{"id":32777,"date":"2023-08-07T07:30:51","date_gmt":"2023-08-07T00:30:51","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32777"},"modified":"2023-08-07T07:30:51","modified_gmt":"2023-08-07T00:30:51","slug":"senin-07-agustus-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32777","title":{"rendered":"Senin, 07 Agustus 2023"},"content":{"rendered":"<p>*Sabda Kehidupan*<br \/>\nSenin 07 Agustus 2023<br \/>\n_*Matius 14:19*_ (Mat 14:13-21)<br \/>\n*Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.*<\/p>\n<p>_Mujizat perbanyakan roti ini dikisahkan oleh semua Penginjil. Matius (14:13-21), Markus (6:30-44), Lukas (9:10-17) dan Yohanes (6:1-15). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya roti ini dalam pewartaan Yesus._<br \/>\n_Dikisahkan dalam Injil bahwa Yesus lahir di Betlehem. Kata Betlehem dalam bahasa Ibrani terdiri dari 2 kata: \u2018bait\u2019 artinya rumah dan \u2018lekhem\u2019, artinya \u2018roti\u2019. Betlehem artinya rumah roti. Tentu nama Betlehem ada kaitannya dengan Yesus datang sebagai Roti Hidup yang turun dari surga. Bila dikaitkan dengan turunnya \u201cmanna\u201d atau roti dari langit ketika umat Israel berada di padang gurun menuju tanah terjanji, maka datangnya Sang Roti Hidup dari surga adalah pemenuhan karya keselamatan Allah dalam diri Yesus._<br \/>\n_Mari kita simak lebih jauh apa yang dikatakan Yesus dalam Injil Yohanes 6:48-51, 55-56, \u201cAkulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia\u2026Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.\u201d_<br \/>\n_Betapa indah, dalam dan penuh makna pesan Yesus ini bagi kita. \u2018Dari mujizat perbanyakan roti, yang hanya untuk mengenyangkan tubuh, Yesus menuntun kita untuk sampai pada Roti Hidup yang sejati yakni Roti dan Anggur Perjamuan Kudus (Ekaristi) yang adalah Korban Kristus untuk penebusan dan keselamatan jiwa kita. Dan bukankah Roti dan Anggur &#8211; Tubuh dan Darah Kristus kini selalu tersedia di altar Ekaristi setiap hari?_<br \/>\n_Mujizat Roti Hidup ini tetap diperbuat Yesus bagi kita, dahulu-sekarang-selamanya! Mari menyambut Tubuh Kristus Roti Kehidupan kita. Ia selalu ada dan menanti kita. \u201cTerimalah dan makanlah kamu semua. Inilah TubuhKu yang diserahkan bagimu.\u201d Amin._<\/p>\n<p>_Semangat Senin! Yesus sumber kekuatan kita, santapan jiwa kita._\u2764\ufe0f<br \/>\n_Ps Revi Tanod Pr_<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>*Sabda Kehidupan* Senin 07 Agustus 2023 _*Matius 14:19*_ (Mat 14:13-21) *Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-32777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32777"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32777\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32779,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32777\/revisions\/32779"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}