{"id":39517,"date":"2023-12-31T22:13:54","date_gmt":"2023-12-31T15:13:54","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=39517"},"modified":"2023-12-31T22:13:54","modified_gmt":"2023-12-31T15:13:54","slug":"minggu-31-desember-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=39517","title":{"rendered":"Minggu, 31 Desember 2023"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 31 Desember 2023<br \/>\nPesta Keluarga Kudus<br \/>\nLukas 2:22,39-40 (Luk 2:22-40)<br \/>\nKetika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.<\/p>\n<p>Yesus lahir ke dunia dalam sebuah keluarga, yakni keluarga kudus di Nazareth. Ia bertumbuh dan berkembang sebagai manusia di bawah pengasuhan penuh kasih dari ibuNya Maria dan Yosep bapa pengasuhNya.<br \/>\nSekalipun anak Allah, Yesus tidak serta merta menggunakan semua kuat kuasa ilahiNya untuk keluar dari pergumulan dan persoalan hidup. Ia perlu dibimbing dan dibina, belajar arti kehidupan dalam suka duka hidup keluarga. Perlu makan minum dan mencari nafkah bersama Yosep menjadi tukang kayu.<br \/>\nKita membayangkan bagaimana Yosep melatihNya memikul kayu, yang akan dijadikan perabot rumah tangga. Latihan ini membuat Yesus kelak mampu memikul salib menuju bukit Golgota.<br \/>\nSekalipun Anak Allah, Maria BundaNya tetap harus mengajarNya berdoa, membaca Taurat, dan menjalani tradisi keagamaan Yahudi. Karena itu Yesus paham bagaimana begitu banyak orang Yahudi yang hanya melakukan kewajiban hukum Taurat tanpa menjiwainya.<br \/>\nDalam persahabatan dengan teman-temanNya, Ia mengalami bagaimana Ia di-buli sebagai anak tukang kayu yang sederhana. Dihina karena bergaul dengan orang-orang berdosa. Terluka karena dikhianati teman-temanNya.<br \/>\nYesus sungguh mengerti pergumulan keluarga. Karena itu Ia mengajari kita doa Bapa Kami, agar kita semua menjadi satu keluarga sebagai anak-anak Bapa di Surga di mana Yesus ikut di dalamnya.<br \/>\nIa memberikan Maria ibuNya menjadi ibu kita, agar kitapun mengalami kasih keibuan Maria.<br \/>\nDi penghujung tahun 2023 ini, mari kita bersyukur dan berdoa:<br \/>\nYa Yesus terimakasih atas ksih dan penyertaanMu untuk keluarga kami sepanjang tahun 2023 ini. Berkatilah keluarga kami masing-masing memasuki tahun 2024 nanti. Eratkan kami dalam tali kasih ilahiMu, agar dalam kejatuhan kami saling mengampuni dan menguatkan, dalam susah senang kami rela berkorban dan memberi diri, dalam kekurangan kami saling mencukupi, dalam kesusahan kami saling membantu. Berilah kami rejeki kehidupan untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain. Jangan biarkan kami terpisah dariMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Selamat mengakhiri Tahun 2023 dengan penuh syukur dan doa.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 31 Desember 2023 Pesta Keluarga Kudus Lukas 2:22,39-40 (Luk 2:22-40) Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan. Dan setelah selesai semua&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-39517","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39517","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39517"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39517\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39518,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39517\/revisions\/39518"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39517"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39517"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39517"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}