{"id":34846,"date":"2023-10-04T08:16:37","date_gmt":"2023-10-04T01:16:37","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=34846"},"modified":"2023-10-04T08:16:37","modified_gmt":"2023-10-04T01:16:37","slug":"rabu-04-oktober-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=34846","title":{"rendered":"Rabu, 04 Oktober 2023"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 04 Oktober 2023<br \/>\nPeringatan St Fransiskus Asisi<br \/>\nLukas 9:60 (Luk 9:57-62)<br \/>\nTetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.&#8221;<\/p>\n<p>Dalam kisah Injil hari ini, ada seorang yang dipanggil Yesus untuk mengikutiNya, namun memberi syarat bahwa ia akan mengikuti Yesus nanti sesudah ayahnya meninggal. Dengan kata lain, ia sama sekali tidak siap mengikuti Yesus karena lebih memikirkan keluarganya.<br \/>\nYesus meminta para pengikutNya untuk meninggalkan segala-galanya dalam mengikuti Dia. Bukan maksud Yesus bahwa para pengikutNya tidak menghargai atau menghormati keluarga mereka, tapi agar pelayanan dalam perkara Kerajaan Allah, yakni memberi diri untuk dipakai Tuhan mewartakan kasih Allah, tidak terhalang oleh urusan keluarga.<br \/>\nYang jauh lebih penting adalah kita fokus pada kehidupan kekal bersama Tuhan daripada fokus pada ketakutan akan kematian.<br \/>\nBukankah ini yang membuat orang lupa akan pemeliharaan hidup rohani untuk selalu dekat dan bersatu dengan Tuhan karena lebih fokus ingin bertahan hidup, ingin umur panjang dan karena itu ia hanya fokus pada diri sendiri, pada kepentingan diri sendiri dan keluarganya dan tidak peduli dengan orang lain. Ia menjadi begitu egois sehingga takut kekurangan, takut rugi, takut tidak cantik lagi, takut tidak kuat lagi dan pelbagai ketakutan lainnya.<br \/>\nOrang ini sebenarnya sudah mati secara rohani sekalipun masih hidup. Inilah maksud Yesus dengan, \u201corang mati menguburkan orang mati.\u201d<br \/>\nYesus mengundang kita untuk masuk dalam keluarga baru, keluarga Kerajaan Allah, di mana orang tidak lagi takut dengan kekhawatiran dunia karena yakin Allah menjadi jaminan utama hidupnya.<br \/>\nJangan pernah ragu dan cemas memberi diri untuk Yesus dan pekerjaanNya. Segala sesuatu pasti ditambahkan, hidup abadi menjadi jaminan, dan kecantikan spiritual tak akan pernah pudar.<br \/>\nTeladan St Fransiskus Asisi menjadi model dan inspirasi iman bagi kita. Ia telah memberi segalanya dengan hidup miskin di hadapan Allah maka ia mendapatkan segalanya dalam Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Selamat Hari Baru. Rahmat Tuhan cukup bagi kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 04 Oktober 2023 Peringatan St Fransiskus Asisi Lukas 9:60 (Luk 9:57-62) Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.&#8221; Dalam&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-34846","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34846"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34846\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34847,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34846\/revisions\/34847"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}