{"id":40132,"date":"2024-01-12T09:52:44","date_gmt":"2024-01-12T02:52:44","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40132"},"modified":"2024-01-12T09:52:44","modified_gmt":"2024-01-12T02:52:44","slug":"jumat-12-januari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=40132","title":{"rendered":"Jumat, 12 Januari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 12 Januari 2024<br \/>\nMarkus 2:3-4 (Mrk 2:1-12)<br \/>\nAda orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.<\/p>\n<p>Beriman haruslah kreatif. Dipadu dengan cinta yang dalam bagi sahabat yang sakit, serta harapan kesembuhan dan pertolongan dari Yesus, menjadi pesan yang indah dari kisah Injil hari ini.<br \/>\nInilah salah satu pesan yang dapat kita petik dari kisah yang mengagumkan yang diceritakan penginjil Markus mengenai upaya 4 orang sahabat yang membawa teman mereka yang lumpuh untuk bertemu Yesus.<br \/>\nTidak putus asa atau kehilangan akal karena hambatan yang mereka alami, yakni tidak bisa melalui pintu masuk karena banyaknya orang, merekapun mencari akal bagaimana agar temannya dapat bertemu Yesus dan dijamah olehNya supaya sembuh.<br \/>\nLove will find the way. Cinta akan dapat menemukan jalan. Cinta membuat iman menjadi kreatif. Orang tak akan kehabisan akal dan tentu saja asa untuk mencari jalan keselamatan dalam Yesus. Waktu pandemi covid 19 lalu, derita itu tak mampu menahan kita untuk beribadah dan dekat dengan Tuhan. Tertutupnya pintu gereja, tak menjadi penghalang untuk beribadah dan ikut perayaan ekaristi.<br \/>\nSi lumpuh bersyukur karena ia dikelilingi sahabat-sahabat yang baik dan peduli serta siap menolong. Itulah arti persahabatan sejati dan arti hidup dalam komunitas.<br \/>\nTemukanlah selalu pelbagai cara agar kita dapat bertemu dengan Yesus, membantu sahabat yang kesulitan bertemu Yesus, saling membesarkan hati untuk terus beriman dan percaya, dalam Yesus ada jawaban.<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Mari beriman dengan kreatif disertai cinta yang dalam.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Jan 2024<br \/>\nJumat Pekan Biasa I<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 7:16<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 2:1-12<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 7:16<br \/>\nSeorang nabi agung telah muncul di tengah-tengah kita,<br \/>\ndan Allah mengunjungi umat-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 2:1-12<br \/>\nDi dunia ini Anak Manusia memiliki kuasa mengampuni dosa.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum,<br \/>\ntersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.<br \/>\nMaka datanglah orang-orang berkerumun<br \/>\nsehingga tidak ada lagi tempat,<br \/>\nbahkan di muka pintu pun tidak.<\/p>\n<p>Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka,<br \/>\nbeberapa orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh,<br \/>\ndigotong oleh empat orang.<br \/>\nTetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu.<br \/>\nMaka mereka membuka atap yang di atas Yesus.<br \/>\nSesudah atap terbuka,<br \/>\nmereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.<br \/>\nMelihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu,<br \/>\n&#8220;Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!&#8221;<br \/>\nTetapi di situ duduk juga beberapa ahli Taurat.<br \/>\nMereka berpikir dalam hati,<br \/>\n&#8220;Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah!<br \/>\nSiapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus langsung tahu dalam hati-Nya<br \/>\nbahwa mereka berpikir demikian;<br \/>\nmaka Ia berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?<br \/>\nManakah lebih mudah:<br \/>\nmengatakan kepada orang lumpuh itu &#8216;Dosamu sudah diampuni&#8217;,<br \/>\natau mengatakan &#8216;Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?&#8217;?<br \/>\nTetapi supaya kamu tahu,<br \/>\nbahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,&#8221;<br \/>\n&#8211; lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu -:<br \/>\n&#8220;Kepadamu Kukatakan: bangunlah,<br \/>\nangkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!&#8221;<\/p>\n<p>Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya<br \/>\ndan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu.<br \/>\nMereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya:<br \/>\n&#8220;Yang seperti ini belum pernah kita lihat!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA TERNATE, MALUKU UTARA<br \/>\nJumat, 12 Januari 2024<br \/>\nMasa Biasa<br \/>\nInjil : Mrk. 2 : 1 &#8211; 12<\/p>\n<p>IRI HATI MEMBUTAKAN HATI NURANIMU<\/p>\n<p>\u201cIri hati tidak pernah mendatangkan manfaat sedikit pun bagimu, karena ia akan menghentikan langkahmu sehingga engkau hanya tetap berdiri sambil memandang orang lain yang sedang berlari menggapai garis akhir.\u201d<\/p>\n<p>Entahkah sadar atau tidak, tapi orang yang kita iri dan cemburui tak pernah sedikit pun terpengaruh dengan rasa yang kita miliki. Sebaliknya mereka tetap berjuang dan berusaha keras untuk menggapai impian dan cita mereka, sementara kita yang iri hati berperan sebagai pihak yang memberi evaluasi.<\/p>\n<p>Situasi di atas dibuat oleh para Ahli Taurat yang terganggu dengan perbuatan baik yang dilakukan oleh Yesus seperti dikisahkan dalam Injil pagi ini: \u201cTetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: &#8220;Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri? ( ayat 6 dan 7 )<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus Anda miliki dan perbuat yakni:<\/p>\n<p>1) Padamkan dan hancurkan rasa irimu dengan pengakuan akan kelebihan orang lain;<\/p>\n<p>2) Doronglah dirimu dengan keberhasilan dan keunggulan orang lain sehingga engkau dapat berproses maju menggapai cita dan impianmu;<\/p>\n<p>3) Jangan patah semangat karena keberhasilan selalu memihak mereka yang berusaha.<\/p>\n<p>Akhirnya ingatlah bahwa Anda pun bisa melakukan hal-hal besar ketika engkau berhenti iri hati terhadap sesamamu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 12 Januari 2024 Markus 2:3-4 (Mrk 2:1-12) Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-40132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40132"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40133,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40132\/revisions\/40133"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}