{"id":3451,"date":"2014-12-01T15:56:28","date_gmt":"2014-12-01T08:56:28","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=3451"},"modified":"2014-12-01T15:56:42","modified_gmt":"2014-12-01T08:56:42","slug":"menyambut-kedatangan-nya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=3451","title":{"rendered":"MENYAMBUT KEDATANGAN-NYA"},"content":{"rendered":"<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27423\" align=\"center\"><b id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27427\"><span id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27426\" style=\"text-decoration: underline;\">MENYAMBUT KEDATANGAN-NYA<\/span><\/b><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27429\" align=\"center\">(Menangkap\u00a0\u00a0\u201cDaun-Daun Sabda\u201d Yang Melayang-layang)<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27434\" align=\"center\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27439\">\u201cMenunggu\u201d merupakan pengalaman yang mendebarkan. Lantas kita bertanya, \u201cBagaimana rasanya menunggu kedatangan pacar?\u201d atau, \u201cBagaimana rasanya menunggu panggilan dari kantor atau lembaga yang kita lamar?\u201d Tentu semuanya membutuhkan kesabaran. Dalam arti ini, orang bisa menunggu secara pasif, aktif dan proaktif.\u00a0\u00a0Sekarang, \u201cBagaimana kita menghidupi masa menunggu kedatangan-Nya pada masa Adven ini?\u201d<\/div>\n<p><b id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27443\">\u00a0\u00a0<\/b><\/p>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27388\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27463\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Kalau kita menunggu, maka kegiatan kita hanya duduk-duduk tanpa\u00a0beraktivitas.\u00a0\u00a0Mungkin juga ketika sambil menunggu kita mengisinya dengan memelototi HP atau\u00a0\u00a0<i>nonton<\/i>\u00a0TV atau baca koran. Orang yang ditunggu belum muncul. Mungkin masih di Bandara atau pelabuhan atau mungkin sedang OTW\u00a0<i>(on the way)<\/i>.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27453\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Lain dengan \u201cmenyambut\u201d. Orang yang\u00a0\u00a0<i id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27464\">\u201cketiban sampur\u201d<\/i>\u00a0\u2013 mendapat tugas menyambut\u00a0\u00a0itu, maka yang\u00a0\u00a0disambut itu sudah berada di depan pintu atau sudah duduk sebagai tamu kehormatan. Sudah ada kepastian bahwa tamu sudah datang.\u00a0Zaman Israel pun demikian pada waktu itu. Seorang ibu yang sudah mengandung tua dan beberapa saa hendak melahirkan, maka rumah keluarga tersebut, kedatangan para tetangga dan para pemain musik hendak\u00a0\u00a0\u201cmenyambut\u201d kedatangan jabang bayi ibu ter sebut (Bdk. Buku dengan judul\u00a0<i id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27454\">\u201cMatius \u2013 Pemahaman Alkitab Setiap Hari \u201c<\/i>\u00a0tulisan\u00a0Silliam Barclay, halaman. 282). Kelahiran bayi disambut dengan sukacita yang luar biasa.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27468\"><b id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27467\">Menyambut Kedatangan Yesus Kristus<\/b><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27471\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Dalam kekristenan, menyambut kedatangan Tuhan Yesus disambut dengan sukacita. Dan istilah liturgi untuk peristiwa ini dinamakan masa Adven (<i>Ad<\/i>, menuju ke, menjelang +\u00a0<i>venire<\/i>, datang.\u00a0<i>Adven<\/i>\u00a0berarti: menyambut kedatangan atau masa penantian kedatangan Kristus.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27489\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Begitu pentingnya peristiwa kelahiran Yesus Kristus, sehingga Gereja memersiapkan umatnya dan menetapkan masa pertobatan dan persiapan kedatangan-Nya (Bdk. Sinode Macon \u2013 Prancis tahun 590).\u00a0\u00a0Di sinilah kita dapat disadari bahwa persiapan-persiapan batin menjadi prioritas utama dan dalam menyambut kedatangan-Nya, ada orang-orang yang pasif, aktif dan proaktif.\u00a0<b id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27481\">Persiapan-Persiapan Rohani<\/b><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27478\"><b>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/b>Karena masa Adven adalah masa penantian baiklah jika diisi dengan pertobatan. Persiapan yang terbaik adalah dengan lebih sering menerima sakramen Ekaristi\u00a0\u00a0dan juga sakramen tobat. Sakramen Ekaristi menyadarkan kita akan kasih Allah yang memberikan Putera-Nya untuk bersatu dengan kita yang dimulai dengan peristiwa Inkarnasi. Masa Adven adalah waktu yang tepat untuk terus-menerus bertekun dalam doa-doa pribadi dan merenungkan Sabda Tuhan. Dan kalender Gereja telah memberikan bacaan-bacaan acuan yang mudah untuk kita pahami.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27492\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Minggu pertama\u00a0\u00a0(Mark 13: 33 \u2013 37), lilin ungu mengajarkan tentang kewaspadaan agar tidak kehilangan arah ke masa depan ini. Nanti dalam Injil Minggu\u00a0Adven II (Mark 1: 1 \u2013 8) dan Minggu Adven III (Yoh 1: 6 \u2013 8. 19 \u2013 28) perhatian pada \u201cakhir zaman\u201d berkaitan dengan warta Yohanes Pembaptis. Ia mewartakan baptisan sebagai ungkapan tobat dari pihak manusia; ia juga mempersaksikan baptisan dalam roh yang dibawakan oleh Yesus.\u00a0\u00a0Pada minggu Adven III ini juga disebut minggu\u00a0<i>Gaudete<\/i>\u00a0\u00a0atau minggu sukacita serta dipasang lilin berwarna merah muda, yang menyatakan sukacita karena masa penantiaan akan telah berjalan setengah dan akan berakhir.\u00a0Penekanan pada kesaksian akan karya ilahi ini juga ada dalam Minggu Adven IV (Luk 1: 26 \u2013 38) yang menampilkan orang-orang terdekat dengan Yesus, yakni: Maria dan Yosef. Mereka ini orang-orang pertama yang dengan sederhana\u00a0\u00a0dan tulus membiarkan Roh bekerja dalam diri mereka.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27499\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Dalam masa Adven ini, ada sebagian umat yang menjalankan\u00a0\u00a0\u201cNovena Maria dikandung tanpa noda\u201d atau\u00a0\u00a0\u201cNovena Natal dan Novena Kanak-Kanak Yesus\u201d. Karena Gereja memperingati Maria dikandung tanpa noda\u00a0<i id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27501\">(Immaculate Conception)<\/i>pada tanggal 19 Desember, maka penghormatan kepada Bunda Maria, yang melahirkan Kristus juga dipandang sebagai devosi yang baik.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27388\">Persiapan Proaktif<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27388\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27514\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Masa Adven yang hendak kita lalui itu, patut untuk kita persiapkan. Namun di sisi lain, juga ada orang yang tidak peduli, acuh tak acuh. Bagi mereka, semua masa liturgi dianggap sama saja.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27519\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Lantas, ada orang yang menyiapkan hati untuk menyambut Kristus dengan kegiatan-kegiatan yang sudah dicanangkan oleh paroki. Ia mengikuti saja apa yang sudah diagendakan wilayah, stasi atau paroki.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27407\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Akhirnya persiapan yang proaktif.\u00a0\u00a0Ini adalah pribadi yang merasa bahwa masa Adven adalah sebagai kesempatan untuk\u00a0\u00a0\u201cmengembangkan\u201d kehidupan rohaninya. Selain program yang sudah dicanangkan oleh stasi, wilayah rohani dan paroki, orang ini akan dengan sekuat tenaga mendalami makna masa Adven tersebut.<\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27388\"><\/div>\n<div id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27409\"><i id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27537\">Senin, 01 Desember\u00a0\u00a0\u00a02014<\/i>\u00a0\u00a0\u00a0<b>Rm.<\/b>\u00a0<b id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27410\">Markus Marlon<\/b>\u00a0<b id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27412\">MSC<\/b><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis <b>Rm.<\/b>\u00a0<b id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27410\">Markus Marlon<\/b>\u00a0<b id=\"ygrps-yiv-2021886689yui_3_16_0_1_1417409589794_27412\">MSC<\/b>\u00a0&lt;markus_marlon@yahoo.com&gt;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENYAMBUT KEDATANGAN-NYA (Menangkap\u00a0\u00a0\u201cDaun-Daun Sabda\u201d Yang Melayang-layang) \u201cMenunggu\u201d merupakan pengalaman yang mendebarkan. Lantas kita bertanya, \u201cBagaimana rasanya menunggu kedatangan pacar?\u201d atau, \u201cBagaimana rasanya menunggu panggilan dari kantor atau lembaga yang kita lamar?\u201d Tentu semuanya membutuhkan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":699,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/jesus.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3451"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3451\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3452,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3451\/revisions\/3452"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/699"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}