{"id":40210,"date":"2024-01-13T10:41:08","date_gmt":"2024-01-13T03:41:08","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40210"},"modified":"2024-01-13T10:41:08","modified_gmt":"2024-01-13T03:41:08","slug":"sabtu-13-januari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40210","title":{"rendered":"Sabtu, 13 Januari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 13 Januari 2024<br \/>\nMarkus 2:14 (Mrk 2:13-17)<br \/>\nKemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: &#8220;Ikutlah Aku!&#8221; Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.<\/p>\n<p>Lewi adalah seorang pemungut cukai yang dipandang hina oleh orang Yahudi. Pertama karena ia adalah penghianat bangsa, antek penjajah Romawi. Ke dua, ia juga masuk kalangan para preman, karena memungut cukai lebih dari yang seharusnya demi kepentingan diri sendiri, termasuk dengan memakai ancaman bahkan kekerasan.<br \/>\nTentu bagi Lewi gaya hidup seperti ini membuat dia merasa bersalah dengan apa yang ia kerjakan. Namun siapa yang akan menolong dia keluar dari rasa bersalah yang membebani hatinya?<br \/>\nKetika Yesus memanggil dia, inilah kesempatan bagi Lewi untuk memulai hidup baru dan membaharui diri oleh kepercayaan Yesus, mengangkatnya sebagai salah satu muridNya.<br \/>\nPesan yang indah di balik kisah Lewi adalah: seberapa hina kita di mata manusia, tidak seperti itulah kita di mata Tuhan. Yesus tidak melihat dosa dan kelemahan kita, tapi semua yang indah yang Allah anugerahkan ketika kita diciptakanNya.<br \/>\nOrang berdosa di mata Yesus adalah orang yang sakit yang perlu disembuhkan. Bukan dibiarkan sakit oleh dosa. Karena itu Yesus bersabda, \u201cBukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.&#8221; (Ay 17).<br \/>\nSebagaimana Yesus sanggup memulihkan jati diri Lewi sebagai pemungut cukai dan membuatnya menjadi Matius pengarang Injil, demikian juga Yesus sanggup mengubah kita.<br \/>\nPengampunanNya membebaskan kita dari rasa bersalah yang senantiasa menghantui. Yesus memanggil kita bukan karena kehebatan kita, melainkan karena Ia mencintai kita dan menjadi segalanya bagi kita. Kita dijadikanNya kudus bukan karena jasa kita melainkan oleh karunia Roh Kudus yang dianugerahkan Yesus bagi kita dan tinggal dalam hati kita. Tetaplah mengikuti Yesus dengan setia.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Yesus menemani kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 13 Jan 2024<br \/>\nSabtu Pekan Biasa I<br \/>\nPF S. Hilarius, UPG<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 4:18-19<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 2:13-17<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 4:18-19<br \/>\nTuhan mengutus Aku<br \/>\nmewartakan Injil kepada orang yang hina-dina<br \/>\ndan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 2:13-17<br \/>\nAku datang bukan untuk memanggil orang benar,<br \/>\nmelainkan orang berdosa.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus pergi lagi ke pantai Danau Galilea,<br \/>\ndan semua orang datang kepada-Nya.<br \/>\nYesus lalu mengajar mereka.<br \/>\nKemudian ketika meninggalkan tempat itu,<br \/>\nIa melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai,<br \/>\nYesus berkata kepadanya, &#8220;Ikutlah Aku!&#8221;<br \/>\nMaka berdirilah Lewi, lalu mengikuti Yesus.<br \/>\nKemudian, ketika Yesus makan di rumah Lewi,<br \/>\nbanyak pemungut cukai dan orang berdosa<br \/>\nmakan bersama dengan Dia dan murid-murid-Nya,<br \/>\nsebab banyak orang yang mengikuti Dia.<br \/>\nWaktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat,<br \/>\nbahwa Yesus makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa,<br \/>\nberkatalah mereka kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?&#8221;<br \/>\nYesus mendengar pertanyaan itu dan berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit!<br \/>\nAku datang bukan untuk memanggil orang benar,<br \/>\nmelainkan orang berdosa!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA JAILOLO, HALMAHERA BARAT<br \/>\nSabtu, 13 Januari 2024<br \/>\nMasa Biasa<br \/>\nInjil : Mrk. 2 : 13 &#8211; 17<\/p>\n<p>LEBIH SERING MENUNJUK DOSA ORANG LAIN<\/p>\n<p>\u201cSering kita bangga bila mampu mengungkap salah dan dosa orang lain kepada umum sebagai cara untuk menyembunyikan salah dan dosa sendiri.\u201d<\/p>\n<p>Sangat mudah bagi kita untuk mencap orang lain bersalah dan berdosa daripada menyesali salah dan dosa sendiri. Namun faktanya bahwa sekecil apa pun salah dan dosa, tapi tidak ada seorang pun yang lolos dari kelemahan dan kerapuhan manusiawi ini.<\/p>\n<p>Kecenderungan untuk menuduh dan mempersalahkan orang lain itu terungkap dalam sikap dan kelakuan para Farisi dan Ahli Taurat dalam Injil hari ini: \u201cPada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: &#8220;Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa? ( ayat 16 )<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus Anda miliki dan perbuat yakni:<\/p>\n<p>1) Sadarlah bahwa tidak seorang pun di dunia ini termasuk dirimu luput dari salah dan dosa;<\/p>\n<p>2) Jangan menunjuk salah dan dosa orang lain, melainkan bertobatlah seperti Levi maka orang lain akan mengikuti teladanmu;<\/p>\n<p>Akhirnya ingatlah bahwa Tuhan ingin menjadikanmu teladan pertobatan bagi sesamamu.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 13 Januari 2024 Markus 2:14 (Mrk 2:13-17) Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: &#8220;Ikutlah Aku!&#8221; Maka berdirilah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-40210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40210"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40211,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40210\/revisions\/40211"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}