{"id":41397,"date":"2024-02-03T08:53:25","date_gmt":"2024-02-03T01:53:25","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=41397"},"modified":"2024-02-03T08:53:25","modified_gmt":"2024-02-03T01:53:25","slug":"sabtu-03-februari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=41397","title":{"rendered":"Sabtu, 03 Februari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 03 Februari 2024<br \/>\nMarkus 6:34 (Mrk 6:30-34)<br \/>\nKetika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.<\/p>\n<p>Sudah menjadi karakter Yesus bahwa Ia selalu tergerak hati oleh belaskasihan untuk menolong orang. Sekalipun Ia begitu lelah, belum makan dan perlu istirahat.<br \/>\nKata \u201dtergerak hati\u201d yang dipakai oleh penginjil Markus,_diterjemahkan dari bahasa Yunani: \u201dSplagchnizomai\u201d yang artinya \u2018kepekaan nurani untuk segera bertindak.\u2019<br \/>\nGerakan hati ini selalu disertai reaksi tubuh seperti sakit perut. Maksudnya, bila tidak segera dilaksanakan maka organ tubuh di bagian perut akan bereaksi dan menimbulkan rasa sakit. Seperti halnya orang yang terdesak untuk \u2018ke belakang\u2019 atau \u2018kebelet\u2019. Atau seperti orang yang sangat lapar dan perutnya harus segera diisi.<br \/>\nUskup Socrates dari Manila pernah berkata bahwa bila orang didorong oleh cinta yang kuat, sama halnya dorongannya dengan perut yang harus diisi atau harus dikosongkan, itulah tandanya bahwa ia sungguh mencintai. Ia tidak akan berlambat dan segera bertindak.<br \/>\nSikap hati yang sama dikenakan Yesus untuk orang Samaria yang baik hati, yang tergerak hatinya untuk menolong orang yang dirampok dan disiksa. Ia segera bertindak (Luk 10:33).<br \/>\nHati Yesus pasti tergerak melihat orang yang butuh pertolongan dan kasihNya. Ia tidak akan berlambat dan segera mengulurkan tangan.<br \/>\nJangan pernah ragu untuk datang kepada Yesus memohon belaskasihanNya. Ia selalu peduli dan segera bertindak. Di pihak lain, semoga kita juga selalu peduli dan tergerak hati oleh belaskasihan dan segera mengulurkan tangan.<br \/>\n\u201dYa Yesus, jadikanlah hati kami seperti hatiMu, kasih kami seperti kasihMu.\u201d<\/p>\n<p>Happy Weekend. Kasih Yesus mendorong kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 03 Feb 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa IV<br \/>\nPF S. Ansgarius, Uskup<br \/>\nPF S. Blasius, Uskup dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:27<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 6:30-34<br \/>\n**************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:27<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan.<br \/>\nAku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 6:30-34<br \/>\nMereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada waktu itu<br \/>\nYesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil.<br \/>\nSetelah menunaikan tugas itu<br \/>\nmereka kembali berkumpul dengan Yesus<br \/>\ndan memberitahukan kepada-Nya<br \/>\nsemua yang mereka kerjakan dan ajarkan.<br \/>\nLalu Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Marilah ke tempat yang sunyi,<br \/>\nsupaya kita sendirian, dan beristirahatlah Sejenak!&#8221;<br \/>\nMemang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi,<br \/>\nsehingga makan pun mereka tidak sempat.<br \/>\nMaka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.<br \/>\nTetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat,<br \/>\ndan mereka mengetahui tujuannya.<br \/>\nDengan mengambil jalan darat<br \/>\nsegeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu<br \/>\ndan mereka malah mendahului Yesus.<br \/>\nKetika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak,<br \/>\nMaka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka,<br \/>\nkarena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.<br \/>\nLalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>**************************************<\/p>\n<p>MENCARI TEMPAT DAN WAKTU HENING\/SUNYI<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Sabtu, 3 Februari 2024<br \/>\nMinggu Biasa IV\/B\/II<br \/>\nMrk. 6:30-34: Yesus memberi makan limaribu orang.<\/p>\n<p>Di tengah kesibukan-Nya untuk MELAYANI, BERKARYA, MENGABDI Yesus selalu berusaha untuk MENCARI WAKTU DAN TEMPAT HENING\/SUNYI. Di tempat dan waktu hening itu, selain untuk beristirahat, Yesus memakainya juga untuk BERDIALOG, BERKOMUNIKASI, &#8220;CURHAT&#8221; dengan Bapa-Nya. Yesus, sebagai manusia, SADAR bahwa BUAH2 BELASKASIH dan KEBAIKAN dalam pelayananNya BISA LAHIR HANYA dari DIALOG, KOMUNIKASI YANG PERSONAL DAN INTENS\/MENDALAM dengan BapaNya dalam dan di tempat keheningan. &#8220;Kemudian rasul2 itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepadaNya SEMUA YANG MEREKA KERJAKAN DAN AJARKAN. Lalu Ia berkata kepada mereka: Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah SEKETIKA&#8221; (Mrk.6:30-31).<\/p>\n<p>Pesan Injil untuk saya, anda. Di tengah kesibukan harian dan mingguan saya\/anda, tetap ada waktu untuk &#8220;beristirahat&#8221;, ada waktu dan tempat yang sunyi\/hening. Sesibuk apapun saya, anda, tetap ada waktu dan tempat untuk Tuhan. Hari Minggu dan Hari2 Raya yang disamakan dengan Hari Minggu seperti Hari Raya SP Maria Bunda Allah 1 Januari, Kenaikan Yesus Kristus Ke Surga dan Hari2 lain yan diwajibkan menurut ajaran Gereja Katolik seperti misalnya Hari Rabu Abu adalah waktunya, dan ini WAJIB untuk umat Kristiani Katolik, bukan vakuktatip! &#8220;Kuduskanlah hari Tuhan!&#8221; adalah perintah Tuhan sendiri!<br \/>\nDi Gereja, kapel, atau tempat ibadat darurat yang telah disepakati sebagai tempat ibadat bersama adalah tempatnya! Boleh juga (vakultatip) tiap hari waktunya, dalam Misa Harian.<br \/>\nSaya, anda berdialog, berkomunikasi dengan Tuhan MENGUCAP SYUKUR untuk segala rahmat dan berkat yang telah dinikmati selama sehari atau selama seminggu SEKALIGUS MEMOHON RAHMAT DAN BERKAT BARU untuk sepanjang hari (misa harian) atau untuk seminggu ke depannya (Misa Hari Minggu). Tanpa doa dan keheningan hidup ini hanya menjadi dan melahirkan &#8220;semangat belaskasih semu&#8221;, hanya ingin memuliakan diri sendiri, bukannya untuk memuliakan Tuhan. Doa dan karya\/pelayanan belaskasihan berjalan seimbang. Doa dan kesibukan harian mesti seimbang, diberi tempat dan waktu yang tepat. Diberi porsi yang seimbang. Oleh karena itu Berilah waktu dan tempat untuk keheningan di tengah kesibukan duniawi ini, di tengah kesibukan harian dan TERUTAMA WAJIB di tengah KESIBUKAN MINGGUAN saya, anda.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda sekalian yang tetap beri waktu dan tempat untuk keheningan di tengah kesibukan harian dan terutama kesibukan MINGGUAN saya,\u00a0anda.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 03 Februari 2024 Markus 6:34 (Mrk 6:30-34) Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-41397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=41397"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41398,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41397\/revisions\/41398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=41397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=41397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=41397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}