{"id":40325,"date":"2024-01-15T18:47:20","date_gmt":"2024-01-15T11:47:20","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40325"},"modified":"2024-01-15T18:47:21","modified_gmt":"2024-01-15T11:47:21","slug":"selasa-16-januari-2024-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40325","title":{"rendered":"Selasa, 16 Januari 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 I Samuel 16:5<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan. Kuduskanlah dirimu dan datanglah bersama dengan aku ke upacara pengurbanan ini.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR :<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Daud, anak bungsu, diangkat menjadi raja. Jalan Tuhan memang lain. Bagi-Nya yang berharga ialah manusia sebagaimana adanya. Yesus tidak mengorbankan orang demi hukum. Ia mau memberi kebebasan semacam itu kepada kita. Manusia bukanlah untuk hukum, tetapi manusialah hukum itu.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa Raja mahamulia,&nbsp;Engkau mencurahkan Roh-Mu kepada siapa pun&nbsp;yang Kaupilih dan Kauurapi.&nbsp;Perkenankanlah kami ikut menerima kekuatan-Nya,&nbsp;agar menjadi manusia sesuai dengan cita-cita-Mu.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu,&nbsp;Tuhan dan pengantara kami, yang \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Samuel 16:1-13<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cSamuel mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya dan berkuasalah Roh Tuhan atas Daud.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah Raja Saul ditolak, Tuhan bersabda kepada Samuel, \u201cBerapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.\u201d Tetapi Samuel berkata, \u201cBagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku.\u201d Maka Tuhan bersabda, \u201cBawalah seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan. Kemudian undanglah Isai ke upacara pengurbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.\u201d Samuel berbuat seperti yang disabdakan Tuhan, dan tibalah ia di Kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata, \u201cAdakah kedatanganmu ini membawa selamat?\u201d Jawab Samuel, \u201cYa, benar! Aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengurbanan ini.\u201d Kemudian Samuel menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki, dan mengundang mereka ke upacara pengurbanan itu. Lalu mereka itu masuk. Ketika melihat Eliab, Samuel berpikir, \u201cSungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya.\u201d Tetapi bersabdalah Tuhan kepada Samuel, \u201cJanganlah terpancang pada paras atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Allah melihat hati.\u201d Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel. Tetapi Samuel berkata kepada Isai, \u201cDia ini tidak dipilih Allah!\u201d Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata, \u201cOrang ini pun tidak dipilih Tuhan!\u201d Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, \u201cSemuanya ini tidak dipilih Tuhan.\u201d Lalu Samuel berkata kepada Isai, \u201cInikah semua anakmu?\u201d Jawab Isai, \u201cMasih tinggal yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan domba.\u201d Kata Samuel kepada Isai, \u201cSuruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang kemari.\u201d Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Kulitnya kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu Tuhan bersabda, \u201cBangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.\u201d Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu, dan mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 89:20.21-22.27-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi. Engkau berkata, \u201cTelah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.<\/li>\n\n\n\n<li>Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.\u201d<\/li>\n\n\n\n<li>Dia pun akan berseru kepada-Ku, \u201cBapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.\u201d Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Alleluya<br>S : (Ef 1:17-18)&nbsp;<em>Bapa Tuhan kita Yesus Kristus akan menerangi mata budi kita, agar kita mengenal harapan panggilan kita.&nbsp;<\/em>Alleluya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 2:23-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cHari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, \u201cLihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?\u201d Jawab Yesus kepada mereka, \u201cBelum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan? Tidakkah ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Agung lalu makan roti sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?\u201d Lalu kata Yesus kepada mereka, \u201cHari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm.&nbsp;Agustinus Riyanto SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pencinta Resi yang terkasih, apa yang dilakukan Yesus dan murid-murid-Nya dianggap melanggar hukum Sabat dalam pandangan orang-orang Yahudi.&nbsp; Bagi orang Yahudi, tidak ada hari yang lebih penting daripada hari Sabat. Sabat menjadi hari istimewa dan mendapat perhatian yang khusus karena merupakan salah satu dari sepuluh perintah Allah. Namun mereka lebih menitik beratkan aturan demi aturan, bukannya pada relasi berdasarkan kasih kepada Allah dan sesama manusia. Sikap ini disebut sebagai&nbsp;<strong>legalisme<\/strong>, yaitu kepatuhan yang ketat, harafiah, dan berlebihan terhadap aturan dan persyaratan agama yang sering tidak diucapkan tetapi sangat nyata, dan kegemaran memaksakan aturan tersebut kepada orang lain untuk menaatinya. &nbsp;Di sisi lain, orang legalis tidak konsisten. Mereka seolah peduli pada aturan, namun mereka sendiri yang banyak melanggar aturan tersebut dengan mengajarkan Sabat untuk manusia. Padahal semestinya Sabat adalah hari untuk mengasihi Allah dan sesama. Sabat berarti istirahat atau kelegaan dan Yesus sendiri adalah adalah sumber kelegaan (Mat. 11:28). Karena itu, Yesus mengkritik paham legalis dengan menegaskan bahwa DiriNya adalah Tuhan atas hari sabat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi di mana pun berada, untuk apa seseorang mempraktikkan ajaran agama dengan segala aturannya? Jawabannya adalah untuk mewujudkan kehendak Allah dalam hidupnya. Hal itu bukan untuk meninggikan diri atau pun merendahkan orang lain, melainkan untuk memuliakan Allah dalam diri sesama. Bagaimana dengan kita semua yang mengaku diri orang beragama sebagai murid Yesus? Tak jarang kita jumpai umat yang dengan mudahnya menghakimi, menyalahkan bahkan menyingkirkan umat lain atas nama aturan paroki atau lingkungan. Inikah ibadah kita kepada Tuhan? Inikah kasih kepada sesama? Apakah hal ini mendatangkan kelegaan, damai dan sukacita atau justru menimpakan beban bagi mereka?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Oleh karena itu saudara saudariku terkasih, marilah kita hidup sebagai anak-anak Allah dengan kebebasan sejati di dalam Kristus. Kristus memberikan kebebasan sejati kepada kita umatNya (Yoh 8:30-36), sehingga kita mengalami sukacita dan kedamaian dalam seluruh penghayatan iman dan pelaksanaan kehendakNya. Sukacita dan kedamaian itu yang semestinya kita bagikan kepada semua orang dan bukan penghakiman serta beban bagi orang lain. Tuhan memberkati kita semua dengan berkat kebebasan sejati sebagai anak anak Allah. Amin. (P. Agustinus Riyanto SCJ)<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa, sumber kehidupan,&nbsp;utuslah Roh-Mu mendatangi kami,&nbsp;bila kami menyantap rezeki,&nbsp;yang dianugerahkan kepada kami&nbsp;oleh Yesus Kristus Putra-Mu,&nbsp;Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 I Samuel 16:7<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah;&nbsp;manusia melihat yang di depan mata, Allah di dalam hati.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa, sumber kebahagiaan,&nbsp;Yesus Saudara kami Kauangkat&nbsp;sebagai Tuhan penguasa alam semesta.&nbsp;Semoga kami meneladan Dia sebagai orang bebas,&nbsp;yang selalu mengusahakan kebahagiaan sesama.&nbsp;Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Selasa-16-Januari-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Riyanto-SCJ-dari-Komunirtas-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3\">Resi-Selasa 16 Januari 2024 oleh Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/01\/15\/selasa-16-januari-2024-hari-biasa-pekan-ii\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=40325-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_2397\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-40325-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Selasa-16-Januari-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Riyanto-SCJ-dari-Komunirtas-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Selasa-16-Januari-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Riyanto-SCJ-dari-Komunirtas-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Selasa-16-Januari-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Riyanto-SCJ-dari-Komunirtas-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Selasa-16-Januari-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Riyanto-SCJ-dari-Komunirtas-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=40325-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Selasa-16-Januari-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Riyanto-SCJ-dari-Komunirtas-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Selasa-16-Januari-2024-oleh-Rm.-Agustinus-Riyanto-SCJ-dari-Komunirtas-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 I Samuel 16:5 Aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan. Kuduskanlah dirimu dan datanglah bersama dengan aku ke upacara pengurbanan ini. PENGANTAR : Daud, anak bungsu, diangkat menjadi raja. Jalan Tuhan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-40325","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40325"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40327,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40325\/revisions\/40327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}