{"id":34412,"date":"2023-09-24T08:39:45","date_gmt":"2023-09-24T01:39:45","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=34412"},"modified":"2023-09-24T08:39:45","modified_gmt":"2023-09-24T01:39:45","slug":"minggu-24-september-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=34412","title":{"rendered":"Minggu, 24 September 2023"},"content":{"rendered":"<p>*Sabda Kehidupan*<br \/>\nMinggu 24 September 2023<br \/>\n_*Matius 20:11-13*_ (Mat 20:1-16)<br \/>\n*\u201dKetika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?\u201d*<\/p>\n<p>_Dalam hal upah keselamatan, Yesus mengingatkan kita ini bukan soal jasa kita, seberapa lama kita telah dibaptis menjadi anak Allah, seberapa lama kita telah bekerja di ladang Tuhan atau seberapa besar jasa yang telah kita berikan._<br \/>\n_Keselamatan adalah semata-mata kasih karunia Tuhan, yang ingin semua orang diselamatkan. Karena itu berbahagialah orang yang telah lama ikut Yesus, yang telah lama memberi diri dan berbakti kepada Tuhan karena itu berarti ia telah lama mengalami kasih dan kemurahan Allah yang melimpah. Kedekatannya dengan Tuhan dan tinggal serta bekerja bersama Tuhan, itulah sukacita tak terhingga anak-anak Allah._<br \/>\n_Janganlah kita punya mentalitas orang upahan yang bekerja hanya untuk mencari upah. Janganlah mengukur relasi kita dengan Tuhan dari seberapa besar upah yang kita terima. Itu tandanya kita tidak bekerja dengan setulus hati. Apalagi menbandingkan diri selalu dengan apa yang diterima orang lain._<br \/>\n_Inilah mentalitas si \u2018anak sulung\u2019 dalam perumpamaan Yesus tentang \u2018anak yang hilang.\u2019 Ia cemburu dengan adiknya yang diampuni bapanya. Ia tidak mengalami sukacita hidup bersama ayahnya. Padahal \u2018semua yang ayahnya miliki adalah kepunyaannya juga.\u2019_<br \/>\n_Bersyukurlah selalu karena kita diperkenankan serumah dengan Allah. Bahagianya kita bila pada akhirnya semua orang bisa masuk dalam Rumah Bapa. Karena itu mari ikut mencari dan mengajak siapa saja untuk mengalami sukacita yang sama yang kita alami oleh cinta Tuhan. Mari mencari yang hilang, yang jauh dari Tuhan, agar kita semua menjadi satu keluarga Allah._<\/p>\n<ul>\n<li>_Selamat Hari Minggu. Mari ke rumah Tuhan untuk bersyukur bersama yang lain_\u2764\ufe0f<br \/>\n_Ps Revi Tanod Pr_<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>*Sabda Kehidupan* Minggu 24 September 2023 _*Matius 20:11-13*_ (Mat 20:1-16) *\u201dKetika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-34412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34412"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34413,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34412\/revisions\/34413"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}