{"id":42759,"date":"2024-02-26T08:22:09","date_gmt":"2024-02-26T01:22:09","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42759"},"modified":"2024-12-28T21:06:02","modified_gmt":"2024-12-28T14:06:02","slug":"slb-helen-keller-dikunjungi-rm-agostino-cm-koordinator-keluarga-vinsensian-international","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42759","title":{"rendered":"SLB Helen Keller, dikunjungi Rm Agostino CM, Koordinator Keluarga Vinsensian International"},"content":{"rendered":"<p>SLB Helen Keller, dikunjungi Rm Agostino CM, Koordinator Keluarga Vinsensian International<\/p>\n<p>PMY INDONESIA : https:\/\/pmyindonesia.com\/<br \/>\nYoutube Tim Prompang Kongregasi PMY : ttps:\/\/<\/p>\n<p>\/ @timprompangkongregasipmy2464<br \/>\nIG :<\/p>\n<p>\/ novisiatanna<br \/>\nKeluarga Vinsensian International (FAMVIN) https:\/\/famvin.org\/<\/p>\n<p>MERENDA WAKTU DALAM CINTA KASIH BAGI SESAMA<\/p>\n<p>Hampir 2 abad Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Putri-Putri Maria dan Yosef (PMY) berkarya sejak didirikan di s\u2019Hertogenbosch, Belanda pada tangal 7 Juli 1820. Kongregasi PMY menghayati semangat \u201cIn Omnibus Caritas\u201d (Cinta kasih dalam segala-galanya), kemudian berkembang ke berbagai negara termasuk Indonesia. Sebuah proses perjalanan yang panjang dengan pelayanan yang telah dikerjakan yaitu melayani sesama terutama kepada mereka kaum papa miskin.<\/p>\n<p>Di Indonesia, Kongregasi PMY lahir tanggal 15 Maret 1938 oleh para suster misionaris Belanda dan tanah kelahiran PMY di Indonesia berada di Wonosobo, daerah sejuk di balik Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, Jawa Tengah. Sesuai dengan tujuan khas kongregasi yaitu karya cinta kasih bagi mereka yang miskin, lemah dalam masyarakat, baik miskin secara jasmani maupun rohani, maka karya-karyanya adalah melayani anak-anak tunarungu di SLB\/B Dena-Upakara, karya kesehatan di pedesaan, pemberdayaan petani dan perempuan yang berkembang ke pendampingan CU Lestari, pastoral, pendampingan anak-anak stasi yang tinggal di asrama milik Paroki, terlibat dalam pendidikan formal di sekolah umum (SMP milik Paroki St. Paulus Wonosobo), dan kemasyarakatan.<\/p>\n<p>Pada tahun 1968 mulailah para suster berkarya di Yayasan Sosial Soegijapranata (YSS) dengan memberi kursus menjahit kepada ibu-ibu yang suaminya menjadi tahanan politik. Dari karya penjahitan meluas ke karya pendidikan anak-anak tak mampu, kemudian karya kesehatan dan pelayanan untuk para lansia milik YSS. Dalam perjalanan waktu, kongregasi bekerjasama dengan Kongregasi Bruder FIC yang berkarya di bidang pendidikan umum\/khusus, dan beberapa waktu yang lalu ada beberapa suster bekerja di rumah retret milik Bruder FIC tetapi karena kekurangan tenaga suster maka sekarang tidak ada lagi yang bekerja di rumah retret tersebut. Para suster juga terlibat dalam kegiatan paroki dan di dalam masyarakat. Selanjutnya, untuk pelayanan bagi lanjut usia, kongregasi mengelola Panti Wreda Catur Nugroho di Kaliori, Banyumas.<\/p>\n<p>Sumber Yakobis TV<\/p>\n<p>Tonton Juga<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=65658\">Dena Upakara \u2013 Karya PMY : Pendidikan Bisu Tuli<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68723\">Selamat Natal | Suster Cinta Kasih Putri Maria Dan Yosef | PMY | Wonosobo<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68845\">Baru Paham, Mengapa Suster Kongregasi PMY Tidak Memakai Medali Salib<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68860\">Suster Cinta Kasih Putri Maria Dan Yosef \u2013 PMY Indonesia<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SLB Helen Keller, dikunjungi Rm Agostino CM, Koordinator Keluarga Vinsensian International PMY INDONESIA : https:\/\/pmyindonesia.com\/ Youtube Tim Prompang Kongregasi PMY : ttps:\/\/ \/ @timprompangkongregasipmy2464 IG : \/ novisiatanna Keluarga Vinsensian International (FAMVIN) https:\/\/famvin.org\/ MERENDA&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-42759","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42759"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42759\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68869,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42759\/revisions\/68869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}