{"id":34784,"date":"2023-10-03T08:06:56","date_gmt":"2023-10-03T01:06:56","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=34784"},"modified":"2023-10-03T08:06:56","modified_gmt":"2023-10-03T01:06:56","slug":"selasa-03-oktober-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=34784","title":{"rendered":"Selasa, 03 Oktober 2023"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 03 Oktober 2023<br \/>\nLukas 9:53-54 (Luk 9:51-56)<br \/>\nTetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: &#8220;Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?&#8221;<\/p>\n<p>Orang Samaria dan Orang Yahudi sebenarnya adalah kakak beradik. Sesudah Raja Salomo anak Daud meninggal, Kerajaan Israel terpecah menjadi 2 yakni Kerajaan Utara dengan ibu kota Samaria dan Kerajaan Selatan dengan ibu kota Yerusalem.<br \/>\nKerajaan Utara kemudian dikuasai bangsa Asyur dan Kerajaan Selatan dikuasai bangsa Babilonia.<br \/>\nSesudah pembuangan ke Babel orang Israel kembali ke Yerusalem dan membangun kembali kota itu. Mereka kemudian disebut orang Yahudi karena sebagian besar berasal dari keturunan Yehuda.<br \/>\nSementara itu, orang Israel dari Kerajaan Utara yang dijajah bangsa Asyur telah bercampur baur dengan penjajahnya dan menyembah dewa-dewa bukan lagi menyembah Allah. Merekalah orang Samaria. Karena mereka telah murtad itulah sebabnya mereka sangat dibenci orang Yahudi.<br \/>\nBegitulah yang terjadi bila dua kakak beradik bermusuhan sungguh sulit dipersatukan. Mereka saling membenci satu sama lain. Rasul Yohanes dan Yakobus dalam Injil hari ini mewakili orang Yahudi yang sangat membenci orang Samaria. Apalagi ketika orang Samaria menolak Yesus masuk ke kotanya.<br \/>\nNamun Yesus tidak mengijinkan mereka membalas dendam. Ia datang bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Yoh 3:17). Jalan pengampunan dan belaskasih adalah jalan yang ditunjuk Yesus.<br \/>\nMari menjadi pembawa damai. Biarlah doa St Fransiskus Asisi menjadi nyata dalam hidup kita:<br \/>\nBila terjadi kebencian, jadilah pembawa cinta kasih. Bila terjadi penghinaan, jadilah pembawa pengampunan. Bila terjadi perselisihan, jadilah pembawa kerukunan. Bila terjadi keputusasaan, jdilah pembawa harapan. Bila terjadi kegelapan, jadilah pembawa terang. Bila terjadi kesedihan, jadilah pembawa sukacita.<\/p>\n<p>Syalom, damai selalu di hati.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 03 Oktober 2023 Lukas 9:53-54 (Luk 9:51-56) Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata:&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-34784","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34784","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34784"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34784\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34785,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34784\/revisions\/34785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34784"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34784"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34784"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}