{"id":33710,"date":"2023-09-02T08:38:13","date_gmt":"2023-09-02T01:38:13","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=33710"},"modified":"2023-09-02T08:38:13","modified_gmt":"2023-09-02T01:38:13","slug":"sabtu-02-september-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=33710","title":{"rendered":"Sabtu, 02 September 2023"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 02 September 2023<br \/>\nMatius 25:14-15 (Mat 25:14-30)<br \/>\n\u201dHal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat\u2026\u201d<\/p>\n<p>Uang sejumlah 1 talenta sesungguhnya sama dengan 6000 dinar. Bila 1 dinar itu adalah upah kerja sehari, berarti 6000 dinar itu upah adalah untuk 6000 hari atau 16 tahun bekerja. Bagaimana mungkin oleh si penerima 1 talenta dianggap sedikit? Rupanya karena ia membandingkan apa yang diterimanya dengan yang diterima orang lain. Mengapa yang lain dapat 2 dan 5 sedangkan saya hanya 1?<br \/>\nTernyata banyak atau sedikit yang ada pada seseorang tergantung cara pandang atau cara pikir orang itu. Ada orang yang berpunya tapi merasa tidak punya apa-apa. Ia bukannya melihat apa yang ada tapi apa yang tidak ada.<br \/>\nBagaikan orang yang punya sepeda motor tapi merasa tidak punya sesuatu yang berarti karena maunya mobil. Atau ketika membandingkan dengan sepeda motor orang lain, ia merasa punyanya sudah tua dan tidak secanggih punya yang lain.<br \/>\nDari cara pandang ini, terciptalah orang yang miskin dan kaya dalam arti miskin cara pandang, miskin hati, miskin rohani, miskin syukur dan seterusnya.<br \/>\nPerkataan Yesus dalam Injil hari ini kiranya menjadi pengingat bagi kita betapa Tuhan telah memberi kita hidup yang melimpah dengan pelbagai talenta. Bila apa yang Tuhan berikan tidak kita hargai dan syukuri, lalu kita merasa miskin tak punya apa-apa, maka apapun yang ada pada kita akan diambil Tuhan.<br \/>\nYesus telah menjadi miskin supaya kita menjadi kaya. Mari fokus pada kekayaan rahmat yang Tuhan beri yang tak terhitung banyaknya dan bersyukurlah selalu. Anugerah kehidupan yang Tuhan berikan bila dikembangkan dengan rajin sungguh berkelimpahan. Mari berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan, mari syukuri semua berkat Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 02 September 2023 Matius 25:14-15 (Mat 25:14-30) \u201dHal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-33710","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33710","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33710"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33710\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33711,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33710\/revisions\/33711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}