{"id":40744,"date":"2024-01-22T21:15:52","date_gmt":"2024-01-22T14:15:52","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40744"},"modified":"2024-01-22T21:15:52","modified_gmt":"2024-01-22T14:15:52","slug":"roma-perayaan-seratus-tahun-studium-biblicum-franciscanum-yerusalem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40744","title":{"rendered":"Roma: Perayaan seratus tahun Studium Biblicum Franciscanum Yerusalem"},"content":{"rendered":"<p>Roma: Perayaan seratus tahun Studium Biblicum Franciscanum Yerusalem<\/p>\n<p>Dalam pesta tahunan Universitas dan Rektor Agung Universitas Kepausan Atonianum &#8211; Roma, dengan pemberian penghargaan pada mahasiswa terbaik, tahun ini dirayakan juga peringatan seratus tahun Sekolah Tinggi Kitab Suci Fransiskan.<\/p>\n<p>PROF. AGUSTIN HERN\u00c1NDEZ, ofm<br \/>\nRektor Universitas Kepausan Antonianum<br \/>\nTentu saja tahun ini pesta Universitas dan Rektor Agung menjadi semakin meriah dengan peringatan seratus tahun Studium Biblicum Francescanum. Dibuka dengan cara yang fenomenal, menurut saya, yakni audiensi yang diberikan kepada kami oleh Bapa Suci. Kemudian sore harinya juga di sini di Antonianum, kami ingin mengapresiasi kerjasama dengan berbagai kedutaan besar, khususnya dari Amerika Latin, yang telah menyumbangkan kepada kami sebuah patung untuk acara tersebut, yaitu patung St. Anthonius dari Padua yang kami berkati kemarin, dan kini ditempatkan di pintu masuk Universitas.<\/p>\n<p>Rm. Massimo Fusarelli, Pemimpin Umum Ordo Saudara Dina dan Rektor Agung Universitas Kepausan Antonianum Roma, mengenang Santo Antonius yang didefinisikan oleh Gregorius IX sebagai &#8220;Tabut Kitab Suci&#8221; dan berbicara tentang kehadiran Fransiskan di Tanah Suci.<\/p>\n<p>Rm. Massimo Fusarelli, ofm<br \/>\nPemimpin Umum Ordo Saudara Dina dan Rektor Agung Universitas Kepausan Antonianum Roma<br \/>\nKami telah berada di Tanah Suci selama berabad-abad, sudah sejak zaman Santo Fransiskus, tapi secara resmi sejak tahun 1300 atas mandat Gereja. Dan hari ini kami mendapat konfirmasi lain atas mandat ini. Paus, seperti banyak pendahulunya, sekali lagi mengucapkan terima kasih atas kehadiran kami dalam menjaga tempat-tempat suci. Tapi, tentu kami bukan hanya penjaga batu-batu, tapi juga promotor amanat dari Tanah Suci. Dalam konteks inilah, pembelajaran Kitab Suci di Yerusalem sangatlah berharga karena merupakan buah dari kehadiran di Tanah Suci. Berkat kehadiran, kerja, doa, dan karya pastoral selama berabad-abad di Tanah Suci, baru dapat berdiri Sekolah Tinggi untuk mendalami Kitab Suci, dan arkeologi,serta peneletian di tempat-tempat suci. Karena itu, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi kami, bagi Tanah Suci, dan bagi studi Kitab Suci. Dan seperti yang diingatkan Paus, saya juga mengingatkan untuk mendedikasikan momen ini bagi doa dan komitmen kita terhadap perdamaian di Tanah Suci.<\/p>\n<p>Tanggal 16 Januari sepenuhnya didedikasikan untuk Studium Biblicum Fransiscanum di Yerusalem. Jumlah partisipan yang besar dan intervensi yang penuh semangat dari para pembicara memperlihatkan arti khusus peringatan seratus tahun ini tidak hanya bagi Universitas, tetapi juga bagi Ordo Fransiskan dan bagi Gereja Universal.<\/p>\n<p>Prof. Augustin Hernand\u00e9z Vidales, dalam sapaan pembukanya, menyambut kedatangan Rm. Francesco Patton, Kustos dari Tanah Suci, Rm. Massimo Fusarelli, Pemimpin Umum, Sdra. Rosario Pierri dekan Studium Biblicum Franciscanum dan seluruh otoritas akademis yang hadir pada konferensi tersebut. Acara pagi hari dikoordinir oleh Rm. Matteo Munari, Wakil Dekan SBF.<\/p>\n<p>Kardinal Jos\u00e9 Tolentino De Mendon\u00e7a, Prefek Dikasteri Kebudayaan dan Pendidikan, juga berbicara tentang hubungan tak terpisahkan antara Studium dan Tanah Suci.<\/p>\n<p>Yang Mulia Kardinal JOS\u00c9 TOLENTINO DE MENDON\u00c7A<br \/>\nPrefek Dikasteri Kebudayaan dan Pendidikan<br \/>\n100 tahun ini telah menunjukkan kepada kita perpaduan dari arkeologi, kontak budaya dengan Tanah Suci dan tradisinya di satu sisi; dan pengalaman hidup di tanah suci di sisi lain; perpaduan yang benar-benar menjadi kunci hermeneutik yang diperlukan untuk memahami teks-teks Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Juga bagi identitas Kristiani, kita menerima kontribusi besar dari semua karya luar biasa yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Kitab Suci Fransiskan di Yerusalem ini.<\/p>\n<p>&#8220;Penyelenggaraan Ilahilah yang mengatur agar kitalah yang merayakan ulang tahun keseratus sekolah kita tercinta&#8221; \u2013 kata Sdr. Rosario Pierri, Dekan SBF, dengan haru. Emosi yang sama diungkapkan oleh Rm. Claudio Bottini, dalam kesaksiannya saat mengenang kembali tahap awal berdirinya Fakultas.<\/p>\n<p>\u201cMenggali untuk Tuhan\u201d adalah tema yang dibawakan oleh Rm. Buffon yang menelusuri kembali sejarah lahirnya Sekolah Tinggi Kitab Suci Fransiskan dari Rahim Kustodia, secara pada bidang arkeologi dan geografi Kitab Suci yang menjadi ciri khas sejak awal berdirinya.<\/p>\n<p>Rm. GIUSEPPE BUFFON, ofm<br \/>\nWakil Rektor Universitas Kepausan Antonianum<br \/>\nIman bukanlah sesuatu yang mengawang, tapi sesuatu yang sangat konkrit. Ilmu pengetahuan adalah ilmu yang menjawab permasalahan-permasalahan konkrit dan oleh karena itu tidak akan ada iman tanpa ilmu pengetahuan. Dan tidak akan ada ilmu pengetahuan tanpa iman. Karena seorang ilmuwan yang tidak mempunyai, katakanlah hasrat, tujuan, cakrawala, tidak memiliki hati yang membara untuk meneliti, ia tidak akan meneliti.<\/p>\n<p>Sumber Christian Media Center &#8211; Bahasa Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Roma: Perayaan seratus tahun Studium Biblicum Franciscanum Yerusalem Dalam pesta tahunan Universitas dan Rektor Agung Universitas Kepausan Atonianum &#8211; Roma, dengan pemberian penghargaan pada mahasiswa terbaik, tahun ini dirayakan juga peringatan seratus tahun Sekolah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-40744","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40744","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40744"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40744\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40745,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40744\/revisions\/40745"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}