{"id":38476,"date":"2023-12-08T08:00:04","date_gmt":"2023-12-08T01:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=38476"},"modified":"2023-12-08T08:00:04","modified_gmt":"2023-12-08T01:00:04","slug":"jumat-08-desember-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=38476","title":{"rendered":"Jumat, 08 Desember 2023"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 08 Desember 2023<br \/>\nHari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda<br \/>\nLukas 1:38 (Luk 1:26-38)<br \/>\nKata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<\/p>\n<p>Oleh kejatuhan manusia pertama dalam dosa, Allah Bapa telah merancang karya penebusan umat manusia dengan menjanjikan Hawa baru, yang akan melahirkan Penebus (Baca Kej 3:15).<br \/>\nPara nabi telah menubuatkan bahwa Sang Penebus, Putra Allah, akan lahir dari seorang perawan (Yes 7:14). Sang perawan ini telah dipersiapkan Allah sejak awal ia dikandung untuk kelak menjadi mempelai suci Allah Roh Kudus, dan menjadi Ibunda Sang Penebus.<br \/>\nOleh karena itu Allah telah menganugerahkan kemurnian hati kepada Maria sejak ia dikandung, agar ia dapat melahirkan Putra Allah oleh kuasa Roh Kudus. Dengan seutuhnya bersandar pada kasih setia Allah, Maria percaya rancangan Allah itulah yang terbaik baginya. Maka dengan penuh iman ia berserah, &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; (Luk 1:38).<br \/>\nInilah sikap iman Bunda Maria yang menjadi teladan bagi kita untuk berserah penuh pada kehendak dan rancangan Allah bagi kita. Dalam Yeremia 29:11, Allah bersabda, \u201cSebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.\u201d<br \/>\nDemikianlah Allah Bapa kita telah merancang hidup kita, yang terbaik sesuai kehendakNya. Sekalipun begitu banyak hal yang tak mampu kita mengerti mengapa terjadi, dengan penuh penyerahan diri kita berseru kepada Allah, sama seperti Yesus yang berserah pada kehendak BapaNya di taman Getsemani: \u201cBukan kehendakku melainkan kehendakMu-lah yang terjadi.\u201d (Luk 22:42).<br \/>\nHidup kita menjadi penuh makna saat kita melihat semua yang terjadi dalam bingkai rancangan Allah. Dengan mata iman ini kita dapat melihat dan mengerti dari mana kita berasal dan ke mana kita menuju, dan bagaimana Tuhan menemani dan menuntun kita dalam seluruh suka duka ziarah hidup kita di dunia..<br \/>\nKiranya ajakan Pemazmur ini menjadi pegangan kita untuk selalu mencari wajah Tuhan: \u201cCarilah Tuhan dan kekuatanNya, carilah wajahNya selalu!\u201d (Mzm 105:4).<\/p>\n<p>Selamat Hari Raya, mari berserah selalu pada perkataan Tuhan\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 08 Desember 2023 Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Lukas 1:38 (Luk 1:26-38) Kata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; Oleh kejatuhan manusia&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-38476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38476"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38476\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38477,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38476\/revisions\/38477"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}