{"id":3926,"date":"2015-01-23T16:18:45","date_gmt":"2015-01-23T09:18:45","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=3926"},"modified":"2015-01-23T16:18:45","modified_gmt":"2015-01-23T09:18:45","slug":"sabtu-24-januari-2015","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=3926","title":{"rendered":"Sabtu, 24 Januari 2015"},"content":{"rendered":"<div>Peringatan Wajib<br \/>\nSt. Fransiskus dr Sales<\/div>\n<div><\/div>\n<div><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Ibr9:2-3;Ibr9:11-14;\" target=\"_blank\">Ibr. 9:2-3,11-14<\/a>;\u00a0<a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mzm47:2-3;Mzm47:6-7;Mzm47:8-9;\" target=\"_blank\">Mzm. 47:2-3,6-7,8-9<\/a>;\u00a0<a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mrk3:20-21;\" target=\"_blank\">Mrk. 3:20-21<\/a>;<br \/>\nBcO\u00a0<a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Kej16:1-16;\" target=\"_blank\">Kej. 16:1-16<\/a><\/div>\n<div><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/?powerpress_pinw=4207-podcast&amp;powerpress_player=default\" height=\"50\" width=\"320\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/div>\n<div>\n<p align=\"justify\">Santo Felisianus dan Primus, Martir<\/p>\n<p align=\"justify\">Riawayat hidup santo Felisianus dan Primus tidak banyak diketahui. Yang diketahui bahwa keduanya adalah saudara kandung. Sebagai seorang Kristen, kedua bersaudara ini sangat rajin menjalankan kewajiban imannya. Karena hal ini mereka ditangkap dan dibuang ke tengah-tengah singa-singa lapar di Kolloseum di Roma. Bentuk siksaan terhadap orang-orang Kristen seperti ini sudah lazim dilakukan pada zaman itu. Tetapi Tuhan melindungi Felisianus dan Primus dari keganasan singa-singa lapar itu. Mereka tidak diterkam, tetapi sebaliknya singa-singa itu berbaring dekat mereka.<br \/>\nMelihat kejadian aneh itu, para serdadu semakin gusar terhadap kedua bersaudara itu. Sebagai gantinya, Felisianus dan Primus dipenggal kepalanya. Peristiwa naas ini terjadi pada tahun 286.<\/p>\n<p align=\"justify\">Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja<\/p>\n<p align=\"justify\">Fransiskus lahir di Spanyol pada tanggal 21 Agustus 1567. Semenjak kecil ia sudah menunjukkan bakat-bakat yang luar biasa. Hal ini kemudian terlihat dalam hasil studinya di sekolah. Pendidikan Filsafat dan sastra di Universitas Paris diselesaikannya dengan gemilang. Setelah itu, ia melanjutkan studi di bidang hukum di Universitas Padua hingga meraih gelar Doktor.<br \/>\nTuhan mempunyai rencana khusus atas dirinya. Fransiskus sendiri telah merasakan panggilan Allah ini. Setelah lama mempertimbangkan panggilann itu, ia memutuskan untuk mengikuti suara Tuhan. Orang tuanya tidak setuju dengan keputusan hatinya. Tetapi merekapun tidak berdaya untuk membatalkan rencana Allah atas diri anaknya itu. Fransiskus kemudian ditabhiskan menjadi imam.<br \/>\nSebagai imam, ia dengan penuh semangat membaktikan dirinya bagi kepentingan gereja dan perkembangan iman. Ia bekerja di Chablais, kota Calvinis. Disana ia dengan gigih menegakkan ajaran iman yang benar. Tampaknya ia tidak berhasil. Karyanya menemui banyak rintangan, sedang hidupnya sendiripun senantiasa terancam. Meskipun demikian, ia tidak gentar menghadapi ancaman-ancaman itu. Ia coba menggunakan cara-cara lain untuk menyebarkan ajaran iman yang benar. Ia menulis ajaran-ajaran iman pada pamflet-pamflet dan meletakkannya pada tiang-tiang dan dinding-dinding diseluruh kota. Cara ini membawa hasil yang gemilang. Dalam waktu singkat, sebanyak 25.000-30.000 warga kota Calvinis bertobat dan kembali kepada ajaran iman yang benar. Hasil ini dilaporkannya kepada Sri Paus di Roma.<br \/>\nMelihat keberhasilan karyanya, pada tahun 1597 Fransiskus ditabhiskan menjadi Uskup. Sebagai Uskup, Fransiskus menaruh perhatian besar pada perkembangan iman umatnya. Ia dikenal sebagai seorang Uskup yang bijaksana, ramah dan sangat menyayangi umatnya. Sifatnya inilah yang membuatnya mampu mempertobatkan banyak orang. Tentang sifatnya, Fransiskus berkata:\u00a0 Jika ada sesuatu yang mulia dari kelemah lembutan dan kerendahan hati, tentunya Tuhan sudah mengajarkan hal itu kepada kita. Tetapi Tuhan justru mengajarkan kepada kita kedua hal ini, yakni kelembutan dan kerendahan hati. Bersama dengan Santa Yohanna Fransiska de Chantal, ia mendirikan tarekat Suster-suster Visitasi.<br \/>\nPada tahun 1662 Fransiskus meninggal di Lyon, Prancis. Banyak sekali hal yang ditinggalkannya kepada Gereja, terutama tulisan-tulisannya yang mendalam tentang iman Katolik. Salah satu warisannya ialah pentingnya memanfaatkan surat kabar untuk menyebarkan ajaran iman dan kebenaran. Fransiskus adalah orang Kudus yang merintis penggunaan surat kabar sebagai pewartaan iman. Karena itu, pada tahun 1887 ia digelari sebagai Pujangga Gereja dan pelindung para penulis dan pers Katolik oleh Sri Paus Pius IX.<\/p>\n<p>Sumber<br \/>\nhttp:\/\/imankatolik.or.id\/kalender\/24Jan.html<br \/>\n<audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-3926-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/FJ2015-01-24-IA-TIDAK-WARAS-LAGI-RM-DWI-JOKO.mp3?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/FJ2015-01-24-IA-TIDAK-WARAS-LAGI-RM-DWI-JOKO.mp3\">http:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/FJ2015-01-24-IA-TIDAK-WARAS-LAGI-RM-DWI-JOKO.mp3<\/a><\/audio><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peringatan Wajib St. Fransiskus dr Sales Ibr. 9:2-3,11-14;\u00a0Mzm. 47:2-3,6-7,8-9;\u00a0Mrk. 3:20-21; BcO\u00a0Kej. 16:1-16 Santo Felisianus dan Primus, Martir Riawayat hidup santo Felisianus dan Primus tidak banyak diketahui. Yang diketahui bahwa keduanya adalah saudara kandung. Sebagai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3926","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3926"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3926\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3930,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3926\/revisions\/3930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}