{"id":34351,"date":"2023-09-21T20:47:09","date_gmt":"2023-09-21T13:47:09","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=34351"},"modified":"2023-09-21T20:47:10","modified_gmt":"2023-09-21T13:47:10","slug":"jumat-22-september-2023-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=34351","title":{"rendered":"Jumat, 22 September 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 1 Timotius 6:12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar,&nbsp;dan rebutlah hidup yang kekal.&nbsp;Untuk itulah engkau telah dipanggil;&nbsp;Untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Paulus menamakan iman kita itu suatu pertandingan, suatu perjuangan. Demikianlah ia menasihati Timotius sahabatnya. Dia sendiri kelak mengatakan bahwa telah menyelesaikan pertandingannya dengan baik dan tetap memiliki iman. Beriman tanpa perjuangan tidak mungkin. Kita harus berbuat sesuatu agar tetap setia. Namun, perjuangan kita itu hanya insani. Di samping murid-murid pria, Yesus juga dibantu oleh penganut-penganut wanita. Mereka melakukan tugas sesuai caranya masing-masing.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA :<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa kami sumber kekuatan,&nbsp;ajarilah kami mengimani dan memahami&nbsp;pewartaan Putra-Mu terkasih.&nbsp;Semoga Engkau selalu mendampingi kami.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius 6:2c-12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cHai manusia Allah, kejarlah keadilan.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara terkasih, ajarkanlah dan nasihatkanlah semua ini. Jika ada orang yang mengajarkan ajaran lain, dan tidak menurut ajaran sehat, yakni ajaran Tuhan kita Yesus Kristus, dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan iman kita, dialah orang yang berlagak tahu, padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, iri hati, fitnah, dan curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berfikiran sehat, yang kehilangan kebenaran, yang mengira agama itu suatu sumber keuntungan. Memang iman itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia ini, dan kita pun tidak membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan pelbagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai penderitaan. Tetapi engkau, hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, takwa, kesetiaan, cinta kasih, kesabaran, dan kelembutan hati. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil; untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 49:6-7.8-9.17-18.20<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan para pengejarku, yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri karena banyaknya kekayaan mereka?<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak seorang pun dapat membebaskan diri, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya! Terlalu mahallah harga pembebasan nyawanya, dan tidak terjangkau untuk selama-lamanya kalau ia ingin hidup abadi dengan tidak melihat liang kubur.<\/li>\n\n\n\n<li>Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.<\/li>\n\n\n\n<li>Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S : (Mat 11:25)&nbsp;<em>Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 8:1-3<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBeberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Haryanto SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae.&nbsp;<\/strong><\/em><strong>Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sahabat&nbsp;<\/strong><strong>RESI&nbsp;<\/strong><strong>Dehonian&nbsp;<\/strong><strong>yang terkasih<\/strong><strong>.&nbsp;<\/strong>Benarkah bahwa hampir dalam segala level kehidupan, baik secara sosio-kultural, struktural maupun keagamaan; posisi perempuan secara umum masih terpinggirkan, atau di bawah dominasi laki-laki? Dan karenanya muncul banyak gerakan yang mendukung kesetaraan gender?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sabda Tuhan yang baru saja kita baca dan kita dengarkan mengetengahkan adanya dua kelompok pengikut Yesus, yaitu kedua belas murid Yesus (ay.1) dan sekelompok perempuan biasa (ay. 2-3). Narasi yang pendek ini dimaksudkan untuk menunjukan bahwa ada kesepadanan antara kedudukan para perempuan biasa itu dengan kedua belas murid Yesus yang seluruhnya adalah laki-laki.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Barangkali kita jarang memperhatikan bahwa dalam melakukan pelayanan dari satu tempat ke tempat lain ada banyak orang yang ternyata ikut melayani bersama Yesus selain keduabelas murid-Nya. Penginjil Lukas mencatat bahwa selain para murid, ada banyak pula yang turut serta termasuk di dalamnya adalah perempuan. Beberapa nama disebutkan oleh Lukas, seperti Maria Magdalena, Yohana istri Khuza bendahara Herodes dan Susana dan masih banyak lagi yang lain. Mereka itu melayani dengan menyediakan segala keperluan Yesus berserta rombongan dengan mempergunakan apa yang mereka miliki.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sahabat RESI Dehonian yang terkasih.&nbsp;<\/strong>Para perempuan itu memiliki posisi sebagai murid Tuhan yang membantu pelayanan Yesus. Hal ini lebih mudah dipahami bila keduabelas murid yang melakukan perjalanan itu bersama dengan para perempuan. Sebab, ada banyak hal yang mungkin tak terpikirkan oleh laki-laki, akan terbantu oleh pelayanan para Perempuan itu. Tetapi lebih dari itu bahwa para perempuan itu begitu rindu mengikuti dan melayani Tuhan, karena mereka telah mengalami disembuhkan dari penyakit jasmani maupun penyakit Rohani mereka.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dewasa ini juga Gereja tidak lagi membatasi dalam tugas melayani hanya oleh laki-laki, tetapi para perempuan juga mempunyai tempat untuk ikut melayani Tuhan. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa panggilan melayani itu justru muncul dari dalam hati setiap orang yang mengalami perjumpaan yang istimewa, dan yang personal dengan Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sahabat RESI Dehonian yang terkasih.&nbsp;<\/strong>Tuhan tidak membeda-bedakan kita dalam urusan melayani. Artinya bahwa Anda dan saya bisa ambil bagian dalam begitu banyak bentuk pelayanan di dalam Gereja dan masyarakat. Kita bisa mempergunakan apapun yang kita miliki, talenta-talenta, pikiran, tenaga, ide-ide atau materi untuk memperluas Kerajaan-Nya di muka bumi ini. Melayani Tuhan dan mereka yang menyertai-Nya dalam konteks saat ini adalah melayani Dia yang hadir dalam persekutuan pribadi-pribadi manusia beserta alam ciptaan Allah yang lainnya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga kita menjadi pelayan yang baik, yang murah hati kepada siapapun dan apapun.&nbsp;<strong>Tuhan memberkati niat-niat baik kita. AMIN<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha pengasih,&nbsp;berkatilah kami yang berhimpun di sini&nbsp;dan semoga kami semakin memahami,&nbsp;siapa Engkau ini bagi kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 1 Timotius 6:12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berlombalah dalam pertandingan iman yang benar&nbsp;dan rebutlah hidup yang kekal.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa maha penyayang,&nbsp;bimbinglah kami dalam menempuh jalan&nbsp;yang ditunjukkan Putra-Mu.&nbsp;Semoga kejujuran dan kebenaran&nbsp;mendekatkan kami satu sama lain.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Resi-Jumat-22-September-2023-oleh-Rm.-Petrus-Haryanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Andreas-Rasul-Mesuji-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Jumat 22 September 2023 oleh Rm. Petrus Haryanto SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Andreas Rasul Mesuji Lampung-Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/09\/20\/jumat-22-september-2023-hari-biasa-pekan-xxiv\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=34352-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_4328\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-34351-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Resi-Jumat-22-September-2023-oleh-Rm.-Petrus-Haryanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Andreas-Rasul-Mesuji-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Resi-Jumat-22-September-2023-oleh-Rm.-Petrus-Haryanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Andreas-Rasul-Mesuji-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Resi-Jumat-22-September-2023-oleh-Rm.-Petrus-Haryanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Andreas-Rasul-Mesuji-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Resi-Jumat-22-September-2023-oleh-Rm.-Petrus-Haryanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Andreas-Rasul-Mesuji-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=34351-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Resi-Jumat-22-September-2023-oleh-Rm.-Petrus-Haryanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Andreas-Rasul-Mesuji-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Jumat-22-September-2023-oleh-Rm.-Petrus-Haryanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Andreas-Rasul-Mesuji-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 1 Timotius 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar,&nbsp;dan rebutlah hidup yang kekal.&nbsp;Untuk itulah engkau telah dipanggil;&nbsp;Untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar. PENGANTAR: Paulus menamakan iman kita itu suatu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-34351","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34351"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34353,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34351\/revisions\/34353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}