{"id":33042,"date":"2023-08-15T08:58:11","date_gmt":"2023-08-15T01:58:11","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=33042"},"modified":"2023-08-15T08:58:11","modified_gmt":"2023-08-15T01:58:11","slug":"selasa-15-agustus-2023-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=33042","title":{"rendered":"Selasa, 15 Agustus 2023"},"content":{"rendered":"<p>Sanda Kehidupan<br \/>\nSelasa 15 Agustus 2023<br \/>\nMatius 18:1-3 (Mat 18:1-5, 10, 12-14)<br \/>\nPada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: &#8220;Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?&#8221; Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.\u201d<\/p>\n<p>Pertanyaan \u2018siapakah yang paling besar\u2019 sama dengan pertanyaan \u2018siapakah yang paling hebat, siapakah yang paling tinggi, dan seterusnya. Sesungguhnya pertanyaan ini datang dari rasa takut dianggap kecil dan tak berarti. Takut direndahkan dan takut dianggap biasa-biasa saja. Ketakutan ini muncul karena dunia lebih mengutamakan yang besar, hebat dan berkuasa.<br \/>\nItulah sebabnya waktu kecil kita ingin cepat-cepat jadi besar, karena hidup penuh tekanan untuk bersaing menunjukkan siapakah yang paling besar dan paling hebat.<br \/>\nDi rumah kita dibanding-bandingkan dengan orang lain yang lebih pintar, membuat kita berkecil hati. Di sekolah kita dibanding-bandingkan dengan mereka yang dengar-dengaran dan berkelakuan baik, karena kita dianggap nakal dan susah diatur. Nilai raport kita seakan mewakili identitas kita, siapakah diri kita yang sebenarnya.<br \/>\nJangan heran bahwa ada banyak orang yang merasa gagal, merasa rendah diri. Dibilang payah, bodoh, tak berprestasi. Hidup dalam situasi penuh tekanan seperti ini membuat seseorang melihat orang lain sebagai ancaman, saingan, bahkan musuh yang merongrong kehebatannya, ketenarannya, bahkan kekuasaannya.<br \/>\nYesus tidak ingin kita tergoda dengan pertanyaan \u2018siapakah yang terbesar\u2019 ini. Karena itu Ia berkata, \u201cbarangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.\u201d<br \/>\nYesus menghendaki kita menjadi seperti anak kecil di hadapan Bapa di surga. Allah tidak menuntut kita untuk menjadi yang paling besar dan paling hebat karena identitas diri kita sebagai anak Allah itulah jati diri kita yang sebenarnya. Kita bermegah hanya di dalam Allah yang memberi kita kekuatan, dan menaruh kepercayaan penuh pada kasih sayang Bapa kita di surga.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Jangan takut dan cemas, Allah beserta kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sanda Kehidupan Selasa 15 Agustus 2023 Matius 18:1-3 (Mat 18:1-5, 10, 12-14) Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: &#8220;Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?&#8221; Maka Yesus memanggil seorang anak kecil&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-33042","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33042","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33042"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33042\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33043,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33042\/revisions\/33043"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}