{"id":42940,"date":"2024-02-28T10:33:01","date_gmt":"2024-02-28T03:33:01","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42940"},"modified":"2024-02-28T10:33:01","modified_gmt":"2024-02-28T03:33:01","slug":"rabu-28-februari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42940","title":{"rendered":"Rabu, 28 Februari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 28 Februari 2024<br \/>\nMatius 20:18 (Mat 20:17-28)<br \/>\n\u201dSekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati..\u201d<\/p>\n<p>Yesus sudah tahu bahwa bila Ia masuk kota Yerusalem Ia akan ditangkap, diadili secara tidak adil, disiksa dan dihukum mati. Maka wajarlah kalau Yesus menghindar, atau mencari cara bagaimana agar hal itu tidak terjadi. Mencari aman dan selamat, terhindar dari siksa dan derita.<br \/>\nNamun Yesus bukanlah seorang pengecut yang hanya menunjuk jalan tapi sendiri tak berani menjalaninya. Ia bukan tipe pemimpin yang mencari aman untuk diri sendiri. Ia rela menanggung sengsara dan memberikan nyawaNya demi menyelamatkan kita semua.<br \/>\nRasul Paulus menggambarkan betapa besar kasih Yesus bagi kita, karena Ia mau mati bagi kita bukan karena kita orang benar yang perlu dibela, melainkan ketika kita masih berdosa.<br \/>\nKata Paulus, \u201cKarena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati . Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa\u201d. (Rom 5:6-8).<br \/>\n\u201dYa Yesus, berikanlah kami kekuatan dan keberanian untuk menanggung resiko dalam mencintai apabila kami mengalami penolakan dan kesulitan dan hal yang tidak menyenangkan. Kami yakin segala perkara dapat kami tanggung karena Engkaulah kekuatan kami.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Mari berkarya dengan semangat baru. Yesus menemani kita\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 28 Feb 2024<br \/>\nRabu Prapaskah II<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 8:12b<br \/>\nBacaan Injil: Mat 20:17-28<br \/>\n***************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 8:12b<br \/>\nAkulah terang dunia, sabda Tuhan,<br \/>\nbarangsiapa mengikut Aku ia akan mempunyai terang hidup.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 20:17-28<br \/>\nYesus akan dijatuhi hukuman mati.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem,<br \/>\nIa memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri<br \/>\ndan berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Sekarang kita pergi ke Yerusalem<br \/>\ndan Anak Manusia akan diserahkan<br \/>\nkepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,<br \/>\ndan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.<br \/>\nMereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa<br \/>\nyang tidak mengenal Allah,<br \/>\nsupaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan,<br \/>\ntetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.&#8221;<\/p>\n<p>Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus<br \/>\nbeserta anak-anaknya kepada Yesus,<br \/>\nlalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.<br \/>\nKata Yesus, &#8220;Apa yang kaukehendaki?&#8221;<br \/>\nJawab ibu anak itu,<br \/>\n&#8220;Berilah perintah, supaya kedua anakku ini<br \/>\nkelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu,<br \/>\nyang seorang di sebelah kanan-Mu<br \/>\ndan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta.<br \/>\nDapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?&#8221;<br \/>\nKata mereka kepada-Nya, &#8220;Kami dapat.&#8221;<br \/>\nYesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Cawan-Ku memang akan kamu minum,<br \/>\ntetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku,<br \/>\nAku tidak berhak memberikannya.<br \/>\nItu akan diberikan kepada orang-orang<br \/>\nbagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar itu,<br \/>\nmarahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.<br \/>\nTetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,<br \/>\n&#8220;Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa<br \/>\nmemerintah rakyatnya dengan tangan besi<br \/>\ndan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya<br \/>\ndengan keras atas mereka.<br \/>\nTidaklah demikian di antara kamu!<br \/>\nBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi pelayanmu,<br \/>\ndan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi hambamu.<br \/>\nSama seperti Anak Manusia:<br \/>\nIa datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,<br \/>\ndan untuk memberikan nyawa-Nya<br \/>\nmenjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>*************************************<\/p>\n<p>MENJADI PELAYAN DAN PENYALUR BERKAT BAGI ORANG LAIN &#8220;DI SINI &#8211; SAAT INI&#8221;<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Rabu, 28 Februari 2024<br \/>\nMinggu Prapaskah II\/B<\/p>\n<p>Mat. 20: 17-28: Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus (17-19);<br \/>\nPermintaan ibu Yakobus dan Yohanes &#8211; Bukan memerintah melainkan melayani (20-28)<\/p>\n<p>Kedudukan, status, pangkat, jabatan, kekuasaan, poularitas, prestise kerap menjadi ukuran &#8220;kehebatan&#8221; seseorang (sy, anda) di mata DUNIA. Seseorg mau dihormati, dihargai, disanjung2 krn memiliki semua yg disebutkan di atas ( yg terkadang &#8220;dicari2&#8221; utk dihormati, dihargai, dipuji, dll semacam itu). &#8220;Berilah perintah, spy ke dua anakku ini boleh DUDUK KELAK DI DALAM KERAJAAN-MU, yg seorang di sebelah kananMu dan yg seorang lagi di sebelah kiriMu&#8221;, pinta ibu anak2 Zebedeus (pinta sy, anda) kp Yesus dlm Injil hari ini (Mat. 20:21).<\/p>\n<p>Lain ukuran yg dipakai Tuhan Yesus. &#8220;Barangsiapa mau menjadi BESAR di antara kamu, hendaklah ia menjadi PELAYANmu, dan barangsiapa ingin menjadi yg TERKEMUKA di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu&#8221;, kata Yesus kp pengikutNya, saya, anda (Mat. 20:26-27).<\/p>\n<p>Di mata Tuhan Yesus JALAN utk menjadi &#8220;besar, terkemuka, terpandang&#8221; BUKAN dg kekuasaan, harta, kedudukan, pangkat, status, &#8220;prestise&#8221;, MELAINKAN dengan &#8220;PRESTASI&#8221; menjadi PELAYAN, HAMBA, ABDI; dengan SIKAP ATAU SEMANGAT PELAYANAN; dgn MELAYANI. Dalam semangat pelayanan, mesti ada unsur &#8220;korban&#8221; (Yesus &#8216;korban&#8217; nyawa), pengorbanan (waktu, tenaga, pikiran, materi, uang, dll). &#8220;Tak ada kasih yg lebih besar dp kasih seorang YG MENYERAHKAN NYAWANYA bagi sahabat2nya&#8221;, kata Yesus sendiri kp saya, anda. Melayani berarti memberi yg terbaik dan yang terindah bagi yg dilayani (Tuhan dan orang lain). Kata St. Teresa dari Calcuta:&#8221;Lakukanlah hal2 kecil dengan CINTA YANG BESAR!&#8221;. Tentu saja lakukan hal2 besar dengan cinta YANG BESAR PULA. Jgn lakukan hal2 besar dengan tanpa cinta, atau dg cinta yg kecil. Melayani berarti MENJALANI HIDUP (sy, anda) UNTUK atau DENGAN MENYALURKAN\/MEMBAWA BERKAT BAGI ORANG LAIN; Melayani berarti MENJADI PENYALUR BERKAT BAGI ORANG LAIN yg dilayani; Melayani berarti MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN yang dilayani. Di sini dan dengan ini saya, anda menjadi &#8220;TERBESAR dan TERKEMUKA&#8221; di hadapan Tuhan dan sesama.<\/p>\n<p>Selamat menjadi terbesar, terhormat, terkemuka dgn melayani, menjadi pelayan\/abdi\/hamba. Selamat menjadi berkat bagi orang lain setiap saat di mana saja.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda sekalian yang rajin menjadi pelayan dan penyalur rahmat dan berkat bagi orang lain &#8220;saat ini\u00a0di\u00a0sini&#8221;.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 28 Februari 2024 Matius 20:18 (Mat 20:17-28) \u201dSekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati..\u201d Yesus&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-42940","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42940"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42941,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42940\/revisions\/42941"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}