{"id":42273,"date":"2024-02-16T10:09:30","date_gmt":"2024-02-16T03:09:30","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42273"},"modified":"2024-02-16T10:09:30","modified_gmt":"2024-02-16T03:09:30","slug":"jumat-16-februari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42273","title":{"rendered":"Jumat, 16 Februari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 16 Februari 2024<br \/>\nMatius 9:15 (Mat 9:14-15)<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka: &#8220;Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.\u201d<\/p>\n<p>Puasa kristiani adalah tanda kerinduan kita untuk semakin dekat dengan Yesus, Mempelai Gereja. Puasa bukan pertama-tama praktek baik untuk memurnikan diri demi keutamaan pribadi, melainkan agar kita semakin menyadari makna penebusan Kristus melalui sengsara dan wafatNya di kayu salib untuk menyelamatkan kita dan kebangkitanNya yang jaya di hari raya Paskah. Karena itu disebut Pra-Paskah.<br \/>\nBersama Yesus kita memikul salib pengorbanan sambil menjalani laku tapa dan penyangkalan diri dengan berpantang dan berpuasa. Meningkatkan hidup doa agar kita dikuatkan menghadapi godaan si jahat dan seperti Yesus yang menang melawan godaan Iblis, kita juga mau taat dan setia pada kehendak Bapa.<br \/>\nKita mengisi masa tobat ini dengan berbagi kasih dan melayani agar semakin menyerupai Kristus \u201cyang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.\u201d (Mat 20:28).<br \/>\nSedekah yang kita berikan menjadi tanda solidaritas kita dengan saudara saudari dina Yesus. Yesus telah bersabda, \u201cSesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.\u201d (Mat 25:40).<br \/>\nSemoga misteri Paskah Kristus, yakni sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus menjadi peristiwa hidup kita juga.<\/p>\n<p>Selamat hari baru, Tuhan Yesus menemani kita sepanjang hari\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 16 Feb 2024<br \/>\nJumat Rabu Abu<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Am 5:14<br \/>\nBacaan Injil: Mat 9:14-15<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nAm 5:14<br \/>\nCarilah yang baik dan jangan yang jahat,<br \/>\nsupaya kamu hidup,<br \/>\ndan Allah akan menyertai kamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 9:14-15<br \/>\nMempelai itu akan diambil dari mereka,<br \/>\ndan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata,<br \/>\n&#8220;Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa,<br \/>\ntetapi murid-murid-Mu tidak?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita<br \/>\nselama mempelai itu bersama mereka?<br \/>\nTetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka,<br \/>\ndan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>*********************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dDapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.\u201d (Mat 9: 15)<\/p>\n<p>Berpuasa adalah salah satu praktek kesalehan yang wajib ditaati oleh semua orang Yahudi, di samping berdoa dan bersedekah. Praktek-praktek kesalehan itu diwariskan kepada kita umat Kristiani. Akan tetapi puasa yang dikehendaki oleh Yesus adalah tindakan berdasarkan kesadaran iman yang mendalam dan jujur, bukan sekadar mengikuti tradisi atau bahkan untuk memamerkan kesalehan pribadi kepada sesama. Maka:<\/p>\n<p>Puasa yang dikehendaki Yesus adalah upaya membersihkan diri dari kecenderungan yang tidak sehat, yang tumbuh dalam diri kita dan mengolahnya sehingga mendatangkan kebaikan bagi sesama dan diri sendiri.<br \/>\nPuasa dilakukan tanpa menuntut orang lain untuk melakukan hal yang sama, apalagi menuntut orang lain menciptakan suasana yang mendukung kita untuk berpuasa. Berpuasalah dalam keseharian kita.<br \/>\nPaus Fransiskus pernah berkata: &#8220;Ketidakpedulian kepada sesama kita dan Tuhan juga merupakan godaan nyata bagi kita orang Kristen. Setiap tahun selama masa Prapaska kita perlu mendengar sekali lagi suara para \u201cnabi\u201d yang berseru dan mengusik hati nurani kita. Kita sering tidak mampu merasakan belarasa pada jeritan orang miskin, menangis bersama orang lain yang menderita, dan merasa perlu untuk membantu mereka, seolah-olah semua ini adalah tanggung jawab orang lain, bukan kita sendiri.&#8221;<\/p>\n<p>Mari kita perhatikan sabda Nabi Yesaya pada bacaan pertama: \u201cBerpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu,\u201d [Yes 58: 6 \u2013 8].<\/p>\n<p>Tuhan, semoga kami di masa Prapaska ini lebih membuka mata, telinga dan hati kami bagi saudara-saudari kami yang berkebutuhan. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Selamat berpantang dan berpuasa. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"YIMvW50Kg2\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/puasa-yang-dikehendaki-tuhan\/\">PUASA YANG DIKEHENDAKI TUHAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;PUASA YANG DIKEHENDAKI TUHAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/puasa-yang-dikehendaki-tuhan\/embed\/#?secret=2bwqeO719w#?secret=YIMvW50Kg2\" data-secret=\"YIMvW50Kg2\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 16 Februari 2024 Matius 9:15 (Mat 9:14-15) Jawab Yesus kepada mereka: &#8220;Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-42273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42273"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42273\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42274,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42273\/revisions\/42274"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}