{"id":38790,"date":"2023-12-13T12:42:41","date_gmt":"2023-12-13T05:42:41","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=38790"},"modified":"2023-12-13T12:42:41","modified_gmt":"2023-12-13T05:42:41","slug":"salus-animarum-keselamatan-jiwa-untuk-semua-umat-beriman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=38790","title":{"rendered":"Salus Animarum: Keselamatan Jiwa untuk Semua Umat Beriman"},"content":{"rendered":"<p>Salus Animarum: Keselamatan Jiwa untuk Semua Umat Beriman<\/p>\n<p>DINAMIKA TEMU PASTORAL KEVIKEPAN KATEGORIAL 2023<\/p>\n<p>&#8220;Salus Animarum: Keselamatan Jiwa untuk Semua Umat Beriman&#8221;<\/p>\n<p>Kevikepan Kategorial memperoleh jatah terakhir dalam Tepas (Temu Pastoral) 2023 pada Sabtu (25\/11) di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan (PPSM). Kevikepan yang dikomandoi Romo Vikep Kategorial, Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr. ini begitu berwarna lantaran terdiri dari berbagai komunitas yang tersebar di Keuskupan Agung Semarang. Komunitas-komunitas itu terbagi menjadi empat rumpun. Rumpun-rumpun itu terdiri dari rumpun doa, rumpun pemerhati KLMTD, rumpun pelayanan, serta rumpun profesi &amp; minat. Total komunitas yang terwadahi hingga saat ini adalah 110 kelompok kategorial. Rumpun dengan komunitas terbanyak, yaitu Jarkod (Jaringan Kelompok Doa) yang tersebar di teritori Keuskupan Agung Semarang.<\/p>\n<p>Kevikepan kategorial lahir pada 1 Juni 2018 sebagai perwujudan moto Bapa Uskup KAS, yaitu Quaerere et Salvum Facere yang berarti \u2018Mencari dan Menyelamatkan.\u2019 Mgr. Robertus Rubiyatmoko menjelaskan bahwa Salus Animarum (keselamatan jiwa) diperuntukkan untuk semua orang beriman yang percaya dan mengamalkan ajaran-ajaran iman kristiani. Kevikepan kategorial hadir untuk mewadahi warna-warni kegiatan berkomunitas umat dalam rangka mengekpresikan iman Katolik. Inilah bentuk kepedulian sekaligus sapaan Gereja Keuskupan Agung Semarang bagi domba-dombanya yang minim sapaan di wilayah kevikepan teritorial, sehingga tetap berjalan bersama dalam rangka menghidupi iman Katolik.<\/p>\n<p>Lini masa Tepas 2023 terbagi menjadi 3 blok. Blok pertama, yaitu sesi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Keuskupan Agung Semarang serta sesi pengantar oleh Romo Vikjen KAS. Blok kedua, yaitu kebijakan pastoral KAS, tanya-jawab, dan diskusi kelompok. Blok ketiga, yaitu pleno, sosialisasi program kerja Kevikepan Kategorial, peluncuran buku, dan evaluasi. Ketiga blok tersebut merupakan bagian dari fokus pastoral KAS tahun 2024: Formasi Iman Berkelanjutan dan Berjenjang (FIBB).<\/p>\n<p>Selengkapnya kunjungi WEBSITE RESMI KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG:<br \/>\nhttps:\/\/kas.or.id\/salus-animarum-kese&#8230;<\/p>\n<p>#TEMUPASTORAL #keuskupanagungsemarang<\/p>\n<p>Sumber Komsos Keuskupan Agung Semarang<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salus Animarum: Keselamatan Jiwa untuk Semua Umat Beriman DINAMIKA TEMU PASTORAL KEVIKEPAN KATEGORIAL 2023 &#8220;Salus Animarum: Keselamatan Jiwa untuk Semua Umat Beriman&#8221; Kevikepan Kategorial memperoleh jatah terakhir dalam Tepas (Temu Pastoral) 2023 pada Sabtu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-38790","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38790"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38790\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38791,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38790\/revisions\/38791"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}