{"id":40306,"date":"2024-01-15T09:43:46","date_gmt":"2024-01-15T02:43:46","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40306"},"modified":"2024-01-15T09:43:46","modified_gmt":"2024-01-15T02:43:46","slug":"senin-15-januari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40306","title":{"rendered":"Senin, 15 Januari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 15 Januari 2024<br \/>\nMarkus 2:22 (Mrk 2:18-22)<br \/>\n\u201dTidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.&#8221;<\/p>\n<p>Perumpamaan Yesus tentang menambal baju yang lama dengan kain yang baru dan mengisi anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang lama, sangat relevan dengan perubahan-perubahan di setiap jaman yang memerlukan penyesuaian diri dan adaptasi.<br \/>\nSeiring dengan perubahan jaman oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, demikian juga halnya cara Tuhan hadir dan berkarya dan cara kita menyikapinya telah mengalami banyak perubahan.<br \/>\nSiapa menyangka internet akan mengubah segala sesuatunya. Dulunya kita tidak mengenal apa itu online dan offline. Untuk naik taxi kita harus berdiri di pinggir jalan. Untuk memesan makanan kita harus ke rumah makan. Untuk belanja kita harus ke toko. Sekarang semuanya bisa dilakukan sambil duduk di rumah dan memesan secara online.<br \/>\nPerubahan ini ikut juga merubah cara pandang kita mengenai nilai-nilai yang kita pegang. Dahulu akan sangat tabu dan tidak sopan bila seorang wanita digonceng di sepeda motor oleh pria yang tidak dikenalnya. Sekarang, dengan ojek online, mau tak mau kita menerima kenyataan baru ini.<br \/>\nApabila kita tak mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan keadaan dan kemajuan saat ini, apalagi menolak perubahan yang cepat ini membuat kita ketinggalan bahkan terlindas oleh perubahan. Karena itu cara pikir, mindset, paradigma lama, mestilah terus menerus diperbaharui.<br \/>\nYesus dengan begitu indah dan bijaksana, mengumpamakan cara lama, paradigma lama, sebagai kantong kulit yang lama, yang kapasitasnya sudah terbatas. Istilah sekarang: flashdisk-nya masih kilobyte atau megabyte. Sementara kebutuhan data saat ini sudah gigabyte bahkan terabyte.<br \/>\nMaka Yesus meminta kita meningkatkan kapasitas diri. Ganti kain yang lama, kantong kulit anggur yang lama dengan yang baru. Caranya: terus menerus belajar dan membaharui diri.<br \/>\nMari selalu terbuka terhadap pembaharuan. Yesus adalah Pembaharu. Doronglah hati dan budi untuk berani berubah dan menyesuaikan diri dan selalu bersyukur atas hal-hal baru yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita.<\/p>\n<p>Semangat Senin, semangat baru dalam Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 15 Jan 2024<br \/>\nSenin Pekan Biasa II<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Ibr 4:12<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 2:18-22<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nIbr 4:12<br \/>\nSabda Allah itu hidup dan kuat<br \/>\nSabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 2:18-22<br \/>\nPengantin itu sedang bersama mereka.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Waktu itu<br \/>\nmurid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa,<br \/>\nPada suatu hari datanglah orang kepada Yesus dan berkata,<br \/>\n&#8220;Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa,<br \/>\nmengapa murid-murid-Mu tidak?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka<br \/>\n&#8220;Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa<br \/>\nselagi pengantin itu bersama mereka?<br \/>\nSelama pengantin itu ada bersama mereka,<br \/>\nmereka tidak dapat berpuasa.<br \/>\nTetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka,<br \/>\ndan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.<br \/>\nTidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut<br \/>\npada baju yang tua,<br \/>\nkarena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya;<br \/>\nyang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya.<br \/>\nDemikian juga<br \/>\ntak seorang pun mengisikan anggur baru<br \/>\nke dalam kantong kulit yang sudah tua,<br \/>\nkarena jika demikian<br \/>\nanggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu,<br \/>\nsehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang.<br \/>\nJadi anggur yang baru<br \/>\nhendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>###########################<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA JAILOLO, HALMAHERA BARAT<br \/>\nSenin, 15 Januari 2024<br \/>\nMasa Biasa<br \/>\nInjil : Mrk. 2 : 18 &#8211; 22<\/p>\n<p>PERLUNYA HATI DAN PIKIRAN DIPERBAHARUI<\/p>\n<p>\u201cTerhadap pembaharuan dan kemajuan, kita tidak perlu hati dan pikiran yang baru, melainkan cara merasa, berpikir dan cara bertindak yang baru terhadap realitas di kehidupan.\u201d<\/p>\n<p>Pasti iman kekatolikan sudah kita wariskan turun temurun. Demikian pun yang terjadi dengan warisan-warisan gereja dan kehidupan yang kita hidupi dan praktekan. Semuanya lama-kelamaan menjadi rutinitas yang membosankan. Maka yang diperlukan adalah cara merasa, berpikir dan bertindak yang baru sehingga membuat kita memiliki semangat yang baru untuk berjuang.<\/p>\n<p>Firman Tuhan pagi ini menegaskan tentang pentingnya perubahan di atas. Yesus menegaskan: \u201cDemikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.\u201d( ayat 22 )<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus Anda miliki dan perbuat yakni:<\/p>\n<p>1) Sadarlah bahwa sebuah perubahan yang mendatangkan kemajuan hanya bisa terjadi dari sebuah kesadaran untuk berubah;<\/p>\n<p>2) Tidak hanya sebatas kesadaran dan sesal kata, melainkan harus ada tindakan nyata bahkan radikal untuk berubah;<\/p>\n<p>3) Berubah bersama-sama akan menjadi awal dari sebuah kemajuan.<\/p>\n<p>Ingatlah akan selalu kata-kata bijak ini: \u201cBerubah itu sulit, tapi tidak berubah itu fatal. Dan selalu ada kemungkinan untuk terjadi sebuah perubahan bila kita mau dan inginkan bersama.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 15 Januari 2024 Markus 2:22 (Mrk 2:18-22) \u201dTidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-40306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40306"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40306\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40307,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40306\/revisions\/40307"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}