{"id":37057,"date":"2023-11-12T20:14:09","date_gmt":"2023-11-12T13:14:09","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=37057"},"modified":"2023-11-12T20:14:13","modified_gmt":"2023-11-12T13:14:13","slug":"senin-13-november-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=37057","title":{"rendered":"Senin, 13 November 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 139:1-2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,&nbsp;Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,&nbsp;Dari jauh Engkau mengerti pikiranku.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tiga ciri yang menandai pengikut Kristus: ia tidak membuat penyesatan, ia memaafkan segalanya, dan beriman teguh. Itulah ringkasan Injil hari ini. Ciri-ciri itu merupakan buah Roh. Yesus menyatakan itu kepada mereka yang mengimani Dia. Gagasan-gagasan mendua dihindari Roh. Tiada tempat bagi-Nya dalam hati yang palsu. Roh demikian itu roh cinta kasih. Bahasa penghinaan takkan luput dari hukuman.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa kami sumber kedamaian,&nbsp;Engkau berkenan menyatakan diri-Mu&nbsp;kepada siapa pun yang mengirnani sabda-Mu.&nbsp;Kami mohon, tunjukkanlah kepada kami&nbsp;jalan menuju kedamaian-Mu.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan 1:1-7<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKebijaksanaan adalah roh yang sayang akan manusia, Roh Tuhan memenuhi seluruh dunia.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kasihilah kebenaran, hai para penguasa dunia. Hendaklah pikiranmu tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas, dan carilah Dia dengan tulus hati. Ia membiarkan diri-Nya ditemukan oleh orang yang tidak mencobai-Nya. Ia menampakkan diri kepada semua yang tidak menaruh syak wasangka terhadap-Nya. Pikiran bengkang-bengkung menjauhkan dari Allah, dan orang bodoh yang menguji kekuasaan-Nya pasti dienyahkan. Sebab kebijaksanaan tidak masuk ke dalam hati keruh, dan tidak pula tinggal dalam tubuh yang dikuasai dosa. Roh pendidik yang suci menghindarkan tipu daya, dan pikiran pandir dijauhinya. Sebab kebijaksanaan adalah roh yang sayang akan manusia, tetapi si penghojat tidak dibiarkannya terluput dari hukuman karena ucapan bibirnya. Memang Allah menyaksikan hati sanubarinya, benar-benar mengawasi isi hatinya dan mendengarkan ucapan lidahnya. Sebab Roh Tuhan memenuhi seluruh dunia, dan Dia yang merangkum segala-galanya tahu apa saja yang disuarakan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 139:1-3.4-6.7-8.9-10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Tuntunlah aku di jalan yang kekal, ya Tuhan.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu di atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.<\/li>\n\n\n\n<li>Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu. Jika aku mendaki langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun ada di situ.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S : (Flp 2:15-16)&nbsp;<em>Hendaknya di dunia ini kalian bersinar seperti bintang-bintang sambil berpegang pada firman kehidupan<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 17:1-6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cJika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kepadamu dan berkata, \u2018Aku menyesal\u2019, engkau harus mengampuni dia.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, \u201cTak mungkin tidak akan ada penyesatan! Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya. Lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, daripada ia menyesatkan salah seorang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia. Dan jika ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jika ia berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata, \u2018Aku menyesal\u2019, engkau harus mengampuni dia.\u201d Lalu para rasul berkata kepada Tuhan, \u201cTambahlah iman kami!\u201d Tetapi Tuhan menjawab, \u2018Jika kalian memiliki iman sebesar biji sesawi, kalian dapat berkata kepada pohon ara ini, \u2018Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut\u2019, maka pohon itu akan menurut perintahmu.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Paskalis Aditya Wardana SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Senin 13 November 2023 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas 17:1-6<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kembali kepadamu dan berkata, \u2018Aku menyesal\u2019, engkau harus mengampuni dia. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: \u201cTidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.\u201d Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: \u201cTambahkanlah iman kami!\u201d Jawab Tuhan: \u201cKalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/i terkasih dalam Tuhan, sebuah hal yang normal seandainya kita membalas sebuah perbuatan entah itu baik atau tidak baik. Namun menjadi pengikut Kristus bukanlah menjadi pribadi yang biasa-biasa, bukan orang-orang yang dibelenggu oleh hukum sebab-akibat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus dengan tegas mengajarkan hal itu hari ini. Kita tidak hanya diundang untuk menolak hukum sebab-akibat tersebut, kita bahkan diminta untuk mengatasi hukum sebab-akibat itu, \u201cBahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.\u201d Mengatasi artinya kita harus berjuang sekuat tenaga untuk mampu melakukannya karena memang bukan perkara yang mudah untuk mewujudkannya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di sinilah poin penting menjadi umat Kristiani, menjadi murid Kristus berarti kita harus sadar bahwa kita adalah pribadi yang dikasihi sedemikian besar oleh Tuhan. Karena begitu besar kasih yang kita terima itu, maka undangan Yesus yang awalnya terdengar ekstrem dan mustahil menjadi sebuah kesempatan mengagumkan dan berahmat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Perintah Yesus sebenarnya menjadi kesempatan luhur untuk memberikan kesaksian yang konkret tentang Allah yang mengasihi manusia. Pertama, kesaksian bagi diri kita sendiri bahwa kasih Allah-lah yang memberi daya sehingga kita dapat melakukan undangan-Nya tadi. Konsekuensi dari kasih yang kita terima sedemikian besar, akhirnya hendak kita berikan kepada sesama supaya ia pun sadar bahwa Tuhan mengasihinya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengan demikian, jargon wajah Allah yang berbelaskasih tidak hanya menjadi perayaan ritual yang dibatasi ruang dan waktu, melainkan menjadi gaya hidup yang mewarnai dunia dan mengarahkannya pada persekutuan atau komunio. Marilah kita mohon rahmat untuk mewujudnyatakan hal yang luhur tersebut agar anggota keluarga dan komunitas kita sungguh merasakan kasih Allah sekaligus memutus rantai kebencian dan permusuhan. Semoga Hati Kudus Yesus memampukan kita untuk menjadi saksi akan kasih Allah yang begitu besar sehingga hidup kita menjadi aliran berkat bagi siapa saja. Tuhan memberkati. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami di surga,&nbsp;dalam roti anggur ini&nbsp;berkatilah kiranya kami dengan belas kasih-Mu,&nbsp;ampunilah dosa-dosa kami&nbsp;dan tekankanlah di dalam hati kami perintah Putra-Mu,&nbsp;yang telah mengurbankan segalanya demi kami semua.&nbsp;Dialah Tuhan \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Lukas 17:6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jika kamu memiliki iman sebesar biji sesawi,&nbsp;kamu dapat berkata kepada pohon ara ini,&nbsp;\u2018Cabutlah akarmu dan tanamkanlah dirimu di laut,&nbsp;Maka pohon itu akan menurut perintahmu.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal,&nbsp;semoga kami mengimani sabda-Mu dan percaya pula&nbsp;bahwa kebaikan hati dan ingkar diri akan mampu&nbsp;mengalahkan dosa-dosa.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Senin-13-November-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3\">Resi-Senin 13 November 2023 oleh Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/11\/09\/senin-13-november-2023-hari-biasa-pekan-xxxii\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=37057-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_837\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-37057-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Senin-13-November-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Senin-13-November-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Senin-13-November-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Senin-13-November-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=37057-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Senin-13-November-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Senin-13-November-2023-oleh-Rm.Paskalis-Aditya-Wardana-SCJ-dari-komunitas-Paroki-Santo-Yohanes-Penginjil-Bengkulu-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 139:1-2 Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,&nbsp;Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,&nbsp;Dari jauh Engkau mengerti pikiranku. PENGANTAR Tiga ciri yang menandai pengikut Kristus: ia tidak membuat penyesatan, ia memaafkan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-37057","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=37057"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37059,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37057\/revisions\/37059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=37057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=37057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=37057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}