{"id":39946,"date":"2024-01-09T10:47:09","date_gmt":"2024-01-09T03:47:09","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=39946"},"modified":"2024-01-09T10:47:09","modified_gmt":"2024-01-09T03:47:09","slug":"selasa-09-januari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=39946","title":{"rendered":"Selasa, 09 Januari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 09 Januari 2024<br \/>\nMarkus 1:27 (Mrk 1:21b-28)<br \/>\n* Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: &#8220;Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.&#8221;*<\/p>\n<p>Hari ini dalam liturgi Gereja, kita sudah meninggalkan masa Natal dan memasuki masa biasa. Tidak ada lagi pernak-pernik Natal, lampu kelap kelip dan hiruk pikuk pesta. Semua kembali pada rutinitas atau kembali pada hal-hal yang biasa lagi.<br \/>\nNamun Injil Markus yang kita renungkan hari ini mengajak kita untuk terus mengalami hal yang luar biasa, yang menakjubkan dan mengherankan dari Yesus, Tuhan kita.<br \/>\nMarkus menceritakan betapa orang merasa takjub karena melihat dan mengalami Yesus yang ajaib dan luar biasa. Ia mengajar dengan penuh kuasa. Hanya dengan bersabda semua setan takut padaNya dan lari terbirit-birit. Ia memulihkan keadaan orang yang hancur dan tersiksa karena dikuasai roh jahat. Ia menjadikan segala sesuatu baik adanya.<br \/>\nPertanyaan refleksi bagi kita di hari ini dan seterusnya: masih adakah dalam hati dan pikiran kita rasa heran dan takjub akan perbuatan dan kuasa kasih Yesus dalam hidup kita? Jangan sampai semua hal yang terjadi kita anggap biasa saja, tak ada lagi yang istimewa.<br \/>\nMemang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat sekarang ini, punya konsekwensi menghilangkan kekaguman kita akan kuasa Allah. Seakan semuanya sudah bisa dijelaskan oleh kemajuan teknologi.<br \/>\nMari tetap merasa kagum seperti anak kecil. Anak kecil selalu merasa heran dan takjub akan hal-hal baru yang membuat ia tercengang. Karena itu Yesus meminta kita beriman seperti anak kecil.<br \/>\nJangan pernah menekan rasa kagum yang muncul dalam hati kita atas apa yang dilakukan Tuhan bagi kita. Kagumilah selalu semua karya Tuhan, bahkan pada apa yang nampak dalam diri orang-orang yang ada di sekitaran kita.<br \/>\n\u201dYesusku Engkau sungguh luar biasa. Beri aku hati yang kagum, heran dan takjub atas semua yang Kau lakukan bagiku, mencintaiku apa adanya.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Teruslah merasa takjub akan sabda Allah yang setiap hari kita renungkan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Jan 2024<br \/>\nSelasa Pekan Biasa I<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 1Tes 2:13<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 1:21b-28<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n1Tes 2:13<br \/>\nSambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia,<br \/>\nmelainkan sebagaimana sebenarnya, sebagai sabda Allah.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 1:21b-28<br \/>\nYesus mengajar sebagai orang yang berkuasa.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu malam Sabat<br \/>\nYesus masuk ke dalam rumah ibadat di kota Kapernaum<br \/>\ndan mengajar di sana.<br \/>\nOrang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya,<br \/>\nsebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa,<br \/>\ntidak seperti ahli-ahli Taurat.<br \/>\nDalam rumah ibadat itu<br \/>\nada seorang yang kerasukan roh jahat.<br \/>\nOrang itu berteriak,<br \/>\n&#8220;Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret?<br \/>\nEngkau datang hendak membinasakan kami?<br \/>\nAku tahu siapa Engkau: yakni Yang Kudus dari Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya,<br \/>\n&#8220;Diam, keluarlah dari padanya!&#8221;<br \/>\nRoh jahat itu menggoncang-goncang orang itu,<br \/>\ndan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.<br \/>\nMereka semua takjub,<br \/>\nsehingga mereka memperbincangkannya, katanya,<br \/>\n&#8220;Apa ini? Suatu ajaran baru?<br \/>\nGuru ini berkata-kata dengan kuasa.<br \/>\nRoh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya.&#8221;<br \/>\nLalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus<br \/>\nke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI STASI WOWONDA, TANIMBAR<br \/>\nSelasa, 09 Januari 2024<br \/>\nMasa Biasa<br \/>\nInjil : Mrk. 1 : 21b &#8211; 28<\/p>\n<p>HIDUP, BERKATA DAN BERTINDAK DALAM KUASA ILAHI.<\/p>\n<p>Ketika seseorang hidup menurut kehendak Tuhan maka cara bicara dan bertindaknya akan selalu mendatangkan kekaguman dan kebaikan bagi banyak orang.<\/p>\n<p>Kebenaran penegasan di atas terbukti dari pengakuan orang terhadap Yesus seperti tercatat dalam Injil pagi ini:&#8221;Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: &#8220;Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.\u201d ( ayat 27 )<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus Anda miliki dan perbuat yakni:<\/p>\n<p>1) Hiduplah menurut Roh dan kehendak Tuhan;<\/p>\n<p>2) Tetap konsisten dalam kata dan perbuatan baik;<\/p>\n<p>3) Bawalah kenyamanan dan kedamaian kepada semua orang yang hidup di sekitarmu.<\/p>\n<p>Ingat bahwa hidup ini terlalu singkat bila Anda merusaknya dengan kejahatan, karena kadang kita tidak mempunyai waktu lagi untuk menyesal dan bertobat ketika Sang Ilahi sudah mengambil kembali hidup itu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 09 Januari 2024 Markus 1:27 (Mrk 1:21b-28) * Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: &#8220;Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.&#8221;*&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-39946","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39946"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39947,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39946\/revisions\/39947"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}