{"id":42770,"date":"2024-02-26T08:37:46","date_gmt":"2024-02-26T01:37:46","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42770"},"modified":"2024-02-26T08:37:46","modified_gmt":"2024-02-26T01:37:46","slug":"senin-26-februari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42770","title":{"rendered":"Senin, 26 Februari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 26 Februari 2024<br \/>\nLukas 6:36,38* (Luk 6:36-38)<br \/>\n\u201dHendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati\u2026.<br \/>\nBerilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.\u201d<\/p>\n<p>Yesus ingin agar hati kita menjadi sama seperti hati Bapa di surga. Saat kita bermurah hati pada sesama, sesungguhnya kita telah menjadi tanda kemurahan hati Allah. Allah yang tak kelihatan menjadi kelihatan melalui tanda-tanda kasih anak-anakNya. Maka jadikanlah takaran kemurahan hati Allah menjadi takaran kita.<br \/>\nKita tak pernah kekurangan rahmat Allah yang telah lebih dahulu memberikan hidup kepada kita. Bukan hanya sekedar hidup, melainkan hidup yang berkelimpahan dalam Yesus.<br \/>\nKita adalah ranting yang menyatu dengan pokok anggur, ialah Yesus sendiri. Olehnya kita tak pernah berkekurangan. Semua yang kita perlukan dalam hidup mengalir dari Yesus, Sang Pokok Anggur kita. Kita hanya melanjutkan anugerah Tuhan melalui buah yang dihasilkan oleh ranting. Maka memberi dengan murah hati membuat hidup kita menjadi berbuah. Hidup menjadi berarti karena dapat memberi dan berbagi berkat Tuhan.<br \/>\nSebagaimana pohon tak dapat menahan buahnya untuk dirinya sendiri, semoga kitapun dapat menjadi pohon kerahiman Allah bagi dunia. Bahagianya hidup kita menjadi pancaran kemurahan hati Allah.<br \/>\nPercayalah bahwa segala sesuatu pasti ditambahkan Tuhan saat hati dan tangan kita mau terbuka untuk menjadi saluran berkatNya. Dan lebih indah lagi, sifat Allah yang murah hati, suka mengampuni, tidak menghakimi dan menghukum menjadi sifat kita juga. Kita menjadi seperti Kristus yang selalu tergerak hati oleh belaskasihan.<\/p>\n<p>Semangat Senin, semangat kemurahan hati\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 26 Feb 2024<br \/>\nSenin Prapaskah II<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:64b.69b<br \/>\nBacaan Injil: Luk 6:36-38<br \/>\n\u2020*************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:64b.69b<br \/>\nSabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.<br \/>\nEngkau mempunyai sabda kehidupan kekal.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 6:36-38<br \/>\nAmpunilah, dan kamu akan diampuni.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Hendaklah kamu murah hati,<br \/>\nsebagaimana Bapamu adalah murah hati.<br \/>\nJanganlah kamu menghakimi,<br \/>\nmaka kamu pun tidak akan dihakimi.<br \/>\nDan janganlah kamu menghukum,<br \/>\nmaka kamu pun tidak akan dihukum;<br \/>\nampunilah, dan kamu akan diampuni.<br \/>\nBerilah, dan kamu akan diberi:<br \/>\nsuatu takaran yang baik dan dipadatkan,<br \/>\nyang digoncang dan yang tumpah ke luar<br \/>\nakan dicurahkan ke dalam ribaanmu.<br \/>\nSebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur,<br \/>\nakan diukurkan kepadamu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>*************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI DARATAN WAEPO PULAU BURU<\/p>\n<p>MENGHAKIMI KARENA PRASANGKA<\/p>\n<p>\u201dKadang kita menilai buruk tentang seseorang bukan berdasarkan fakta melainkan prasangka, dan sesungguhnya kita menikmatinya bila orang tersebut hancur, gagal dan terhukum karena rencana jahat kita.\u201d<\/p>\n<p>Pagi ini, Yesus mengajak kita untuk berhenti menghukum dan menghakimi sesama hanya karena prasangka. Kata-Nya:&#8221;Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum.&#8221; ( ayat 37 )<\/p>\n<p>Karena itu, ingatlah ini:<\/p>\n<p>1) Menghakimi sesama hanya memuaskan nafsu, namun membantu melepaskan mereka dari hukuman menentramkan jiwamu;<\/p>\n<p>2) Sering kita lebih mudah menghakimi sesama daripada mengakui kesalahan dan dosa yang sama, yang kita lakukan.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 26 Februari 2024 Lukas 6:36,38* (Luk 6:36-38) \u201dHendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati\u2026. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-42770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42770"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42771,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42770\/revisions\/42771"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}