{"id":34145,"date":"2023-09-15T07:53:14","date_gmt":"2023-09-15T00:53:14","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=34145"},"modified":"2023-09-15T07:53:14","modified_gmt":"2023-09-15T00:53:14","slug":"jumat-15-september-2023-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=34145","title":{"rendered":"Jumat, 15 September 2023"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 15 September 2023<br \/>\nPeringatan Santa Maria Berdukacita<br \/>\nYohanes 19:25-27<br \/>\nDekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: &#8220;Ibu, inilah, anakmu!&#8221; Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: &#8220;Inilah ibumu!&#8221; Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.<\/p>\n<p>Meskipun dipilih dan diangkat sebagai Ibu Yesus, Putra Allah Mahatinggi, Penebus umat manusia, Raja segala raja, Bunda Maria tak luput dari dukacita. Ia ikut menanggung semua derita yang ditanggung Yesus Puteranya.<br \/>\nKisah yang begitu agung dan menggembirakan tentang pemberitaan kelahiran Yesus oleh malaikat Gabriel kepada Maria, tak luput dari kisah derita yang harus ditanggung Maria sebagai tanda cinta dan konsekwensi pilihannya, melahirkan dan membesarkan Yesus.<br \/>\nTercatat dalam Injil beberapa dukacita Maria ini: Ia melahirkan Yesus di kandang hina Betlehem; lalu bersama Yesus dan Yosep mereka mengungsi ke Mesir; dengan susah payah bersama Yosep ia mencari Yesus yang hilang di Yerusalem tiga hari lamanya; ia ikut menemani Yesus di jalan salib yang menyakitkan; dengan penuh duka ia harus memandang Yesus puteranya wafat di salib dan membaringkanNya dalam pangkuannya saat Yesus telah terbujur kaku, dan akhirnya ia harus memakamkan Yesus dengan hati pilu dan sedih. Sungguh Maria telah menjadi Ibu yang penuh kasih setia. Mater Dolorosa.<br \/>\nBetapa bahagianya kita ketika Yesus sambil meregang nyawaNya di atas kayu salib, menganugerahkan BundaNya menjadi Bunda kita juga. Kepada kita Yesus berkata, \u201cInilah ibumu!\u201d Bunda Yesus yang penuh kasih setia, yang rela menderita dan menanggung duka Anaknya kini menjadi Bunda kita.<br \/>\nIngatlah bahwa kasih Yesus dan kesetiaan Maria, telah dimahkotai dengan sukacita Paskah. Derita dan duka diganti sukacita surgawi karena Yesus telah bangkit dan menjadi Pemenang jaya. Yesus-pun memahkota Maria ibuNya menjadi Ratu Surgawi.<br \/>\n\u201dBunda Maria doakan kami selalu agar kami setia mengikuti Yesus baik dalam suka terlebih di tengah duka dan derita hidup ini. Biarlah kami ikut menikmati janji Kristus kelak berbahagia bersamaNya di surga.\u201d<\/p>\n<p>Di balik duka selalu ada suka. Mari terus berjalan dalam sukacita iman.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 15 September 2023 Peringatan Santa Maria Berdukacita Yohanes 19:25-27 Dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-34145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34145"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34147,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34145\/revisions\/34147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}