{"id":40480,"date":"2024-01-18T13:16:41","date_gmt":"2024-01-18T06:16:41","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40480"},"modified":"2024-01-18T13:16:41","modified_gmt":"2024-01-18T06:16:41","slug":"kamis-18-januari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40480","title":{"rendered":"Kamis, 18 Januari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 18 Januari 2024<br \/>\nMarkus 3:7-8 (Mrk 3:7-12)<br \/>\nYesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.<\/p>\n<p>Begitu banyak orang berbondong-bondong datang, mencari dan mengikuti Yesus ke manapun Ia pergi. Nama-nama tempat yang disebutkan penginjil Markus antara lain Yerusalem, Idumea, Tirus dan Sidon, sesungguhnya sangat jauh dari Galilea. Luar biasa tekad mereka untuk mencari Yesus. Sayangnya semua orang ini, yang lantas ditolong Yesus dan dilayaniNya tanpa kenal lelah, serta mereka semua yang telah melihat dan mengalami mujizat yang dilakukan Yesus, pada suatu ketika terhasut untuk menolak Dia. Orang-orang yang sama ini bahkan ikut menyalibkan Dia.<br \/>\nBegitulah yang terjadi ketika orang mengikuti Yesus hanya demi terpenuhinya apa yang mereka butuhkan. Atau hanya karena ketenaran, popularitas dan hal luaran sejenisnya, tanpa menjalin relasi yang dalam dan pribadi dengan Tuhan.<br \/>\nHal yang sama akan terjadi dengan kita, bila Yesus bukanlah bagian yang penting, utama dan paling mendasar dalam hidup kita. Yesus hanyalah sejauh ibadah atau misa di hari Minggu. Pujian penyembahan dan ibadah hanya sekedar formalitas atau kewajiban belaka. Akibatnya hidup rohani menjadi kering dan gersang.<br \/>\nMengikuti Yesus adalah menyatukan seluruh hidup kita dengan hidup Yesus. Entah saat senang maupun susah, waktu sehat maupun sakit. Rasakanlah gairah dan semangat serta kehangatan berada bersama Yesus. Kita mencari Yesus bukan hanya ketika kita membutuhkanNya untuk memenuhi harapan dan keinginan kita tapi karena Ia tak bisa lagi dipisahkan dari hidup kita.<br \/>\n\u201dYa Yesus Engkaulah andalanku. PadaMu kupercaya dan berserah.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Yesus ada bersama kita\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 18 Jan 2024<br \/>\nKamis Pekan Biasa II<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Tim 1:10<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 3:7-12<br \/>\n*********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Tim 1:10<br \/>\nPenebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut<br \/>\ndan menerangi hidup dengan Injil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 3:7-12<br \/>\nRoh-roh jahat berteriak, &#8220;Engkaulah Anak Allah.&#8221;<br \/>\nTetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa,<br \/>\nYesus menyingkir ke Danau Galilea dengan murid-murid-Nya,<br \/>\ndan banyak orang dari Galilea mengikuti- Dia.<br \/>\nJuga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea,<br \/>\ndari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus serta Sidon<br \/>\ndatanglah banyak orang kepada-Nya,<br \/>\nsesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.<br \/>\nKarena orang banyak itu,<br \/>\nYesus menyuruh murid-murid-Nya<br \/>\nmenyediakan sebuah perahu bagi-Nya<br \/>\njangan sampai Dia terhimpit oleh mereka.<br \/>\nSebab Yesus menyembuhkan banyak orang,<br \/>\nsehingga semua penderita penyakit berdesak-desak<br \/>\ningin dijamah oleh-Nya.<br \/>\nBilamana roh-roh jahat melihat Yesus,<br \/>\nmereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak,<br \/>\n&#8220;Engkaulah Anak Allah!&#8221;<br \/>\nTetapi dengan keras Yesus melarang mereka<br \/>\nmemberitahukan siapa Dia.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA BULI, HALMAHERA TIMUR<br \/>\nKamis, 18 Januari 2024<br \/>\nMasa Biasa: Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Orang Kristen<br \/>\nInjil : Mrk. 3 : 7 &#8211; 12<\/p>\n<p>KEJAHATAN AKAN RUNTUH DI HADAPAN KEBAIKAN<\/p>\n<p>\u201cCara terhalus nan terbaik untuk menghancurkan kejahatan adalah dengan melakukan kebaikan yang semakin banyak dan terus menerus.\u201d<\/p>\n<p>Kadang kejahatan semakin merajalela karena diamnya orang baik dan takutnya mereka berbuat baik. Sebaliknya semakin banyak orang baik dengan perbuatan baiknya maka semakin malu kejahatan sehingga ia akan menyingkir bahkan sampai hilang dan musnah.<\/p>\n<p>Kebenaran penegasan di atas terlihat dalam pengalaman Yesus yang bertemu dengan roh-roh jahat. Dikisahkan: \u201dBilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: &#8220;Engkaulah Anak Allah.\u201d ( ayat 6 )<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus Anda miliki dan perbuat yakni:<\/p>\n<p>1) Jangan melawan kejahatan dengan kejahatan, melainkan hadapilah dengan kebaikan;<\/p>\n<p>2) Tetaplah berbuat baik apa pun keadaan di sekelilingmu;<\/p>\n<p>3) Tetap tegar dan konsisten dalam melakukan kebaikan karena kejahatan pasti akan terus melawanmu.<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa kebaikan hanya menang bila ia tetap konsisten sebagai yang baik di hadapan kejahatan.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 18 Januari 2024 Markus 3:7-8 (Mrk 3:7-12) Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-40480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40480"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40480\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40481,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40480\/revisions\/40481"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}