi nyata dalam Yesus.<br \/>\nAllah yang dahsyat dan perkasa, nampak nyata dalam sabda dan karya serta mujizat Yesus. Allah yang penuh kasih dan maharahim, lemah lembut dan sabar, nyata kita saksikan dan alami dalam diri Yesus, Tuhan kita yang lemah lembut dan rendah hati.<br \/>\nKisah sengsara Yesus, derita dan pengorbananNya menunjukkan betapa Allah mencintai kita sampai sehabis-habisnya. KebangkitanNya menyempurnakan seluruh karya keselamatan Allah.<br \/>\nBahagianya kita boleh ambil bagian dalam kepenuhan kasih karunia Allah dalam Yesus yang kini hidup bersama kita. Rasul Yohanes berkata, \u201cKarena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.&#8221; (1 Yoh 16-17).<br \/>\nSemoga kepenuhan Yesus mengatasi kelemahan kita. Cinta kita yang terbatas disempurnakanNya. Hati kita yang kecil dibesarkanNya. Roh kita yang lemah dikuatkanNya. Yesus hidup di dalam kita dan kita hidup di dalam Dia.<br \/>\nBetapa indah dan bermakna hidup kita karena Yesus telah menjalani hidup yang sama seperti yang kita hidupi, dan Ia terus berjalan bersama kita sebagai jalan, kebenaran dan hidup kita.<\/p>\n<p>Mari bersyukur atas hari baru, kepenuhan kasih Yesus melingkupi kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Mar 2024<br \/>\nRabu Prapaskah III<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:63b.68a<br \/>\nBacaan Injil: Mat 5:17-19<br \/>\n***************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:63b.68a<br \/>\nSabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.<br \/>\nEngkau mempunyai sabda kehidupan kekal.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 5:17-19<br \/>\nSiapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat,<br \/>\nia akan menduduki tempat yang tinggi.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Janganlah kamu menyangka,<br \/>\nbahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat<br \/>\natau kitab para nabi.<br \/>\nAku datang bukan untuk meniadakannya,<br \/>\nmelainkan untuk menggenapinya.<br \/>\nKarena Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini,<br \/>\nsatu iota atau satu titik pun<br \/>\ntidak akan ditiadakan dari hukum Taurat,<br \/>\nsebelum semuanya terjadi.<br \/>\nKarena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat<br \/>\nsekalipun yang paling kecil,<br \/>\ndan mengajarkannya demikian kepada orang lain,<br \/>\nia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah<br \/>\ndi dalam Kerajaan Surga.<br \/>\nTetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan<br \/>\nsegala perintah Taurat,<br \/>\nia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<br \/>\nRabu, 06 Maret 2024<\/p>\n<p>MENJADI PELAKSANA UTAMA DARI APA YANG DIAJARKAN<\/p>\n<p>\u201cKeteladanan hidup lebih bermakna daripada ribuan kata-kata manis.\u201d<\/p>\n<p>Ada banyak orang yang pandai berbicara, tapi hanya sedikit yang mampu melaksanakannya. Maka agar dipercaya, jadilah pelaksana utama dari apa yang Anda bicarakan atau perintahkan kepada orang lain.<\/p>\n<p>Maka Yesus menghendaki agar kita para pengikut-Nya: &#8220;Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.&#8221; ( ayat 19 )<\/p>\n<p>Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:<\/p>\n<p>1) Tidak salah bila sebagian orang berhikmah dalam perkataan dan pengajaran, karena mungkin itulah talenta mereka;<\/p>\n<p>2) Jadilah pelaksana utama dari apa yang Anda bicarakan, ajarkan dan kehendaki agar orang lain kerjakan;<\/p>\n<p>3) Jadikanlah firman Tuhan jadi pegangan dan pedoman dalam hidup dan karyamu.<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa pekerjaan dan perbuatan baik lebih nyaring bunyinya daripada kata dan kalimat yang terucap.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 06 Maret 2024 Matius 5:17 (Mat 5:17-19) \u201dJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\u201d Yesus datang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-43388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43388"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43389,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43388\/revisions\/43389"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}