{"id":39883,"date":"2024-01-08T08:45:33","date_gmt":"2024-01-08T01:45:33","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=39883"},"modified":"2024-01-08T08:45:33","modified_gmt":"2024-01-08T01:45:33","slug":"senin-08-januari-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=39883","title":{"rendered":"Senin, 08 Januari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 08 Januari 2024<br \/>\nPesta Pembaptisan Tuhan<br \/>\nMarkus 1:10-11 (Mrk 1:7-11)<br \/>\nPada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: &#8220;Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.&#8221;<\/p>\n<p>Suatu ketika di paroki diadakan rekoleksi keluarga. Dalam sharing kelompok saat pendalaman Kitab Suci, seorang anak lelaki berumur 10 tahun, begitu terkesan dengan ungkapan kasih Bapa di surga kepada Yesus ini \u201cEngkaulah Anak-Ku yang Kukasihi.\u201d<br \/>\nKetika saya tanyakan mengapa ayat itu sangat berkesan baginya, ia menjawab, \u201cBetapa bahagianya Tuhan Yesus, BapaNya sangat mencintaiNya.\u201d Saya-pun bertanya lebih lanjut, \u201cKalau pengalaman kamu sendiri bagaimana?\u201d<br \/>\nDengan tertunduk ia menjawab, \u201cPapaku tak pernah mengatakan padaku \u2018engkau adalah anak yang kukasihi\u2019. Kalau marah ia selalu mengatakan bahwa aku tak berguna, bodoh, tidak seperti anak yang lain.\u201d<br \/>\nRelasi kasih Yesus dengan BapaNya menjadi model dan teladan bagi kita. Ada banyak anak yang tidak mengalami kasih sayang orangtuanya. Bukannya memuji dan membesarkan hati anaknya dan mengatakan \u201caku mengasihimu\u201d sering orangtua bila sedang marah, mengeluarkan pelbagai kata kutukan. Akhirnya mereka tumbuh sebagai anak yang tidak percaya diri karena merasa tidak dicintai.<br \/>\nIngatlah saat dibaptis kita telah diangkat menjadi anak Allah. Cinta Bapa kepada Yesus adalah juga cinta Bapa untuk kita masing-masing. Masuklah ke kedalaman hati, dengarkanlah selalu, setiap hari, bisikan kasih Bapa ini, \u201cEngkaulah anak-Ku yang Kukasihi, kepadamulah Aku berkenan.\u201d<br \/>\nBila ada yang mengatakan sebaliknya, itu pasti bukan aku. Aku dicintai dan berharga di mata Allah Bapaku.<\/p>\n<p>Semangat Senin. Kuatkan hati, Bapa di surga sungguh mencintai kita\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 08 Jan 2024<br \/>\nSenin Masa Natal<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 1:29<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 1:7-11<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 1:29<br \/>\nYohanes melihat Yesus datang kepadanya;<br \/>\ndan ia berkata,<br \/>\n&#8220;Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.&#8221;<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 1:7-11<br \/>\nEngkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Tatkala banyak orang minta dibaptis,<br \/>\nYohanes memberitakan kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Sesudah aku akan datang Dia yang lebih berkuasa dari padaku;<br \/>\nmembungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.<br \/>\nAku membaptis kamu dengan air,<br \/>\ntetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.&#8221;<br \/>\nPada waktu itu<br \/>\ndatanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea,<br \/>\ndan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.<br \/>\nPada saat keluar dari air, Yesus melihat langit terkoyak,<br \/>\ndan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.<br \/>\nLalu terdengarlah suara dari sorga,<br \/>\n&#8220;Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<br \/>\nSenin, 08 Januari 2024<br \/>\nPesta Pembaptisan Tuhan<br \/>\nInjil : Mrk. 1 : 7 &#8211; 11<\/p>\n<p>BERANI DAN JUJUR MENGAKUI KELEBIHAN ORANG LAIN<\/p>\n<p>Ketika di dalam mobil dengan Romo Vikjen setelah menghadiri hut Sekami ke &#8211; 181 kami berbicara tentang tabiat beberapa Romo yang susah menerima kritik dari umat. Bagiku, kesulitan untuk menerima kritik disebabkan oleh hidup rohani yang kurang mendalam dan tidak adanya nilai kerendahan hati. Dan inilah salah satu kesulitan terbesar banyak orang, yakni keberanian dan kejujuran untuk mengakui kelebihan atau keunggulan orang lain.<\/p>\n<p>Pada Pesta Pembaptisan Tuhan ini, kita belajar dari kerendahan hati dan kejujuran Yohanes Pembaptis yang berkata ketika melihat Yesus:&#8221;Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.\u201d ( ayat 7 )<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus Anda miliki dan perbuat yakni:<\/p>\n<p>1) Perkuatlah iman dan milikilah nilai kerendahan hati;<\/p>\n<p>2) Milikilah iman yang kokoh dan kuat akan Tuhan;<\/p>\n<p>3) Berani dan jujur mengakui kelebihan dan keunggulan sesamamu.<\/p>\n<p>Akhirnya sadarlah bahwa keluhuran martabatmu lebih terlihat bukan pada gunung kesombonganmu melainkan pada lembah kerendahan hatimu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 08 Januari 2024 Pesta Pembaptisan Tuhan Markus 1:10-11 (Mrk 1:7-11) Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-39883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/kaj-2024.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39883"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39884,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39883\/revisions\/39884"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}