{"id":40812,"date":"2024-01-24T12:27:23","date_gmt":"2024-01-24T05:27:23","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40812"},"modified":"2024-01-24T12:27:23","modified_gmt":"2024-01-24T05:27:23","slug":"rabu-24-januari-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40812","title":{"rendered":"Rabu, 24 Januari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 24 Januari 2024<br \/>\nMarkus 4:3-4 (Mrk 4:1-20)<br \/>\n\u201dDengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis\u2026\u201d<\/p>\n<p>Yesus menggambarkan Allah Bapa sebagai seorang penabur. Tapi anehnya, si Penabur ini kelihatan bukan ahli dalam memilih tempat untuk menabur. Bukankah Ia harus memilih tanah yang baik baru benih ditabur? Mengapa sampai ada benih yang jatuh di pinggir jalan, di tanah yang berbatu, bahkan di tengah semak berduri?<br \/>\nKalau kita simak lebih dalam, ternyata apa yang aneh dan ganjil dalam sebuah perumpamaan Yesus, di situlah justru letak pesan perumpamaan itu, yakni keistimewaan Allah kita yang bertindak jauh melampaui daya nalar dan kebiasaan manusia.<br \/>\nBerbeda dengan kita, Allah tidak membeda-bedakan anak-anakNya. Allah menabur benih sabdaNya kepada semua orang tanpa peduli jenis karakternya, apakah ia orang baik atau tidak, pandai atau bodoh, kaya atau miskin, tua atau muda, dari mana ia berasal. Sama halnya hujan tidak jatuh hanya bagi orang baik, dan matahari tidak bersinar hanya bagi orang suci.<br \/>\nSiapapun kita, benih kasih Allah terus dianugerahkan. Mari terus benahi diri, bersihkan hati, bekerjasama dengan rahmat Allah agar hati kita menjadi tanah yang subur dan kita dapat berbuah, di tempat di mana kita ditanam.<br \/>\nTak perlu menyesali diri dan melihat apa yang kurang dalam diri kita. Tak perlu juga membedakan diri dengan berkat yang diterima orang lain. Mari mengandalkan Tuhan, dan sadarilah bahwa tanpa rahmat dan belas kasih Allah, kita tak berdaya apa-apa.<\/p>\n<p>Selamat berkarya, rahmat Tuhan cukuplah bagi kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 24 Jan 2024<br \/>\nRabu Pekan Biasa III<br \/>\nPW S. Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 4:1-20<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 4:1-20<br \/>\nSeorang penabur keluar untuk menabur.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus mengajar di tepi danau Galilea.<br \/>\nMaka datanglah orang yang sangat besar jumlahnya<br \/>\nmengerumuni Dia,<br \/>\nsehingga Ia terpaksa naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh,<br \/>\nlalu duduk di situ,<br \/>\nsedangkan semua orang banyak itu ada di darat,<br \/>\ndi tepi danau itu.<br \/>\nDan Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka<br \/>\ndalam bentuk perumpamaan.<br \/>\nDalam ajaran-Nya itu Yesus berkata kepada mereka:<br \/>\n&#8220;Dengarlah! Ada seorang penabur keluar untuk menabur.<br \/>\nPada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan,<br \/>\nlalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.<br \/>\nSebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu,<br \/>\nyang tidak banyak tanahnya,<br \/>\nlalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.<br \/>\nTetapi sesudah matahari terbit,<br \/>\nlayulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.<br \/>\nSebagian lagi jatuh di tengah semak duri,<br \/>\nlalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati,<br \/>\nsehingga benih itu tidak berbuah.<br \/>\nDan sebagian jatuh di tanah yang baik,<br \/>\nlalu tumbuh dengan subur dan berbuah,<br \/>\nhasilnya ada yang tiga puluh kali lipat,<br \/>\nada yang enam puluh kali lipat,<br \/>\nada yang seratus kali lipat.&#8221;<br \/>\nDan Yesus bersabda lagi,<br \/>\n&#8220;Siapa mempunyai telinga untuk mendengar,<br \/>\nhendaklah ia mendengar!&#8221;<br \/>\nKetika Yesus sendirian,<br \/>\npengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid<br \/>\nmenanyakan arti perumpamaan itu.<br \/>\nJawab-Nya, &#8220;Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah,<br \/>\ntetapi kepada orang-orang luar<br \/>\nsegala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,<br \/>\nsupaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menangkap,<br \/>\nsekalipun mendengar, mereka tidak mengerti,<br \/>\nbiar mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.&#8221;<br \/>\nLalu Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini?<br \/>\nKalau demikian bagaimana kamu dapat memahami<br \/>\nsemua perumpamaan yang lain?<br \/>\nPenabur itu menaburkan sabda.<br \/>\nOrang-orang yang di pinggir jalan, tempat sabda itu ditaburkan,<br \/>\nialah mereka yang mendengar sabda,<br \/>\nlalu datanglah Iblis dan mengambil sabda<br \/>\nyang baru ditaburkan di dalam mereka.<br \/>\nDemikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu,<br \/>\nialah orang-orang yang mendengar sabda itu<br \/>\ndan segera menerimanya dengan gembira,<br \/>\ntetapi sabda itu tidak berakar dan tahan sebentar saja.<br \/>\nApabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan<br \/>\nkarena sabda itu, mereka segera murtad.<br \/>\nDan yang lain, yang ditaburkan di tengah semak duri,<br \/>\nialah yang mendengar sabda itu,<br \/>\ntetapi sabda itu lalu dihimpit oleh kekuatiran dunia,<br \/>\ntipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain<br \/>\nsehingga sabda itu tidak berbuah.<br \/>\nDan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik,<br \/>\nialah orang yang mendengar dan menyambut sabda itu lalu berbuah,<br \/>\nada yang tiga puluh kali lipat,<br \/>\nada yang enam puluh kali lipat,<br \/>\ndan ada yang seratus kali lipat.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>*************<\/p>\n<p>MENJADI PENABUR YANG BAIK DAN TANAH HATI YANG BAIK DAN SUBUR<br \/>\n(RD.John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Rabu, 24 Januari 2024<br \/>\nMinggu Biasa III\/B\/II<\/p>\n<p>Mrk. 4:1-20: Perumpamaan tentang seorang penabur<\/p>\n<p>Pesta St. Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja<\/p>\n<p>Injil mengisahkan perumpamaan tt penabur. Penabur melambangkan Allah, sedangkan tanah adalah manusia (saya,anda). Allah telah menaburkan\/menanamkan &#8220;benihNya&#8221; ke tanah hati, hidup dan karya kita. Benih itu tidak lain dari Allah sendiri, Sabda dan rencana serta kehendakNya, karyaNya. Benih Allah ini: kasih, kebaikan, kedamaian, kebenaran, keadilan, iman, harapan, sukacita, gegembiraan, dll semacam itu SELALU ADA dan TELAH DITANAM dalam hati saya, anda. Diharapkan semuanya itu bertumbuh dan berkembang baik dan subur dalam hati, hidup dan karya saya, anda dan lebih jauh lagi bisa menghasilkan buah yang baik dan berlimpah: buah iman, harap, cintakasih, kedamaian, sukacita, kegembiraan, kebahagiaan, dllnya. Dan yang mendengar dan melaksanakan kehendak Allah mendapat buah atau hasil yang LENGKAP (sesuai dengan sikonnya sendiri), meski hasilnya tidak sama, namun itu sdh lengkap, pas untuk hidup: ada yang mendapat 30 kali lipat, ada yg 60 kali lipat, ada yg 100 kali lipat. Mesti dinikmati dan disyukuri hasilnya itu!! &#8220;..Dan sebagian jatuh di tanah yang baik,ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yg 30 kali lipat, ada yg 60 kali lipat, ada yg 100 kali lipat. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, HENDAKLAH IA MENDENGARKAN! &#8221; (Mrk. 4:7-9).<\/p>\n<p>Namun kenyataannya tidaklah selalu demikian karena &#8220;tanah hati&#8221; manusianya (sy,anda). Ketertutupan hati, keegoisan hati, kesibukan duniawi dan aneka macam ketidakpedulian manusia sering membuat BENIH2 YANG DITANAMKAN ALLAH ITU TIDAK bertumbuh, BERKEMBANG BAHKAN MATI DALAM HATI DAN DIRI SERTA HIDUP MANUSIA.<\/p>\n<p>Saya, anda diajak pertama: untuk menjadi PENABUR BENIH YG BAIK untuk orang lain. Kedua, saya, anda menjadi tanah hati yg baik dan subur untuk benih yang ditanamkan itu dengan mendengarkan dan melaksanakan serta mengamalkan itu di sini saat ini.<\/p>\n<p>Semoga, dengan bantuan doa St. Fransiskus dari Sales, Allah yang Mahakuasa (+) memberkati saya, anda semua yang menjadi penabur yang baik dan menjadi tanah hati yang baik dan subur. Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 24 Januari 2024 Markus 4:3-4 (Mrk 4:1-20) \u201dDengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-40812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40812"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40813,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40812\/revisions\/40813"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}