{"id":39846,"date":"2024-01-07T13:47:05","date_gmt":"2024-01-07T06:47:05","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=39846"},"modified":"2024-01-07T13:47:05","modified_gmt":"2024-01-07T06:47:05","slug":"katekese-kebangsaan-vikaris-jendral-kas-rd-y-r-edy-purwanto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=39846","title":{"rendered":"Katekese Kebangsaan &#8211; Vikaris Jendral KAS RD Y R Edy Purwanto"},"content":{"rendered":"<p>KATEKESE KEBANGSAAN &#8211; VIKARIS JENDRAL KAS RM. Y.R EDY PURWANTO, PR<\/p>\n<p>Menjadi Garam, Terang, Ragi dalam Pemilu 2024<\/p>\n<p>Tema Menjadi Garam, Terang, dan Ragi dalam Pemilu 2024 bertujuan agar umat katolik menyadari perannya sebagai \u201cgaram, terang, dan ragi\u201d bagi Pemilu 2024. Umat diharapkan mempunyai pemahaman yang utuh mengenai keberadaan dirinya sebagai pembawa \u201cperubahan\u201d. Kita diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah untuk membawa perubahan baik dalam kehidupan ini, secara khusus dalam Pemilu 2024.<\/p>\n<p>Kehadiran umat katolik sebagai garam hendaknya mampu memberikan \u201crasa\u201d dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan menjadi \u201cterang\u201d kita diharapkan mampu menjadi penunjuk arah yang jelas bagi saudara \u2013 saudara kita yang membutuhkan bimbingan. Terakhir, menjadi \u201cragi\u201d sehingga banyak orang yang dapat berkembang kearah yang lebih baik, terutama dalam masa menjelang Pemilu 2024 ini. Kegaduhan dan kebisingan yang ada \u2013 ada akhir ini, hendaknya menjadi pematik bagi umat katolik untuk semakin menjadi garam, terang, dan ragi bagi semua orang.<\/p>\n<p>#USKUP #pemilu2024 #gerejakatolik<\/p>\n<p>Sumber Komsos Keuskupan Agung Semarang<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KATEKESE KEBANGSAAN &#8211; VIKARIS JENDRAL KAS RM. Y.R EDY PURWANTO, PR Menjadi Garam, Terang, Ragi dalam Pemilu 2024 Tema Menjadi Garam, Terang, dan Ragi dalam Pemilu 2024 bertujuan agar umat katolik menyadari perannya sebagai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-39846","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39846"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39846\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39847,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39846\/revisions\/39847"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}