{"id":35908,"date":"2023-10-22T20:23:44","date_gmt":"2023-10-22T13:23:44","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=35908"},"modified":"2023-10-22T20:23:44","modified_gmt":"2023-10-22T13:23:44","slug":"senin-23-oktober-2023-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=35908","title":{"rendered":"Senin, 23 Oktober 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Antifon Pembukaan \u2013 Roma 4:21-22<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Abraham penuh keyakinan bahwa Allah berkuasa&nbsp;untuk melaksanakan apa yang telah la janjikan.&nbsp;Maka hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tiada harta benda betapapun besarnya, yang dapat mengamankan hidup kita. Setiap orang yang mengumpulkan kekayaan untuk dirinya sendiri, dan menggenggam miliknya sekuat kuasanya, akan mengalami bahwa uangnya akan berkurang daya belinya. Tepatlah bagi kita bahwa hal itu disebut-sebut dalam Injil. Sebab kita sering mudah mengabaikan hal itu. Hanya iman akan Tuhan, yang mendampingi kita, yang mampu membantu kita hidup secara kristiani.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa kami di surga, sumber sukacita,&nbsp;bangunlah kiranya kami menjadi Gereja,&nbsp;yang didasari batu sendi sejati, ialah Yesus Kristus.&nbsp;Semoga kami Kaupenuhi pula dengan sukacita,&nbsp;karena diperkenankan mengimani Engkau.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 4:20-25<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKita pun dibenarkan karena mengimani Allah.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, terhadap janji Allah Abraham tidak bimbang karena kurang percaya, tetapi sebaliknya, ia malahan diperkuat dalam imannya dan memuliakan Allah. Ia yakin penuh bahwa Allah berkuasa melaksanakan apa yang telah dijanjikan-Nya. Maka hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Kata-kata \u2018hal ini diperhitungkan kepadanya\u2019 tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi untuk kita juga, sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita, dan dibangkitkan demi pembenaran kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>KIDUNG TANGGAPAN: Luk 1:69-70.71-72.73-75<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia mengunjungi umat-Nya.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, putera Daud, hamba-Nya. Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita, dan dari tangan semua lawan yang membenci kita. Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita, akan membebaskan kita dari tangan musuh, agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut, dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup kita.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S : (Mat 5:3)&nbsp;<em>Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 12:13-21<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus, \u201cGuru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan daku.\u201d Tetapi Yesus menjawab, \u201cSaudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah bagimu?\u201d Kata Yesus kepada orang banyak itu, \u201cBerjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan! Sebab walaupun seseorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.\u201d Kemudian Ia menceritakan kepada mereka perumpamaan berikut, \u201cAda seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya, \u2018Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak punya tempat untuk menyimpan segala hasil tanahku\u2019. Lalu katanya, \u2018Inilah yang akan kuperbuat: Aku akan merombak lumbung-lumbungku, lalu mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum serta barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya. Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!\u2019 Tetapi Allah bersabda kepadanya, \u2018Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Bagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu?\u2019 Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Vivat Cor Iesu, Per Cor Mariae. Terpujilah Hati Yesus melalui Hati Maria. Hari ini kita merenungkan Injil Lukas 12:13-21.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sobat Resi terkasih, Perikopa Injil hari ini sangatlah cocok dijadikan permenungan hidup soal harta kekayaan atau milik yang selama ini kita upayakan dengan segala jerih lelah. Setiap orang pasti merasa kawatir kalau tidak punya uang; sejak kecil bahkan kita langsung berhadapan dengan kebutuhan jajan saat di sekolah. Kita butuh cemilan, makan, snack dan itu hanya dapat dibeli dengan uang. Maka logika sederhana manusiawi kita terdorong untuk mengumpulkan uang demi mendapatkan kebutuhan pokok seperti sandang pangan papan. Kalau tiga kebutuhan pokok itu terpenuhi, kebutuhan kita akan bertambah seperti butuh rekreasi, saatnya membantu sesama yang membutuhkan, kebutuhan spiritual dan seterusnya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Seorang pribadi atau keluarga yang memiliki kekayaan lebih sering dipandang sebagai mereka yang mendapat berkat Tuhan. Dalam doa akan terungkap demikian. Belum lagi kalau diberikan kesehatan, kesuksesan, lulus kuliah, selamat dari kecelakaan, dll\u2026itu semua dipandang sebagai berkat Tuhan. Kisah-kisah dalam Perjanjian Lama pun memandang demikian. Kekayaan dipandang sebagai sumber kebahagiaan di dunia. Orang kaya akan independen, hidup aman, tidak bingung soal makanan, rumah dll. Namun, Allah juga mengutus banyak nabi yang mengkritik umat yang kaya namun tidak peduli akan yang miskin, yang suka menindas rakyat lemah, yang berlaku curang. Para nabi itu hendak menyadarkan bahwa kekayaan bukanlah ujung atau puncak kebahagiaan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam kisah Perjanjian Baru pun, Tuhan Yesus tidak mengecam kekayaaan. Yesus mengajarkan bahwa kekayaan ada untuk dimanfaatkan dengan baik dan bijaksana. Perumpamaan hari ini menjadi sebuah pembelajaran. Si bodoh itu ingin mengamankan kekayaannya sesuka hati, lupa kebutuhan sesama, dan melupakan Allah. Tibalah saat kematian\u2026.lalu sia-sialah semua usaha mengumpulkan kekayaan itu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mari kita gigih mengumpulkan harta di surga dengan tetap peduli pada sesama. Biarlah hati kita diubah menjadi seperti Hati-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami di surga,&nbsp;semoga iman kami Kaupuaskan dengan roti anggur,&nbsp;lambang Putra-Mu terkasih,&nbsp;yang telah melimpahkan Roh-Nya kepada kami.&nbsp;Sebab Dialah \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Lukas 1:68<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Terpujilah Tuhan, Allah Israel,&nbsp;sebab Ia telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa kami yang mahamulia,&nbsp;jadikanlah kiranya kami kaya di hadapan-Mu,&nbsp;perkenankanlah kami menikmati anugerah,&nbsp;ang telah Kaulimpahkan kepada kami&nbsp;berkat Yesus Tuhan kami,&nbsp;dan ajarilah kami hidup sesuai dengan anugerah-Mu itu.&nbsp;Sebab Dialah \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Resi-Senin-23-Oktober-2023-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">Resi-Senin 23 Oktober 2023 oleh Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/10\/22\/senin-23-oktober-2023-hari-biasa-pekan-xxix\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=35908-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_4370\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-35908-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Resi-Senin-23-Oktober-2023-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Resi-Senin-23-Oktober-2023-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Resi-Senin-23-Oktober-2023-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Resi-Senin-23-Oktober-2023-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=35908-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Resi-Senin-23-Oktober-2023-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Senin-23-Oktober-2023-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Antifon Pembukaan \u2013 Roma 4:21-22 Abraham penuh keyakinan bahwa Allah berkuasa&nbsp;untuk melaksanakan apa yang telah la janjikan.&nbsp;Maka hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. PENGANTAR: Tiada harta benda betapapun besarnya, yang dapat mengamankan hidup kita.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-35908","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35908","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35908"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35908\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35910,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35908\/revisions\/35910"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35908"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35908"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35908"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}