{"id":40695,"date":"2024-01-22T12:25:20","date_gmt":"2024-01-22T05:25:20","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40695"},"modified":"2024-01-22T12:25:20","modified_gmt":"2024-01-22T05:25:20","slug":"senin-22-januari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40695","title":{"rendered":"Senin, 22 Januari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 22 Januari 2024<br \/>\nMarkus 3:28-29 (Mrk 3:22-30)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus telah menganugerahkan Roh Kudus, Roh-Nya sendiri untuk tinggal dalam hati kita. Roh Kudus yang menjadi sumber nurani, bisikan Allah dalam pikiran dan hati kita untuk melakukan kebaikan dan menolak yang jahat.<br \/>\nBila seseorang memadamkan api Roh Kudus dalam dirinya, maka ia telah menolak sama sekali kehadiran Allah dalam dirinya dan menutup pintu pertobatan yang datang dari Roh Kudus yang setiap saat berbisik dalam nurani untuk kembali kepada Allah dan hidup sesuai martabatnya sebagai anak Allah.<br \/>\nMenolak Roh Kudus berarti ia telah mengeraskan hatinya untuk tidak lagi percaya dan memutuskan untuk hidup tanpa Tuhan. Menghujat Roh Kudus berarti ia telah menyingkirkan Tuhan dalam hidupnya bahkan ia membuat dirinya menjadi tuhan atas hidupnya dan tidak mau hidup dalam tuntunan Allah.<br \/>\nMengikuti Yesus dan percaya pada Allah adalah sebuah keputusan. Allah sangat menghargai keputusan bebas manusia. Bila ia sendiri telah memutuskan untuk terpisah dari Allah maka ia tidak lagi mengharapkan pengampunan dan pertobatan. Inilah dosa kekal yang tak dapat diampuni, karena ia sendiri tidak lagi mendambakan pengampunan.<br \/>\nJanganlah biarkan diri kita maupun orang-orang yang kita cintai terpisah dari Allah. Kita adalah anak-anak Allah. Roh Kudus yang memampukan kita untuk berseru kepada Allah, \u201cAbba, ya Bapa.\u201d<br \/>\nMari selalu membuka pintu hati kita untuk mendengarkan bisikan Roh Kudus agar hati dan pikiran kita selalu tertuju pada Allah Bapa kita. Tanda bahwa Roh Allah masih bekerja dalam diri kita adalah ketika kita mampu mengucapkan doa. Oleh Roh Kudus Allah, mari selalu berseru, \u201cAbba, ya Bapa. Engkaulah Allahku. Buka hatiku untuk selalu dapat mendengar bisikanMu. Kuatkan imanku untuk selalu berserah dan bersandar pada Yesus Tuhan-ku. Tuntunlah langkahku untuk senantiasa berjalan dalam terang sabdaMu.\u201d<\/p>\n<p>Bahagianya hidup selalu ada dalam tuntunan Roh Kudus Allah. Semangat Senin!\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 22 Jan 2024<br \/>\nSenin Pekan Biasa III<br \/>\nPF S. Vinsensius, Diakon dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Tim 1:10<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 3:22-30<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Tim 1:10<br \/>\nPenebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut<br \/>\ndan menerangi hidup dengan Injil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 3:22-30<br \/>\nKesudahan setan telah tiba.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem,<br \/>\ndan berkata tentang Yesus, &#8220;Ia kerasukan Beelzebul!&#8221;<br \/>\nAda juga yang berkata,<br \/>\n&#8220;Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.&#8221;<br \/>\nMaka Yesus memanggil mereka,<br \/>\nlalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan,<br \/>\n&#8220;Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?<br \/>\nKalau suatu kerajaan terpecah-pecah,<br \/>\nkerajaan itu tidak dapat bertahan,<br \/>\ndan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah,<br \/>\nrumah tangga itu tidak dapat bertahan.<br \/>\nDemikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri,<br \/>\nkalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan,<br \/>\nmalahan sudahlah tamatlah riwayatnya!<\/p>\n<p>Camkanlah,<br \/>\nTidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat,<br \/>\nuntuk merampas harta bendanya,<br \/>\nkecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu.<br \/>\nLalu barulah ia dapat merampok rumah itu.<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni,<br \/>\nya, semua hujat yang mereka ucapkan.<br \/>\nTetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus,<br \/>\nia tidak mendapat ampun untuk selama-lamanya,<br \/>\nsebab dosa yang dilakukannya adalah dosa kekal.&#8221;<br \/>\nYesus berkata demikian karena mereka bilang<br \/>\nbahwa Ia kerasukan roh jahat.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA TERNATE, MALUKU UTARA<br \/>\nSenin, 22 Januari 2024<br \/>\nMasa Biasa<br \/>\nInjil : Mrk. 3 : 22 &#8211; 30<\/p>\n<p>TUDUHAN KARENA PRASANGKA BURUK<\/p>\n<p>\u201cJika seseorang tak mampu menahan laju tumbuhnya cemburu dan iri dalam hati dan pikirannya maka akan melahirkan prasangka buruk yang menghasilkan tuduhan tanpa alasan dan bukti.\u201d<\/p>\n<p>Kadang terjadi bahwa kita melabelkan orang lain dengan stigma tertentu bukan karena adanya fakta dan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan melainkan karena kreasi pikiran kita sendiri akibat rasa iri hati dan cemburu yang kita rawat dan jaga di dalam hati dan pikiran kita.<\/p>\n<p>Kebenaran penegasan di atas terbukti dalam tuduhan orang-orang yang cemburu dan iri hati karena Yesus mampu melakukan Mujizat. Maka mereka pun mulai menuduh seperti tertulis dalam Injil hari ini:_\u201cDan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: &#8220;Ia kerasukan Beelzebul,&#8221; dan: &#8220;Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.\u201d ( ayat 22 )-<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus Anda miliki dan perbuat yakni:<\/p>\n<p>1) Akuilah kelebihan, keahlian dan keberhasilan orang lain. Inilah hasil dari kerendahan hati;<\/p>\n<p>2) Padamkanlah cemburu dan iri hati yang ada di dalam dirimu, karena sifat ini akan menghentikan langkahmu dan membenamkan dirimu di tengah keberhasilan orang lain;<\/p>\n<p>3) Motivasikanlah dirimu dan semangatmu dengan keberhasilan orang lain untuk tetap bergerak maju mencapai cita-cita.<\/p>\n<p>Akhirnya bila Anda memelihara sesuatu yang busuk dalam dirimu maka aromanya dapat dicium orang tapi dayanya akan menghancurkanmu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 22 Januari 2024 Markus 3:28-29 (Mrk 3:22-30) \u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-40695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40695"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40696,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40695\/revisions\/40696"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}