{"id":3469,"date":"2014-12-03T14:31:22","date_gmt":"2014-12-03T07:31:22","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=3469"},"modified":"2014-12-03T14:31:22","modified_gmt":"2014-12-03T07:31:22","slug":"harapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=3469","title":{"rendered":"HARAPAN"},"content":{"rendered":"<div id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10706\" align=\"center\"><b id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10710\"><span id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10709\" style=\"text-decoration: underline;\">HARAPAN<\/span><\/b><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10687\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10716\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<i id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10726\">\u201cHe who doesn\u2019t\u00a0\u00a0hope to win has already lost\u201d<\/i>\u00a0\u00a0&#8211; Dia yang tidak berharap untuk menang sebenarnya sudah kalah terlebih dahulu (Simon Bolivar, 1783 \u2013 1830).<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10687\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yui_3_16_0_1_1417569700721_15906\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Hidup yang kita jalani kebanyakan hanya masalah mental. Bila mental kita sudah kalah, maka apa pun yang kita lakukan pasti gagal atau\u00a0<i id=\"ygrps-yiv-820119516yui_3_16_0_1_1417569700721_15052\">pecundang<\/i>. Dan mental itu tercermin dari sikap hidup kita merespon kejadian di luar. Ada orang yang reaktif: semua ditanggapi secara negatif. Ada juga yang merespon sebuah peristiwa secara proaktif. Dan kadangkala kita terbentur dalam berelasi dengan lain. Kita mengeluh dengan sikap orang lain. Maya Angelou (1928 \u2013 2014) pernah berkata,\u00a0<i id=\"ygrps-yiv-820119516yui_3_16_0_1_1417569700721_15053\">\u201cIf\u00a0\u00a0you\u00a0\u00a0don\u2019t\u00a0like\u00a0\u00a0something,\u00a0\u00a0change it. If\u00a0\u00a0you\u00a0\u00a0can\u2019t\u00a0\u00a0cange\u00a0\u00a0it, cange\u00a0\u00a0your\u00a0\u00a0attitude.\u201d<\/i>\u00a0\u2013 Jika tidak suka sesuatu ubahlah itu. Jika tidak bisa diubah, ubahlah sikap Anda.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10687\"><span style=\"font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yui_3_16_0_1_1417569700721_15056\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Memang dalam hidup ini kita harus selalu berharap untuk\u00a0\u00a0\u201cmenjadi pemenang!\u201d\u00a0\u00a0Harapan bagaikan setitik api yang memotivasi kita untuk bertindak. Dalam menyelesaikan pekerjaan, jika pada awal sudah berharap akan akan berhasil, dapat dapat dikatakan bahwa pekerjaan itu sudah 50 % berhasil.\u00a0\u00a0Sebagai contoh ekstrem. Orang tidak makan beberapa hari bisa hidup atau orang tidak minum beberapa jam masih bisa hidup dan orang tidak bernafas beberapa menit masih bisa hidup. Namun orang tidak memiliki satu detik pengharapan, maka dia tidak akan kuat menghadapi kehidupan ini.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yui_3_16_0_1_1417569700721_15919\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yui_3_16_0_1_1417569700721_15918\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Dalam\u00a0 mitologi Yunani, ada kisah menarik yang mengisahkan tentang \u201cKotak Pandora.\u201d Dikisahkan bahwa ada sebuah kota yang berisi pelbagai malapetaka dalam bentuk makhluk kecil bersayap warna coklat dan kotak tersebut dihiasi dengan<i>ornament<\/i>\u00a0yang amat memesona, yang\u00a0 \u2013\u00a0 tentunya \u2013 membuat setiap orang ingin membukanya. Pandora, si wanita itu ingin sekali mengetahui isi kotak tersebut. Keinginannya begitu kuat, padahal sudah diperingatkan supaya tidak membukanya. Tatkala kotak itu dibuka, keluarlah malapetaka yakni\u00a0 segala macam penyakit dan tabiat buruk serta kejahatan yang\u00a0<i>mengobrak-abrik<\/i>\u00a0umat manusia.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10687\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yui_3_16_0_1_1417569700721_15583\">Penyesalan selalu datang terlambat. Pandora amat sedih. Sorak gembira serta-merta berubah menjadi tangis yang tragis. Keluhan terdengar dari segala penjuru karena rasa sakit dan ketakutan akan kematian. Namun, bagaimana pun juga dalam hati para Dewa muncul belas kasihan kepada umat manusia (Bdk.\u00a0<i>Promotheus<\/i>, Dewa yang mencintai umat manusia dengan memberi api). Para Dewa \u201cmengutus\u201d makhluk yang baik yakni Harapan, yang ditugaskan untuk menyembuhkan luka-luka tersebut. Harapan, kumudian terbang melalui jendela dan menjalankan tugas yang sama terhadap para korban lain untuk mengembalikan semangat mereka. Harapan \u2013 meskipun kecil dan sedikit \u2013 amat berpengaruh besar bagi kelangsungan hidup umat manusia.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10687\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yui_3_16_0_1_1417569700721_15931\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Harapan membuat hidup kita menjadi kuat, meskipun kadangkala kita terpuruk karena masalah: pribadi, relasi, pekerjaan dan ekonomi. Namun kita menjadi ingat akan apa yang dialami Yosua ketika dalam situasi terjepit, \u201cBukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi\u201d (Yos 1: 9).<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yui_3_16_0_1_1417569700721_15940\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10700\">Pepatah Latin,\u00a0\u00a0<i id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10698\">\u201cSpes est expectatio boni\u201d<\/i>\u00a0\u2013 harapan adalah penantian kebaikan, mengajak kita untuk\u00a0\u00a0senantiasa berharap. Kita berharap bahwa tugas-perkerjaan yang dipercayakan kepada kita akan mengembangkan diri kita.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10687\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yui_3_16_0_1_1417569700721_15060\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10687\"><b id=\"ygrps-yiv-820119516yiv1833461173yui_3_16_0_1_1417569700721_10736\">Rm. Markus\u00a0Marlon MSC<\/b><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Rm. Markus Marlon MSC &lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HARAPAN \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cHe who doesn\u2019t\u00a0\u00a0hope to win has already lost\u201d\u00a0\u00a0&#8211; Dia yang tidak berharap untuk menang sebenarnya sudah kalah terlebih dahulu (Simon Bolivar, 1783 \u2013 1830). \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Hidup yang kita jalani kebanyakan hanya masalah mental. Bila&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3271,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3469","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/jalan-salib-malam.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3469","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3469"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3469\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3470,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3469\/revisions\/3470"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3271"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3469"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3469"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3469"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}