{"id":42014,"date":"2024-02-13T11:45:14","date_gmt":"2024-02-13T04:45:14","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42014"},"modified":"2024-02-13T11:45:14","modified_gmt":"2024-02-13T04:45:14","slug":"selasa-13-februari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=42014","title":{"rendered":"Selasa, 13 Februari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 13 Februari 2024<br \/>\nMarkus 8:14-16 (Mrk 8:14-21)<br \/>\nKemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: &#8220;Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.&#8221; Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: &#8220;Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.&#8221;<\/p>\n<p>Gagal paham. Itulah yang sering terjadi dengan murid-murid Yesus pada apa yang Yesus katakan atau lakukan.<br \/>\nSaat Yesus mengingatkan mereka untuk waspada terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes, mereka pikir Yesus bermaksud menyinggung kelalaian mereka karena hanya membawa satu roti dalam perjalanan kali ini.<br \/>\nPadahal Yesus bukan bermaksud demikian. Ia mengingatkan mereka mengenai ragi orang Farisi dan ragi Herodes sebagai sebuah perumpamaan.<br \/>\nRagi orang Farisi maksudnya pengaruh buruk prinsip hidup dan pola hidup orang Farisi yang menjalankan agama secara formal, hanya sekedar mengikuti aturan dan tradisi dan mengabaikan apa yang menjadi inti atau jiwa dari agama yakni iman, harap dan cinta kasih.<br \/>\nDi pihak lain mereka diminta Yesus untuk waspada terhadap pengaruh prinsip dan pola hidup Raja Herodes dan pengikutnya, yang tidak peduli dengan nilai keagamaan, hanya mengejar kekuasaan dan harta duniawi.<br \/>\nPeringatan Yesus bagi murid-muridNya dahulu menjadi pesan yang sangat bermakna bagi kita saat ini, agar jangan karena formalisme agama, orang hanya melihat perbedaan yang memisahkan, yang satu merasa benar dan mempersalahkan yang lain, tanpa melihat nilai-nilai keimanan yang harusnya mempersatukan kita sebagai anak-anak Allah yang tetap harus saling mengasihi sekalipun berbeda agama.<br \/>\nDemikian juga jangan sampai karena mengejar kuasa dan harta dunia, kita lupa akan harta rohani, roti hidup yakni Yesus sendiri yang adalah sumber rejeki hidup kita.<br \/>\nKita harus bekerja mencari nafkah, tapi jangan lupa bersyukur kepada Tuhan dan berbagi kasih dengan sesama. Ora et labora, berdoa dan bekerja, terus jaga keseimbangan, jasmani dan rohani.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Hari Karnaval sebelum Rabu Abu, masa Prapaskah. Tuhan Yesus memberkati\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 13 Feb 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa VI<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:23<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 8:14-21<br \/>\n***************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:23<br \/>\nJika seorang mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku.<br \/>\nBapa-Ku akan mengasihi dia,<br \/>\ndan Kami akan datang kepadanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 8:14-21<br \/>\nAwaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti.<br \/>\nHanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.<br \/>\nLalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya,<br \/>\n&#8220;Berjaga-jagalah dan awaslah<br \/>\nterhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.&#8221;<\/p>\n<p>Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain,<br \/>\n&#8220;Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.&#8221;<\/p>\n<p>Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan,<br \/>\nIa berkata, &#8220;Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti?<br \/>\nBelum jugakah kalian memahami dan mengerti?<br \/>\nTelah degilkah hatimu?<br \/>\nKalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat?<br \/>\nDan Kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar?<br \/>\nSudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu,<br \/>\nberapa bakul penuh<br \/>\npotongan-potongan roti kamu kumpulkan?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Dua belas bakul.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu,<br \/>\nberapa bakul penuh<br \/>\npotongan-potongan roti kamu kumpulkan?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Tujuh bakul.&#8221;<br \/>\nLalu kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Masihkah kalian belum mengerti?&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cBerjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.&#8221; [Mrk 8: 15]<\/p>\n<p>Tidak perlu banyak ragi untuk membuat adonan mengembang. Ragi itu meresap ke dalam adonan, yang membuatnya tumbuh dan mengembang. Ini adalah gambaran yang Yesus gunakan di sini untuk mengilustrasikan apa yang dapat terjadi ketika ragi ketidakpercayaan disimpan dalam diri kita. Ragi itu bertumbuh. Ia mengembang. Ragi itu merusak &#8211; itulah ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Kita perlu memeriksa diri kita sendiri apakah ada kejahatan yang baru tumbuh dalam diri kita.<\/p>\n<p>Yesus menunjukkan kepada murid-murid-Nya cara untuk memerangi pertumbuhan batin yang negatif ini. Dia berbicara tentang mata yang tidak melihat dan telinga yang tidak mendengar. Jika indera rohani tidak digunakan, maka ragi yang buruk akan terus bertumbuh tanpa terkendali. Tetapi dengan membuka mata dan telinga rohani kita, kita dapat menyambut rahmat baru untuk membantu kita melihat hal-hal yang kita lewatkan sebelumnya. Ketika kita mulai dapat melihat bahwa Tuhan senantiasa bekerja dalam hidup kita, ragi negatif akan kehilangan kekuatannya yang merusak.<\/p>\n<p>Cara lain untuk memerangi ragi jahat dan mengaktifkan indera rohani adalah dengan mengingat berkat-berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita: &#8220;Tidakkah kamu ingat, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang\u2026 dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang\u2026&#8221; Kenangan akan keselamatan adalah aspek penting dari pandangan Yahudi-Kristen. Mengenang kembali sejarah keselamatan memberikan pandangan yang lebih luas bagi umat Katolik yang memerangi ragi yang jahat. Namun, sangat penting untuk menerapkan pemahaman ini secara pribadi &#8211; untuk mengingat berapa kali Tuhan datang campur tangan dalam peristiwa-peristiwa hidup kita, memberi terang, menunjukkan jalan, menghindarkan bahaya\u2026.. Ketika kita terus mengingatnya, ragi jahat itu tidak akan berkuasa merusak hidup kita.<\/p>\n<p>Tuhan, betapa banyak ragi jahat mengancam jiwaku. Bantulah aku untuk menyadari bahwa keragu-raguan yang semakin merebak adalah tanda bahwa aku telah mengabaikan dan melupakan perbuatan-perbuatan-Mu yang luar biasa dalam hidupku. Lumuri aku dengan ragi rohani dan kenangan akan kebaikan dan karunia-Mu.<\/p>\n<p>\u201cAku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala,\u201d (Mzm 77: 12) Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!\u201d (Mzm 103: 2).<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan mahabaik. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"RnTfhlOO1v\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/ragi-kejahatan\/\">RAGI KEJAHATAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;RAGI KEJAHATAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/ragi-kejahatan\/embed\/#?secret=wKzHH181JW#?secret=RnTfhlOO1v\" data-secret=\"RnTfhlOO1v\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 13 Februari 2024 Markus 8:14-16 (Mrk 8:14-21) Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: &#8220;Berjaga-jagalah dan awaslah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-42014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42014"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42015,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42014\/revisions\/42015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}