{"id":43098,"date":"2024-03-01T09:32:13","date_gmt":"2024-03-01T02:32:13","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43098"},"modified":"2024-03-01T09:32:13","modified_gmt":"2024-03-01T02:32:13","slug":"jumat-01-maret-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=43098","title":{"rendered":"Jumat, 01 Maret 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 01 Maret 2024<br \/>\nMatius 21:38-39 (Mat 21:33-46)<br \/>\nTetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.<\/p>\n<p>Dosa telah merasuk segala sudut hidup manusia, sehingga manusia berusaha untuk menyingkirkan Tuhan dari hidupnya. Orang lupa bahwa bumi ini bukan miliknya. Ia hanyalah penggarap kebun anggur yang ditempatkan Tuhan untuk bekerja bagi Tuhan, menghasilkan buah kasih untuk Kerajaan Allah. Tapi manusia hanya mengejar kepuasan pribadinya dan tidak takut lagi akan Tuhan.<br \/>\n5 tahun lalu Covid 19 datang mengingatkan kita siapa penguasa hidup dan mati kita. Tapi seiring berlalunya pandemi ini, demikian juga iman akan Tuhan ikut berlalu. Orang kembali pada kebiasaan semula dan lupa bahwa hidupnya hanya sementara, dan semua yang ada padanya sesungguhnya hanya dipinjamkan Tuhan untuk digarap dan dimanfaatkan demi tujuan Tuhan.<br \/>\nJangan biarkan pengorbanan Yesus di kayu salib kita abaikan karena kita lupa diri dan tidak lagi peduli dengan anugerah iman kita. Mari kembali ke jalan Tuhan, bertobat dan percaya pada Injil, serta berbakti pada Tuhan.<br \/>\nDi masa Prapaskah ini kita diingatkan kembali untuk mengolah alam dengan bertanggungjawab, merawat bumi sebagai rumah kita, kebun anggur yang Tuhan percayakan pada kita untuk dikelola dan dirawat, bukannya dirusak untuk kesenangan kita.<br \/>\nMari menjalani hidup dalam kasih persaudaraan bersama sesama anak-anak Allah. Berdamai kembali satu sama lain dan hidup rukun sebagai satu keluarga Allah. Kita menempatkan Tuhan sebagai pemilik hidup kita. Bahagianya hidup untuk kemuliaan Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat memasuki bulan Maret di hari Jumat yang pertama. Damai selalu di hati\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Mar 2024<br \/>\nJumat Prapaskah II<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 3:16<br \/>\nBacaan Injil: Mat 21:33-43.45-46<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 3:16<br \/>\nBegitu besar kasih Allah akan dunia ini,<br \/>\nsehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,<br \/>\nsupaya setiap orang yang percaya kepada-Nya<br \/>\nberoleh hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 21:33-43.45-46<br \/>\nIa adalah ahli waris, mari kita bunuh dia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus berkata kepada imam-imam kepala<br \/>\nserta tua-tua bangsa Yahudi,<br \/>\n&#8220;Dengarkanlah perumpamaan ini,<br \/>\nSeorang tuan tanah membuka kebun anggur<br \/>\ndan menanam pagar sekelilingnya.<br \/>\nIa menggali lubang tempat memeras anggur<br \/>\ndan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu.<br \/>\nKemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap<br \/>\nlalu berangkat ke negeri lain.<\/p>\n<p>Ketika hampir tiba musim petik,<br \/>\nia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu<br \/>\nuntuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.<br \/>\nTetapi para penggarap menangkap hamba-hambanya itu:<br \/>\nyang seorang mereka pukul,<br \/>\nyang lain mereka bunuh,<br \/>\ndan yang lain lagi mereka lempari dengan batu.<br \/>\nKemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain,<br \/>\nlebih banyak daripada yang semula.<br \/>\nTetapi mereka pun diperlakukan sama<br \/>\nseperti kawan-kawan mereka.<\/p>\n<p>Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka,<br \/>\npikirnya, &#8216;Anakku pasti mereka segani.&#8217;<br \/>\nTetapi ketika para penggarap melihat anak itu,<br \/>\nmereka berkata seorang kepada yang lain:<br \/>\nIa adalah ahli waris!<br \/>\nMari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.<br \/>\nMaka mereka menangkap dia,<br \/>\ndan melemparkannya ke luar kebun anggur itu,<br \/>\nlalu membunuhnya.<br \/>\nMaka apabila tuan kebun anggur itu datang,<br \/>\napakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?&#8221;<\/p>\n<p>Kata imam-imam kepala dan tua-tua itu kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu,<br \/>\ndan kebun anggurnya akan disewakannya<br \/>\nkepada penggarap-penggarap lain<br \/>\nyang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci:<br \/>\nBatu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan<br \/>\ntelah menjadi batu penjuru?<br \/>\nHal itu terjadi dari pihak Tuhan,<br \/>\nsuatu perbuatan ajaib di mata kita.<br \/>\nSebab itu Aku berkata kepadamu,<br \/>\nKerajaan Allah akan diambil dari padamu,<br \/>\ndan akan diberikan kepada suatu bangsa<br \/>\nyang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar perumpamaan Yesus itu,<br \/>\nimam-imam kepala dan orang-orang Farisi mengerti<br \/>\nbahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.<br \/>\nMaka mereka berusaha menangkap Dia,<br \/>\ntetapi mereka takut kepada orang banyak,<br \/>\nkarena orang banyak itu menganggap Yesus nabi.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cBatu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.\u201d [Mat 21: 42]<\/p>\n<p>Kisah-kisah tentang penolakan kita dengarkan hari ini. Dalam bacaan pertama, Yusuf menjadi korban dan diusir oleh keluarganya sendiri. Dalam Injil, hamba-hamba pemilik kebun anggur dan putranya sendiri ditolak dan dibunuh \u2013 kisah yang merujuk kepada Yesus sendiri. Namun, baik Yusuf maupun Yesus \u2013 batu yang dibuang oleh tukang bangunan \u2013 menjadi batu penjuru untuk penebusan \u201ckeluarga\u201d yang telah menolak mereka.<\/p>\n<p>Pengusiran dan penolakan Anak Allah dari kebun anggur masih terus berlanjut sampai sekarang di dalam komunitas-komunitas Gereja dan masyarakat kita. Kita lihat tantangan-tantangan yang menghadang nilai-nilai sakramen pernikahan dan keluarga, perdebatan mengenai aborsi, orang dengan gampang menghilangkan nyawa orang lain, etika dan moral diinjak-injak demi kepentingan sendiri, dan masih banyak contoh lainnya &#8211; banyak orang di dalam Gereja dan masyarakat kita lebih memilih untuk mengikuti nilai-nilai dunia. Kristus dan Injil-Nya dianggap sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman dan kuno, dan banyak orang Kristen memilih untuk mengabaikan-Nya.<\/p>\n<p>Apa akibat dari membuang Injil dari kehidupan kita? Peperangan, kejahatan, hancurnya ciptaan, keputusasaan dan kesepian. Perumpamaan ini tidak hanya ditujukan kepada orang-orang Israel yang telah menolak Yesus sang Putra Allah, tetapi juga kepada kita hari ini. Mari buka mata hati kita, kenali Sang Putera, jangan membuang-Nya dari kebun anggur \u2013 dari kehidupan kita.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga kami tidak menolak Engkau, dengan menghidupi nilai-nilai Injil-Mu dalam hidup kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Selamat memperjuangkan nilai-nilai Injil. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"L1Rn4ARj1z\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/penolakan-batu-penjuru-keselamatan\/\">PENOLAKAN BATU PENJURU KESELAMATAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;PENOLAKAN BATU PENJURU KESELAMATAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/penolakan-batu-penjuru-keselamatan\/embed\/#?secret=1UwfOHmBVz#?secret=L1Rn4ARj1z\" data-secret=\"L1Rn4ARj1z\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 01 Maret 2024 Matius 21:38-39 (Mat 21:33-46) Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-43098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43098"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43098\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43099,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43098\/revisions\/43099"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}