{"id":36918,"date":"2023-11-10T13:43:34","date_gmt":"2023-11-10T06:43:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=36918"},"modified":"2023-11-10T13:43:35","modified_gmt":"2023-11-10T06:43:35","slug":"sabtu-11-november-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=36918","title":{"rendered":"Sabtu, 11 November 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 1Sam 2:35<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan bersabda, \u201cSeorang imam akan Kuangkat bagi-Ku. Ia setia pada-Ku dan bertindak menurut maksud dan keinginan-Ku.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu perjalanan militer Martinus membagi mantolnya dengan seorang pengemis untuk menyelamatkan dia dari mati kedinginan. Mantol itu menjadi symbol amal kasih yang nyata. \u201cBerani membagikan kepada sesama apa yang kauperlukan sendiri\u201d. Ketika bertobat, ia lalu meninggalkan ketentaraan dan belajar pada Hilarius, uskup Poiters. Sebagai imam ia mendirikan biara pertama dai Perancis. Kelak ia menjadi uskup di Tours dan menyebarluaskan Injil di Perancis Tengah. Biarawan-biarawannya yang membantu dia.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa, kemuliaan para kudus,&nbsp;uskup-Mu Santo Martinus meluhurkan Dikau baik dengan kehidupan maupun dengan kematiannya.&nbsp;Perbaharuilah kiranya dalam hati kami karya agung rahmat-Mu, sehingga maut ataupun hidup takkan mampu memisahkan kami dari cinta kasih-Mu.&nbsp;Demi Yesus Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan<\/strong><strong>&nbsp;dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 16:3-9.16.22-27<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cHendaklah kalian saling memberi salam dengan cium kudus.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, sampaikan salamku kepada Priska dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawa untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi; dialah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus. Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kalian. Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama dengan daku; mereka itu orang-orang terpandang di antara para rasul dan telah menjadi Kristen sebelum aku. Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis yang kukasihi. Hendaklah kalian saling memberi salam dengan cium kudus. Salam kepada kalian dari semua jemaat Kristen. Salam dalam Tuhan dari Tertius, yaitu aku yang menulis surat ini. Salam bagi kalian dari Gayus yang memberi tumpangan kepadaku, dan bagi seluruh jemaat. Salam kepada kalian dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kalian semua. Amin. Allah berkuasa menguatkan kalian menurut Injil yang kumaklumkan dan pewartaan tentang Yesus Kristus, yang isinya ialah pernyataan yang berabad-abad lamanya tersembunyi, tapi kini dinyatakan, yang menurut perintah Allah yang abadi telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman. Bagi DIa, satu-satunya Allah yang penuh hikmat itu, segala kemuliaan untuk selama-lamanya, oleh Yesus Kristus. Amin!<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 145:2-3.4-5.10-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan, selama-lamanya.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.<\/li>\n\n\n\n<li>Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu, dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.<\/li>\n\n\n\n<li>Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S : (2Kor 8:9)&nbsp;<em>Yesus Kristus telah menjadi miskin, meskipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 16:9-15<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cJika kalian tidak setia mengurus mamon durhaka, siapakah yang mau mempercayakan harta sejati kepadamu?\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, \u201cIkatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur, supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, kalian diterima dalam kemah abadi. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi jika kalian tidak setia mengurus mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? [Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?] Seorang hamba tidak mungkin mengabdi dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon.\u201d Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Yesus. Maka Yesus berkata kepada mereka, \u201cKalian membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH&nbsp;Rm. Benediktus Mulyono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-Saudari salam jumpa, bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Resistencia, Argentina dalam RESI (Renungan Singkat) Dehonian: Sabtu, 11 November 2023. Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-Saudari Terkasih, kata Mamon berasal ari kata Aram, yaitu&nbsp;<em>mamona<\/em>, yang artinya kekayaan atau keuntungan. Dan Yesus mengajarkan terutama kepada para Murid-Nya agar tidak hidup dalam kerakusan, mementingkan hal-hal yang bersifat materi secara berlebihan, dan mencari keuntungan atau kekayaan duniawi itu secara tidak adil.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pengajaran Yesus ini sekaligus untuk mengkritik orang-orang Farisi, yang disebutnya sebagai hamba-hamba uang. Yesus menyadari bahwa para murid-Nya hidup di tengah situasi tidak adil, sistem yang menyebabkan kesakitan dan penderitaan bagi umat manusia. Sistem politik, ekonomi, dan sosial yang melanggar martabat dan hak asasi manusia. Manipulasi hati nurani dan perampasan kebebasan, karena ini bukan hanya tentang uang yang diperoleh secara tidak adil, ini tentang situasi dosa dan kejahatan yang terjadi dalam masyarakat sosial waktu itu. Yesus tidak mau bahwa para murid mengikuti arus yang terjadi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Untuk itu Yesus mengajarkan kepada para murid suatu latihan rohani agar membiasakan diri setia dalam perkara-perkara kecil, agar ia dapat dengan mudah setia juga dalam perkara-perkara besar. Memperoleh dan menggunakan mamon dengan cara-cara yang jujur dan bertanggungjawab.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-Saudari Terkasih, dunia dan masyarakat dimana kita tinggal ini juga menjadi ajang pertarungan antara kebaikan dan kejahatan; terdapat juga situasi dimana kita berhadapan dengan \u201cpeperangan batin\u201d berkaitan dengan situasi sosial, politik dan ekonomi. Tidak sedikit di antara kita yang berhadapan dengan \u201cpeperangan\u201d antara berpegang pada nilai-nilai kebenaran yang diajarkan Yesus atau kita mengikuti kemungkinan tawaran untuk \u201cmemperoleh dan menggunakan mamon dengan tidak jujur\u201d.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penegasan Yesus bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan atau kita tidak dapat mengabdi sekaligus kepada Allah dan kepada Mamon mengingatkan kembali kepada kita bahwa panggilan utama kita adalah mencintai Allah dan mempercayakan hidup kita sepenuh hati hanya kepada DIA. Memang tidak dipungkiri bahwa mamon (kekayaan, keuntungan, uang) merupakan hal yang sangat kita butuhkan; namun jangan sampai justru mamon juga-lah yang menjauhkan diri kita dari Allah. Dengan tidak menjadikan mamon sebagai \u201cdewa\u201d bagi hidup kita; Yesus juga mengajarkan pentingnya sikap kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Solidaritas dan kemurahan hati merupakan keutamaan yang Yesus ajarkan kepada kita dan menggunakan mamon dengan sebaik mungkin adalah cara yang dapat kita lakukan sebagai ungkapan kita mencintai Allah dan sesama.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berkat Allah Yang Maha Kuasa untuk kita semua: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.&nbsp; Amiin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa yang mahakudus,&nbsp;terimalah dan kuduskanlah persembahan yang kami unjukkan dengan hati gembira untuk menghormati Santo Martinus, uskup-Mu.&nbsp;Semoga karenanya hidup kami tetap Kaubimbing dalam suka dan duka.&nbsp;Demi Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Mat 25:40<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sungguh benar sabda-Ku ini: Apa saja yang kalian lakukan bagi salah seorang saudara-Ku, kalian lakukan bagi-Ku sendiri.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa, pusat hidup kami,&nbsp;Engkau telah menyegarkan kami dengan Ekaristi tanda kesatuan.&nbsp;Semoga hati kami dalam segalanya selalu senada dengan kehendak-Mu,&nbsp;sehingga sebagaimana Santo Martinus kami menyerahkan diri seutuhnya kepada-Mu dan menjadi milik-Mu seutuhnya.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Sabtu-11-November-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3\">Resi-Sabtu 11 November 2023 oleh Rm. Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas Resistencia, Provinsi Chaco \u2013 Argentina \u2013 Argentina<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/11\/09\/sabtu-11-november-2023-peringatan-wajib-st-martinus-dari-tours-uskup\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=36918-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Santo&nbsp;Martinus dari Tours<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>\u201cI\u2019m a Soldier of Christ, I will not fight\u2026\u201d<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Santo Martinus dilahirkan di Sabaria, Hungaria pada tahun 315. Ayahnya seorang perwira Romawi. Tidak seorang pun dari kedua orangtuanya yang beragama Kristen, tetapi Martinus merasakan adanya panggilan yang kuat dari lubuk hatinya untuk menjadi pengikut Kristus. Pernah suatu hari ketika usianya sepuluh tahun, Martinus diam-diam pergi&nbsp; dari rumahnya dan mengetuk pintu sebuah gereja Katolik. Dia belajar iman Katolik secara sembunyi-sembunyi supaya ia bisa dibaptis. Ketika berusia 15 tahun, Martinus dipaksa masuk angkatan bersenjata Romawi, padahal Martinus tidak suka orang saling membunuh dalam peperangan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Suatu malam di musim dingin, Martinus berjumpa dengan seorang pengemis berpakaian compang-camping yang menggigil kedinginan. Martinus menghentikan kudanya dan melepaskan mantol wol-nya yang indah. Dengan pedangnya Ia menyobek mantolnya itu menjadi dua bagian dan kemudian memberikan yang sebagian kepada si pengemis yang segera menerimanya dengan gembira.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Malam itu Martinus bermimpi. Dalam mimpinya Yesus mengenakan belahan mantol yang ia berikan kepada si pengemis siang tadi. Yesus berkata kepada para malaikat dan para kudus yang mengelilingiNya,&nbsp;<strong>\u201cLihat mantol yang diberikan Martinus kepadaKu, padahal ia masih seorang katekumen.\u201d<\/strong>&nbsp;(katekumen = para calon baptis).&nbsp; Esok pagi Martinus segera mohon dibaptis.&nbsp; Ia lalu mengundurkan diri dari dinas ketentaraan, sebab katanya, \u201cAku ini laskar Kristus, karena itu tidak patut aku berperang.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">St.Martinus kemudian menjadi seorang imam dan seorang uskup yang hebat. Ia senantiasa membagikan cinta kasihnya yang besar kepada siapa saja. Santo Martinus wafat di Tours, Perancis, pada 8 November 397 dan dimakamkan di Pemakaman Kaum Miskin, sesuai dengan permintaannya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Banyak peziarah mengunjungi makam uskup yang kudus ini dan banyak mukjizat mulai dilaporkan terjadi melalui perantaraannya. Ketika jumlah peziarah semakin bertambah banyak,&nbsp; Gereja Perancis lalu membangun sebuah Basilika yang megah di Tours dan Relikwi Santo Martinus disemayamkan dalam Basilika yang kini dikenal sebagai&nbsp;<strong>Basilica of Saint Martin Tours<\/strong>&nbsp;Perancis.<\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada tahun 1562 Basilika ini dan Relikwi Santo Martinus dihancurkan oleh kaum Protestan dalam Revolusi Perancis. Basilika Santo Martinus mulai dibangun kembali pada tahun 1860 dan baru selesai pada 1924. Beberapa fragmen kecil dari Relikwi Santo Martinus ditemukan oleh para pekerja konstruksi dan kini disemayamkan kembali di&nbsp;<strong>Tomb of Saint Martin<\/strong>&nbsp;di ruang bawah tanah Basilika.&nbsp;<\/h4>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sebagian mantol St.Martiunus yang&nbsp;disimpan untuk&nbsp;dirinya&nbsp;menjadi&nbsp;peninggalan yang sangat terkenal dan&nbsp;disimpan&nbsp;dalam&nbsp;Oratorium&nbsp;raja-raja&nbsp;Frank&nbsp;di Abbey&nbsp;Marmoutier&nbsp;dekat Tours.&nbsp;Selama Abad Pertengahan, mantol&nbsp;St.Martin&nbsp;<strong>(cappa&nbsp;Sancti&nbsp;Martini)<\/strong>&nbsp;dipakai&nbsp;oleh raja-raja Frank&nbsp;ketika mereka&nbsp;berperang&nbsp;karena dipercaya&nbsp;<strong>\u201ckonon\u201d<\/strong>&nbsp;Mantol tersebut dapat melindungi pemakainya dari segala marabahaya. Cappa&nbsp;Sancti&nbsp;Martini&nbsp;kemudian&nbsp;diketahui&nbsp;diserahkan kepada&nbsp;para biarawan&nbsp;Saint\u2013Denis&nbsp;oleh Raja&nbsp;Beato&nbsp;Charlemagne,&nbsp;di&nbsp;sekitar tahun&nbsp;799.<\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Legenda<\/strong>&nbsp;bangsa Frank menuturkan : &nbsp;Dalam perang mempertahankan kota Paris dari serbuan bangsa Viking pada tahun 885 (The Siege of Paris 885-886),&nbsp;<strong>Cappa Sancti Martini<\/strong>&nbsp;dibawa ke garis depan pertahanan tembok kota Paris oleh uskup Paris dan panglima Frank, Count Oddo des Francs.&nbsp; Pemimpin Viking&nbsp;&nbsp;<strong>Ragnar<\/strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>Rollo Lodbrok<\/strong>&nbsp;melancarkan serangan dengan menggunakan mesin-mesin pengepungan, namun selalu gagal menembus tembok kota Paris. Pengepungan Paris berlangsung selama berbulan-bulan dan bangsa Viking tetap gagal menembus pertahanan tentara Frank. Pengepungan baru berakhir pada tahun 886 ketika Raja Frank, Charles III, mengizinkan para Viking bergerak ke Hulu sungai Seine untuk menyerbu dan menjarah wilayah&nbsp;<strong>Burgundy&nbsp;<\/strong>(Bourgogne) yang saat itu tengah memberontak terhadap kekuasaan Raja Fank.<\/h4>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Arti Nama<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nama Romawi yang berasal dari kata&nbsp;<strong>Martis<\/strong>, bentuk genitif dari nama dewa Romawi kuno&nbsp;<strong>Mars<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Variasi Nama<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mattin,&nbsp;Matxin&nbsp;<strong>(Basque)<\/strong>,&nbsp;Martin&nbsp;<strong>(Bulgarian)<\/strong>,&nbsp;Mart\u00ed&nbsp;<strong>(Catalan)<\/strong>,&nbsp;Martin,&nbsp;Tin&nbsp;<strong>(Croatian)<\/strong>,&nbsp;Martin&nbsp;<strong>(Czech)<\/strong>,&nbsp;Martin,&nbsp;Morten&nbsp;<strong>(Danish)<\/strong>,&nbsp;Maarten,&nbsp;Marten,&nbsp;Martijn,&nbsp;Tijn&nbsp;<strong>(Dutch)<\/strong>,&nbsp;Martin,&nbsp;Martie,&nbsp;Marty&nbsp;<strong>(English)<\/strong>,&nbsp;Martti,&nbsp;Martin&nbsp;<strong>(Finnish)<\/strong>,&nbsp;Martin&nbsp;<strong>(French)<\/strong>,&nbsp;Martin,&nbsp;Merten&nbsp;<strong>(German)<\/strong>,&nbsp;Martin,&nbsp;M\u00e1rton&nbsp;<strong>(Hungarian)<\/strong>,&nbsp;Mairt\u00edn&nbsp;<strong>(Irish)<\/strong>,&nbsp;Martino,&nbsp;Tino&nbsp;<strong>(Italian)<\/strong>,&nbsp;Martynas&nbsp;<strong>(Lithuanian)<\/strong>,&nbsp;Martin,&nbsp;Morten&nbsp;<strong>(Norwegian)<\/strong>,&nbsp;Marcin&nbsp;<strong>(Polish)<\/strong>,&nbsp;Martim,&nbsp;Martinho&nbsp;<strong>(Portuguese)<\/strong>,&nbsp;Martin&nbsp;<strong>(Romanian)<\/strong>,&nbsp;Martin&nbsp;<strong>(Russian)<\/strong>,&nbsp;Martin&nbsp;<strong>(Slovak)<\/strong>,&nbsp;Martin,&nbsp;Tinek&nbsp;<strong>(Slovene)<\/strong>,&nbsp;Mart\u00edn&nbsp;<strong>(Spanish)<\/strong>,&nbsp;M\u00e5rten,&nbsp;Martin&nbsp;<strong>(Swedish)<\/strong>,&nbsp;Martyn&nbsp;<strong>(Ukrainian)<\/strong>,&nbsp;Martyn&nbsp;<strong>(Welsh)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bentuk Feminim<\/strong>&nbsp;:<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Martina (English), Martine (French), Martina (German), Martina (Swedish), Martina (Norwegian), Martina (Danish), Martina (Czech), Martina (Slovak), Martina (Slovene), Martina (Croatian)<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bentuk Pendek<\/strong>&nbsp;:<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Martie, Marty (English), Tinek (Slovene), Tin (Croatian)<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sumber :&nbsp;<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/november\/martinus-dari-tours.html\">https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/november\/martinus-dari-tours.html<\/a><\/h4>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6145\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-36918-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Sabtu-11-November-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Sabtu-11-November-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Sabtu-11-November-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Sabtu-11-November-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=36918-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Resi-Sabtu-11-November-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Sabtu-11-November-2023-oleh-Rm.-Benediktus-Mulyono-SCJ-dari-Komunitas-Resistencia-Provinsi-Chaco-Argentina-Argentina.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 1Sam 2:35 Tuhan bersabda, \u201cSeorang imam akan Kuangkat bagi-Ku. Ia setia pada-Ku dan bertindak menurut maksud dan keinginan-Ku.\u201d PENGANTAR: Pada suatu perjalanan militer Martinus membagi mantolnya dengan seorang pengemis untuk menyelamatkan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-36918","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36918"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36918\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36920,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36918\/revisions\/36920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}