{"id":42406,"date":"2024-02-19T14:51:44","date_gmt":"2024-02-19T07:51:44","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42406"},"modified":"2024-02-19T14:51:44","modified_gmt":"2024-02-19T07:51:44","slug":"senin-19-februari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42406","title":{"rendered":"Senin, 19 Februari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 19 Februari 2024<br \/>\nMatius 25:40 (Mat 25:31-46)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus Tuhan kita yang adalah Allah, meminta kita mengenaliNya dalam diri semua orang, khususnya orang yang dianggap paling hina, mereka yang terbuang dan yang menderita. Tentu bukanlah hal yang mudah untuk melakukannya, namun lihatlah betapa dalam maknanya bagi seorang beriman bila ia mampu mengenali Yesus dalam diri seorang pengemis, seorang anak jalanan, seorang yang cacat fisik maupun mental, seorang yang mendekam dalam penjara, dan semua orang yang masuk kategori hina di mata dunia. Termasuk juga orang yang sulit dicintai karena kelakuannya yang tidak menyenangkan hati kita. Pendek kata, siapapun dia.<br \/>\nOleh karena itu sangatlah berarti bagi kita untuk mampu melihat jauh di balik realitas seorang sesama, pribadi Yesus sendiri yang ada di depan kita. Dengan demikian, cara kita memperlakukan sesama, sikap dan tutur kata kita, akan diwarnai rasa hormat dan cinta, belaskasih dan pengampunan.<br \/>\nInilah yang disebut spiritualitas, yakni inti terdalam realitas hidup kita dalam menyadari dan mengenali kehadiran Allah di tengah kita. Allah hadir dalam seluruh alam ciptaan, secara khusus dan istimewa dalam pribadi manusia sebagai citra Allah. Allah hadir dalam peristiwa hidup kita entah suka atau duka. Allah juga turut bekerja bersama kita.<br \/>\nBetapa indah dan bermakna anugerah iman dan spiritualitas ini yang dianugerahkan Allah bagi kita agar mampu melihat Allah Pencipta dalam semua ciptaanNya, serta melihat wajah Yesus dalam diri semua putra-putri Allah.<br \/>\nKiranya kesadaran bahwa Yesus hadir dalam diri sesama, menggerakkan hati kita untuk mengasihi, menghargai, mengulurkan tangan, rela membantu. Semuanya kita lakukan untuk Yesus.<br \/>\nIngatlah pesan Paulus ini: \u201cApapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.\u201d (Kol 3:23)<\/p>\n<p>Semangat Senin! Mari melayani Yesus dalam diri saudara-saudariNya.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 19 Feb 2024<br \/>\nSenin Prapaskah I<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Kor 6:2b<br \/>\nBacaan Injil: Mat 25:31-46<br \/>\n***************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Kor 6:2b<br \/>\nWaktu ini adalah waktu perkenanan,<br \/>\nhari ini adalah hari penyelamatan!<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 25:31-46<br \/>\nSegala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku<br \/>\nyang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan<br \/>\ndan semua malaikat datang bersama-sama dengan Dia,<br \/>\nmaka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.<br \/>\nLalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya<br \/>\ndan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang,<br \/>\nsama seperti gembala memisahkan domba dari kambing;<br \/>\nIa akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya<br \/>\ndan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.<\/p>\n<p>Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya:<br \/>\nMari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku,<br \/>\nterimalah Kerajaan<br \/>\nyang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.<br \/>\nSebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan;<br \/>\nketika Aku haus, kamu memberi Aku minum;<br \/>\nketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;<br \/>\nketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian;<br \/>\nketika Aku sakit, kamu melawat Aku;<br \/>\nketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.<\/p>\n<p>Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya:<br \/>\nTuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar<br \/>\ndan kami memberi Engkau makan,<br \/>\natau haus dan kami memberi Engkau minum?<br \/>\nBilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing,<br \/>\ndan kami memberi Engkau tumpangan,<br \/>\natau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?<br \/>\nBilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara<br \/>\ndan kami mengunjungi Engkau?<\/p>\n<p>Maka Raja itu akan menjawab mereka:<br \/>\nAku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan<br \/>\nuntuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini,<br \/>\nkamu telah melakukannya untuk Aku.<br \/>\nDan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya:<br \/>\nEnyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk,<br \/>\nenyahlah ke dalam api yang kekal<br \/>\nyang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.<br \/>\nSebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan;<br \/>\nketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;<br \/>\nketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan;<br \/>\nketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian;<br \/>\nketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.<\/p>\n<p>Lalu mereka pun akan bertanya kepada-Nya:<br \/>\nTuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar,<br \/>\natau haus, atau sebagai orang asing,<br \/>\natau telanjang atau sakit,<br \/>\natau dalam penjara<br \/>\ndan kami tidak melayani Engkau?<\/p>\n<p>Maka Ia akan menjawab mereka:<br \/>\nAku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan<br \/>\nuntuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini,<br \/>\nkamu tidak melakukannya juga untuk Aku.<\/p>\n<p>Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal,<br \/>\ntetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.\u201d [Mat 25: 40]<\/p>\n<p>Banyak orang Kristen yang meninggalkan Gereja karena mereka melihatnya sebagai sebuah institusi yang membatasi dan menghalangi. Mereka menunjuk pada bacaan-bacaan seperti bacaan hari ini dari Kitab Imamat. Semua berupa larangan: jangan lakukan ini; jangan lakukan itu. Akan tetapi tidak benar bahwa bacaan hari ini semuanya negatif. Bacaan ini dimulai dengan: &#8220;Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.&#8221; (Im 19:2) dan diakhiri dengan: &#8220;Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,\u201d (Im 19: 18).<\/p>\n<p>Allah tidak membatasi kita. Dia ingin kita bertumbuh, menjadi lebih bebas, lebih kudus, lebih mengasihi. Dia ingin kita menjadi kudus sebagaimana Dia kudus. Dia ingin kita mengasihi seperti Dia mengasihi.<\/p>\n<p>Hidup Kristiani bukan hanya sekedar menghindari kesalahan. Hidup kristiani adalah melampaui diri kita sendiri dan bangkit untuk memenuhi tuntutan kasih.<\/p>\n<p>Janganlah kita menjadi seperti kambing-kambing dalam Injil, yang ketika dihakimi tidak layak untuk mendapatkan kehidupan kekal, mereka mempertanyakan kepada Tuhan: Mengapa bisa begitu? Kami tidak melakukan kesalahan apa pun! Kami tidak mencuri atau berbohong atau menganiaya orang lain! Dan Tuhan tidak menunjukkan kesalahan yang telah mereka lakukan, tetapi tindakan kasih yang gagal mereka lakukan. Kegagalan mereka untuk mengasihi saudara-saudara mereka yang paling hina menunjukkan bahwa mereka juga gagal mengasihi Allah.<\/p>\n<p>Sahabat-sahabat, ini adalah peringatan terhadap kecenderungan kita untuk berpuas diri &#8211; ketika kita berpikir bahwa kita tidak perlu bertobat karena kita tidak melakukan kesalahan. Pada masa Prapaskah ini, kita tidak hanya melihat kesalahan yang telah kita lakukan, tetapi juga kebaikan yang telah kita lalaikan.<\/p>\n<p>Kita tidak perlu mencari terlalu jauh untuk menemukan saudara-saudari kita yang paling hina. Mereka mungkin bukan pengemis dan gelandangan kotor, bukan orang-orang sakit dan cacat. Bisa jadi merka adalah bawahan Anda, orang-orang yang bekerja untuk Anda, saudara yang sudah lama tidak Anda ajak bicara. Bahkan bisa jadi mereka adalah orang-orang terkasih dan terdekat di keluarga kita yang membutuhkan perhatian dan kepedulian kita.<\/p>\n<p>Bagaimana Anda melayani Yesus dalam diri mereka yang terkecil, yang tersingkir, dan yang terpinggirkan?<\/p>\n<p>Tuhan Yesus, kiranya kami belajar untuk bertobat bukan hanya dari kesalahan kami tetapi juga dari kegagalan kami untuk mengasihi. Amin.<\/p>\n<p>Selamat braktivitas di pekan yang baru. Semakin beriman, semakin kudus, semakin mengasihi. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"0rrn40Fxkf\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/lalai-berbuat-baik\/\">LALAI BERBUAT BAIK<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;LALAI BERBUAT BAIK&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/lalai-berbuat-baik\/embed\/#?secret=7JsbPu7qwK#?secret=0rrn40Fxkf\" data-secret=\"0rrn40Fxkf\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 19 Februari 2024 Matius 25:40 (Mat 25:31-46) \u201dAku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.&#8221; Yesus&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-42406","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42406"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42406\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42407,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42406\/revisions\/42407"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}