{"id":33333,"date":"2023-08-24T16:28:48","date_gmt":"2023-08-24T09:28:48","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=33333"},"modified":"2023-08-24T16:28:48","modified_gmt":"2023-08-24T09:28:48","slug":"kamis-24-agustus-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=33333","title":{"rendered":"Kamis, 24 Agustus 2023"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 24 Agustus 2023<br \/>\nPesta St Bartolomeus Rasul<br \/>\nYoh 1:47b-49 (Yoh 1:45-51)<br \/>\nYesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: &#8220;Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!&#8221; Kata Natanael kepada-Nya: &#8220;Bagaimana Engkau mengenal aku?&#8221; Jawab Yesus kepadanya: &#8220;Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.&#8221; Kata Natanael kepada-Nya: &#8220;Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!&#8221;<\/p>\n<p>Yesus adalah Tuhan dan Guru yang sejati. Ia sungguh mengenal secara pribadi dan mendalam siapakah murid-muridNya. Pengenalan Yesus akan Natanael (dikenal dengan nama Latin: Bartolomeus), jauh lebih dalam dari Natanael mengenal dirinya sendiri. Yesus mampu melihat figur seorang Israel sejati dalam dirinya, sementara Natanael sendiri mungkin ragu akan dirinya.<br \/>\nCoba simak bagaimana Yesus mengatakan yang sama mengenai Simon. Yesus melihat batu karang yang kokoh dalam diri Simon dan memanggilnya Petrus. Simon yang mulanya lemah dan suka menyangkal, pada akhirnya menjadi Petrus, batu krang yang kokoh, seorang pemberani dan pewarta ulung, pondasi Gereja yang kokoh.<br \/>\nDemikianlah Yesus selalu memandang seseorang, kita semua, secara pribadi dan sangat mendalam. Tidak hanya sejauh jangkauan mata tapi jauh ke dalam hati. Yesus sang Guru selalu melihat apa yang sejati dalam diri seseorang. Ia menarik kesejatian itu keluar agar orang itu menjadi citra Allah yang sejati.<br \/>\nInilah arti sebenarnya dari pendidikan (dari bahasa Latin educare yang terdiri dari kata e=keluar; ducare=menarik). Pendidikan berarti menarik keluar semua potensi seseorang, semua kesejatian dalam dirinya, agar ia tumbuh menjadi seperti itu.<br \/>\nSebagai Tuhan dan Guru kita, Yesus mengenal segala yang baik dan potensial dalam diri kita. Jangan ragu dengan diri sendiri karena sebagai sahabatNya, Yesus mampu mendidik kita, menarik keluar semua potensi kita dan mengangkat kita bahkan jauh melampaui yang kita bayangkan. Dalam lagu \u201cYou raise me up\u201d dikatakan, \u201cYou raise me up to more than I can be.\u201d (Engkau mengangkat saya jauh melebihi apa yang saya bisa).<br \/>\nSebagaimana Natanael menjadi seperti yang Yesus lihat dalam dirinya, semoga kita-pun bertumbuh sebagaimana yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Menjadi yang terbaik di mata Tuhan. Biarlah dunia melihat kita lemah, tapi kita kuat dalam tangan Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat hari Kamis. Mari terus memberi diri dibentuk oleh Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 24 Agustus 2023 Pesta St Bartolomeus Rasul Yoh 1:47b-49 (Yoh 1:45-51) Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: &#8220;Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!&#8221; Kata&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-33333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33333"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33333\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33334,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33333\/revisions\/33334"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}