{"id":41333,"date":"2024-02-02T14:34:38","date_gmt":"2024-02-02T07:34:38","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=41333"},"modified":"2024-02-02T14:34:38","modified_gmt":"2024-02-02T07:34:38","slug":"jumat-02-februari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=41333","title":{"rendered":"Jumat, 02 Februari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 02 Februari 2024<br \/>\nPesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah<br \/>\nLukas 2:28-32 (Luk 2:22-40)<br \/>\nSimeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: \u201cSekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.&#8221;<\/p>\n<p>Hari ini, tanggal 2 Februari, adalah 40 hari sesudah hari kelahiran Yesus, 25 Desember. Sesuai tradisi Yahudi, pada hari ke 40 orangtua Yesus, Yosep dan Maria membawaNya ke Bait Allah untuk dipersembahkan kepada Allah dan untuk pentahiran ibuNya, Maria. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam hukum Taurat, yakni dalam Keluaran 13 dan Kitab Imamat 12.<br \/>\nAdalah di Bait Allah pada hari itu, seorang bernama Simeon dan yang lainnya Hana. Mereka berdua dengan rindu menantikan kedatangan Mesias yang dijanjikan Allah. Oleh bisikan Roh Kudus Simeon maupun Hana mengenali dalam bayi Yesus, Sang Mesias Penyelamat umat manusia. Segala doa, harapan dan kerinduan hati mereka terpenuhi. Bagi Simeon dan Hana, tak ada lagi yang mereka nantikan dan harapkan selain berjumpa dengan Sang Mesias.<br \/>\nSesungguhnya pengabulan doa kita yang sebenarnya bukan hanya terpenuhinya permintaan-permintaan yang kita ajukan, tapi lebih dari itu yakni pengenalan akan kehadiran Allah dalam setiap peristiwa hidup kita, entah suka maupun duka. Kita dapat berjumpa setiap saat dengan Yesus dan melihat Ia hadir di setiap doa, ibadah, aktivitas bahkan dalam perjumpaan dengan sesama.<br \/>\nMari memaknai hari-hari hidup kita dengan perjumpaan tak henti bersama Yesus yang turut berjalan dan bekerja bersama kita. Bersatu dengan Yesus semua yang kita lakukan menjadi begitu berarti.<br \/>\nKata Paulus, \u201cBerdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.\u201d (1 Kor 15:58).<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat pertama di bulan Februari. Yesus selalu hadir menguatkan kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 02 Feb 2024<br \/>\nJumat Pekan Biasa IV<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 2:32<br \/>\nBacaan Injil: Luk 2:22-40<br \/>\n****************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 2:32<br \/>\nDialah terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain<br \/>\ndan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 2:22-40<br \/>\nMataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.<\/p>\n<p>*_Inilah Injil Suci menurut Lukas : _*<\/p>\n<p>Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat Musa,<br \/>\nMaria dan Yosef membawa Anak Yesus ke Yerusalem<br \/>\nuntuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,<br \/>\nseperti ada tertulis dalam hukum Tuhan,<br \/>\n&#8220;Semua anak laki-laki sulung<br \/>\nharus dikuduskan bagi Allah.&#8221;<br \/>\nJuga mereka datang untuk mempersembahkan kurban<br \/>\nmenurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan,<br \/>\nyaitu sepasang burung tekukur<br \/>\natau dua ekor anak burung merpati.<\/p>\n<p>Waktu itu adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon.<br \/>\nIa seorang yang benar dan saleh hidupnya,<br \/>\nyang menantikan penghiburan bagi Israel.<br \/>\nRoh Kudus ada di atasnya,<br \/>\ndan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus,<br \/>\nbahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias,<br \/>\nyaitu Dia yang diurapi Tuhan.<\/p>\n<p>Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah.<br \/>\nKetika Anak Yesus dibawa masuk oleh orang tua-Nya,<br \/>\nuntuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,<br \/>\nSimeon menyambut Anak itu<br \/>\ndan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya,<br \/>\n&#8220;Sekarang Tuhan,<br \/>\nbiarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera,<br \/>\nsesuai dengan firman-Mu,<br \/>\nsebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,<br \/>\nyang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,<br \/>\nyaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain<br \/>\ndan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.&#8221;<\/p>\n<p>Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu<br \/>\nyang dikatakan tentang Anak Yesus.<br \/>\nLalu Simeon memberkati mereka,<br \/>\ndan berkata kepada Maria, ibu Anak itu,<br \/>\n&#8220;Sesungguhnya Anak ini ditentukan<br \/>\nuntuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel<br \/>\ndan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan<br \/>\n&#8211; dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -,<br \/>\nsupaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Ada juga disitu seorang nabi perempuan,<br \/>\nanak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana.<br \/>\nIa sudah sangat lanjut umurnya.<br \/>\nSesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya,<br \/>\ndan sekarang ia sudah janda,<br \/>\nberumur delapan puluh empat tahun.<br \/>\nIa tidak pernah meninggalkan Bait Allah,<br \/>\ndan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.<\/p>\n<p>Pada saat Anak Yesus dipersembahkan di Bait Allah<br \/>\nHana pun datang ke Bait Allah,<br \/>\ndan bersyukur kepada Allah<br \/>\nserta berbicara tentang Anak Yesus kepada semua orang<br \/>\nyang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.<\/p>\n<p>Setelah menyelesaikan semua<br \/>\nyang harus dilakukan menurut hukum Tuhan,<br \/>\nkembalilah Maria dan Yusuf serta Anak Yesus<br \/>\nke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.<br \/>\nAnak itu bertambah besar dan menjadi kuat,<br \/>\npenuh hikmat,<br \/>\ndan kasih karunia Allah ada pada-Nya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>********************************<\/p>\n<p>PERHATIKAN, HAYATI DAN LAKSANAKAN TRADISI DAN KEHIDUPAN KEAGAMAAN SAYA, ANDA<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Jumat, 2 Februari 2024<br \/>\nMinggu Biasa IV\/B\/II<\/p>\n<p>Luk. 2:22-40: Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan. Simeon dan Hana.<\/p>\n<p>Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah<\/p>\n<p>Injil dan pesta hari ini sarat dengan tradisi, kebiasaan kehidupan keagamaan. Yesus dipersembahkan kepada Allah di Bait Allah di Yerusalem adalah sebuah tradisi\/praktek kehidupan keagamaan kala itu. Tradisi, kebiasaan, praktek kehidupan keagamaan yang tentu bertujuan untuk mendapatkan rahmat, berkat, kekuatan dari Tuhan sendiri bagi yang melakukannya.<\/p>\n<p>Maria dan Yosef mempersembahkan Yesus, Putera terbaiknya kepada Allah. Juga dipersembahkan persembahan yang lain, sepasang burung merpati atau dua ekor burung merpati (Luk. 2:22-24). Persembahan yg terbaiknya diberikan kp Tuhan supaya Tuhan sendiri &#8220;memberkati&#8221; persembahan itu menjadi rahmat dan berkat utk mereka. Bahkan Yesus dijadikan persembahan, yg diterima dalam rupa Tubuh dan DarahNya, dan menjadi rahmat, berkat, kekuatan bagi Maria, Yosef, Simeon, Hana, saya, anda!!<\/p>\n<p>Simeon dan Hana adalah orang yang MENGABDIKAN SELURUH HIDUPNYA BAGI ALLAH dalam doa dan puasa yang tak kunjung henti (Luk. 2:25.36). Ini tradisi, kebiasaan, praktek kehidupan keagamaan yang luar biasa di Yerusalem. Ada waktu dan tempat untuk Tuhan dalam kehidupan duniawi ini. Berkat ketekunan mereka, Simeon dan Hana mengalami rahmat, berkat, dan kunjungan Tuhan Yesus sebagai Terang hidup mereka.<\/p>\n<p>Saya dan anda diajak untuk selalu ada waktu untuk Tuhan untuk &#8220;mempersembahkan diri kp Tuhan&#8221; di tengah kesibukan duniawi ini, terutama dalam Misa Harian (fakultatip) dan yang wajib dalam Misa\/Ibadat Sabda pada setiap hari Minggu DALAM SETAHUN (sekurang2nya 52 Hari Minggu) dan Hari2 Raya yang &#8220;disamakan dengan Hari Minggu&#8221; di Bait Allah, Kenisah, Kapel atau tempat Ibadat yang disepakati bersama utk menimba rahmat, berkat, kekuatan dari Tuhan (&#8220;Kuduskanlah Hari Tuhan!&#8221; adalah Perintah Tuhan sendiri).<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda sekalian yang memperhatikan, menghayati dan mempraktekkan tradisi, kebiasaan, kewajiban serta kehidupan keagamaan saya, anda di tengah kesibukan duniawi saya, anda pd zaman\u00a0ini.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 02 Februari 2024 Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah Lukas 2:28-32 (Luk 2:22-40) Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: \u201cSekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-41333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=41333"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41333\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41334,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41333\/revisions\/41334"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=41333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=41333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=41333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}