{"id":39655,"date":"2024-01-03T16:46:52","date_gmt":"2024-01-03T09:46:52","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=39655"},"modified":"2024-01-03T16:46:54","modified_gmt":"2024-01-03T09:46:54","slug":"kamis-04-januari-2024-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=39655","title":{"rendered":"Kamis, 04 Januari 2024"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih. Yohanes 1:1<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sejak awal mula Sabda itu Allah,&nbsp;dan Ia berkenan dilahirkan sebagai Penebus dunia.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sebagaimana Yohanes Pembaptis mengantarkan Andreas dan Yohanes kepada Yesus, demikian pula kita, melanjutkan kisah hidup Yesus. Orang yang sudah tersentuh dan terpesona oleh Yesus tak dapat berdiam diri, melainkan akan mewartakan kabar gembira kepada siapa pun. Dalam Yesus, kita ini menjadi putra dan putri Allah. Maka, selayaknya hidup sesuai martabat kita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa kami,&nbsp;di mana ada cinta kasih,&nbsp;di situ pula Engkau berada.&nbsp;Kami bersyukur kepada-Mu,&nbsp;bahwasanya kami telah Kauperkenankan mengetahui bahwa Engkaulah sumber segala kebaikan&nbsp;berkatYesus Putra-Mu,&nbsp;yang datang membawa kedamaian.&nbsp;Dialah \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 3:7-10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cSetiap orang yang tidak berbuat kebenaran tidak berasal dari Allah.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa berbuat kebenaran, dia adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar. Barangsiapa tetap berbuat dosa, dia berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yakni untuk membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia; dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: Setiap orang yang tidak berbuat kebenaran tidak berasal dari Allah; demikian juga setiap orang yang tidak mengasihi saudaranya.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.7-8.9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Ref.&nbsp;Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.<\/li>\n\n\n\n<li>Biarlah gemuruh laut dan segala isinya, dunia dan semua yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Biarlah mereka bersorak-sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Ibr 1:1-2) :&nbsp;<em>Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi. Pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 1:35-42<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cMereka datang dan melihat di mana Yesus tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yohanes berdiri di tempat ia membaptis orang di Sungai Yordan bersama dengan dua orang muridnya. Ketika melihat Yesus lewat, Yohanes berkata, \u201cLihatlah Anak domba Allah!\u201d Mendengar apa yang dikatakan Yohanes, kedua murid itu pergi mengikuti Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Melihat bahwa mereka mengikuti Dia, Yesus lalu berkata kepada mereka, \u201cApakah yang kamu cari?\u201d Kata mereka kepada-Nya, \u201cRabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?\u201d Yesus berkata kepada mereka, \u201cMarilah, dan kamu akan melihatnya.\u201d Mereka pun datang, dan melihat di mana Yesus tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia. Waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari kedua murid yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya,\u201dKami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).\u201d Lalu Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata, \u201cEngkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Renungan Singkat Dehonian terkasih, Gembira sekali, saya Rm. G. Dedi Rusdianto, SCY dapat berjumpa kembali dengan anda sekalian dalam Resi Dehonian, hari ini Rabu, 4 Januari 2024. Pertama-tama marilah kita dengarkan Injil hari ini, Yoh 1:35-42:<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Resi Dehonian terkasih, Pertanyaan tentang siapa saya, who am I, dan kemana saya akan melangkah atau pergi yang dalam bahasa latin yakni&nbsp;<em>quo vadis<\/em>, menjadi sangat penting dalam kehidupan seseorang. Manusia perlu memahami siapa dirinya?, apa visi misi hidupnya di dunia ini?&nbsp; Ketika seseorang menemukan jati diri serta visi misinya di dunia, maka ia akan mengalami pencerahan dan bahkan kebahagiaan, karena menemukan makna hidup dan kepenuhan dirinya.<br><br>Salah satu bahaya zaman modern adalah keterasingan dan kekosongan jiwa karena tidak menemukan makna hidup. Dan puji Tuhan, kebutuhan manusia yang mendasar untuk mendapatkan makna hidup dan mengisi kekosongan jiwanya tersebut, terpenuhi dengan kehadiran Tuhan kita Yesus Kristus dalam hati kita masing masing.<br><br>Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mampu menangkap kehadiran Yesus yang menyempurnakan diri kita tersebut? Kisah panggilan Andreas mengingatkan tiga hal yang harus kita lakukan yakni: datang, melihat dan mewartakan Sabda Allah. Semoga dengan membuka hati untuk datang, melihat dan akhirnya mewartakan Sabda Allah, maka kerinduan hidup kita akan pencerahan dan pemenuhan makna hidup yang kita cari akan tergenapi, sebagaimana tergenapinya harapan dan kerinduan Simeon serta Hana untuk melihat dan bahkan nenimang Sang Mesias. Berkat Tuhan, menyertai Anda sekalian. Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami,&nbsp;semoga kini kami melihat dan mengakui,&nbsp;bahwa Engkau mau menjadi santapan kami&nbsp;berkat roti anggur persembahan kami ini.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI\u2013 Efesus 2:4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengan kasih-Nya yang melimpah,&nbsp;Allah telah mencintai kita,&nbsp;sehingga Ia mengutus Putra-Nya&nbsp;dalam rupa manusia yang lemah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa kami,&nbsp;andaikata Yesus tidak datang,&nbsp;tak dapat kami menyebut nama-Mu.&nbsp;Kami mohon,&nbsp;resapkanlah Roh-Mu ke dalam hati kami&nbsp;dan lahirkanlah kembali&nbsp;dalam karya cinta kasih kepada sesama.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Kamis-04-Januari-2024-oleh-Rm.-Gregorius-Dedi-Rusdianto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Tugumulyo-Mura-Sumsel-Indonesia.mp3\">Resi-Kamis 04 Januari 2024 oleh Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ dari Komunitas SCJ Paroki Tugumulyo Mura Sumsel \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/01\/03\/kamis-04-januari-2024-hari-biasa-masa-natal\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=39655-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_7062\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-39655-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Kamis-04-Januari-2024-oleh-Rm.-Gregorius-Dedi-Rusdianto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Tugumulyo-Mura-Sumsel-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Kamis-04-Januari-2024-oleh-Rm.-Gregorius-Dedi-Rusdianto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Tugumulyo-Mura-Sumsel-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Kamis-04-Januari-2024-oleh-Rm.-Gregorius-Dedi-Rusdianto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Tugumulyo-Mura-Sumsel-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Kamis-04-Januari-2024-oleh-Rm.-Gregorius-Dedi-Rusdianto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Tugumulyo-Mura-Sumsel-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=39655-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Resi-Kamis-04-Januari-2024-oleh-Rm.-Gregorius-Dedi-Rusdianto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Tugumulyo-Mura-Sumsel-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Kamis-04-Januari-2024-oleh-Rm.-Gregorius-Dedi-Rusdianto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Tugumulyo-Mura-Sumsel-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih. Yohanes 1:1 Sejak awal mula Sabda itu Allah,&nbsp;dan Ia berkenan dilahirkan sebagai Penebus dunia. PENGANTAR: Sebagaimana Yohanes Pembaptis mengantarkan Andreas dan Yohanes kepada Yesus, demikian pula kita, melanjutkan kisah hidup&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-39655","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39655"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39655\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39657,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39655\/revisions\/39657"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}