{"id":41720,"date":"2024-02-08T07:47:00","date_gmt":"2024-02-08T00:47:00","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=41720"},"modified":"2024-02-08T07:47:00","modified_gmt":"2024-02-08T00:47:00","slug":"kamis-08-februari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=41720","title":{"rendered":"Kamis, 08 Februari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 08 Februari 2024<br \/>\nMarkus 7:27-28 (Mrk 7:24-30)<br \/>\nYesus berkata kepada perempuan Siro-Fenisia itu: \u201cBiarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.&#8221; Tetapi perempuan itu menjawab: &#8220;Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.&#8221;<\/p>\n<p>Penolakan Yesus atas permintaan perempuan Siro-Fenisia (ini adalah daerah orang yang tidak beriman kepada Allah), tidak membuat ibu ini putus asa. Cintanya yang begitu besar pada putrinya, mendorong dia untuk tidak mundur, tidak putus asa dan terus bermohon. Ia yakin Yesus pasti menolong. Dengan penuh kerendahan hati ia meminta Yesus berbagi berkat, biarpun tinggal sisa-sisa dari jatah yang tersedia bagi orang Israel.<br \/>\nYesus sangat tersentuh oleh iman, kegigihan, dan kerendahan hati ibu ini. Tak tanggung-tanggung, saat itu juga doanya terkabul, anaknya sembuh dari roh jahat.<br \/>\nKegigihan perempuan Siro-Fenisia ini kiranya menjadi teladan bagi kita dalam mendekati Tuhan dengan penuh iman, ketekunan dan kerendahan hati. Bila seakan pintu rahmat tertutup, jangan putus asa mengetuk. Yesus telah berjanji \u201cketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.\u201d (Mat 7:7).<br \/>\nSetiap doa kita adalah sebuah ketukan di pintu hati Yesus. Bila Ia tidak segera bertindak, bukan berarti pintu tertutup. Kita percaya waktu Tuhan itulah yang terbaik. Sabar menanti adalah ungkapan kerendahan hati untuk berserah pada kehendak Tuhan.<br \/>\nSatu hal lagi, cinta si ibu kepada anaknya mendorongnya untuk tidak menyerah. Cinta akan selalu menemukan jalan. Mari terus menambah cinta kita pada orang yang ingin kita doakan, agar ada dorongan untuk tidak menyerah dan terus berserah.<\/p>\n<p>Selamat hari baru, pintu berkat Tuhan kiranya terbuka bagi kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 08 Feb 2024<br \/>\nKamis Pekan Biasa V<br \/>\nPF S. Yosefina Bhakti, Perawan<br \/>\nPF S. Hieronimus Emilianus<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yak 1:21<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 7:24-30<br \/>\n*****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYak 1:21<br \/>\nTerimalah dengan lemah lembut<br \/>\nsabda Allah yang tertanam dalam hatimu,<br \/>\nsebab sabda itu berkuasa menyelamatkan kamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 7:24-30<br \/>\nAnjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea<br \/>\ndan berangkat ke daerah Tirus.<br \/>\nIa masuk ke sebuah rumah<br \/>\ndan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya.<br \/>\nTetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.<br \/>\nMalah di situ ada seorang ibu,<br \/>\nyang anak perempuannya kerasukan roh jahat.<br \/>\nBegitu mendengar tentang Yesus,<br \/>\nIbu itu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.<br \/>\nIbu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia.<br \/>\nIa mohon kepada Yesus supaya mengusir setan itu dari anaknya.<\/p>\n<p>Yesus berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Biarlah anak-anak kenyang dahulu!<br \/>\nTidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak<br \/>\ndan melemparkannya kepada anjing.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi ibu itu menjawab, &#8220;Benar, Tuhan!<br \/>\nTetapi anjing di bawah meja pun<br \/>\nmakan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.&#8221;<br \/>\nLalu Yesus berkata kepada ibu itu,<br \/>\n&#8220;Karena kata-katamu itu, pulanglah,<br \/>\nsebab setan itu sudah keluar dari anakmu.&#8221;<br \/>\nIbu itu pulang ke rumah<br \/>\ndan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur,<br \/>\nsedang setan itu sudah keluar.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<br \/>\nKamis, 08 Februari 2024<br \/>\nHari Biasa<br \/>\nInjil : Mrk. 7 : 24 &#8211; 30<\/p>\n<p>DEKATILAH TUHAN DENGAN IMAN YANG TEGUH<\/p>\n<p>\u201dSeringkali perasaan cepat tersinggung menghentikan langkah bahkan membuat kita berbalik dari langkah-langkah yang telah kita tapaki.\u201d<\/p>\n<p>Tekad bulat dan kepercayaan penuh kepada Yesus yang sanggup menyembuhkan anaknya membuat perempuan itu tetap tegar berdiri dengan keinginannya walaupun mendapatkan tantangan bahkan hinaan dalam kisah Injil hari ini: &#8220;Tetapi perempuan itu menjawab: &#8220;Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.&#8221; ( ayat 28 )<\/p>\n<p>Karena itu, menjadi bahan permenungan bagi kita di pagi ini yakni:<\/p>\n<p>1) Sejauh manakah tekad kita untuk menggapai apa yang kita cita-citakan atau mohonkan dari Tuhan?<\/p>\n<p>2) Apakah kita tetap memiliki mental baja dalam menghadapi setiap kritikan, hinaan, tantangan dan cobaan yang merintangi perjalanan kita menggapai puncak?<\/p>\n<p>3) Setegar apakah hati dan daya juang kita demi membantu orang lain mencapai cita dan impian mereka?<\/p>\n<p>Dalam segala hal teruslah melangkah dengan penuh iman dan keyakinan maka engkau akan sangat dekat dengan cita dan impianmu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 08 Februari 2024 Markus 7:27-28 (Mrk 7:24-30) Yesus berkata kepada perempuan Siro-Fenisia itu: \u201cBiarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.&#8221; Tetapi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-41720","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=41720"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41721,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41720\/revisions\/41721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=41720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=41720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=41720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}