{"id":32641,"date":"2023-08-01T18:32:51","date_gmt":"2023-08-01T11:32:51","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32641"},"modified":"2023-08-01T18:32:52","modified_gmt":"2023-08-01T11:32:52","slug":"rabu-02-agustus-2023-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32641","title":{"rendered":"Rabu, 02 Agustus 2023"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 99:9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Luhurkanlah Tuhan Allah kita, dan sujudlah menyembah Dia di hadapan gunung-Nya. Sebab kuduslah Tuhan, Allah kita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Musa menghadap Tuhan lebih dulu dalam keheningan dan tukesepian, sebelum mengatakan kepada umat Israel apa yang que harus mereka lakukan. Kerajaan surga adalah harta terpendam yang harus kita cari. Hubungan teratur dengan Tuhan diperlu kan agar dapat menyadari apa yang harus kita lakukan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, atas perintah-Mu kami menerobos padang pasir untuk masuk ke tanah perjanjian. Kami mohon, jangan sampai kami tewas di tengah jalan karena kelaparan atau kehausan, dan jangan sampai pula kehabisan harapan, tetapi perkenankanlah kami semua, yang mendambakan kebebasan dari penjajahan, dapat mencapai tanah perjanjian yang bebas dan sejahtera. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Keluaran 34:29-45<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cMelihat wajah Musa, orang-orang Israel takut mendekat.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika Musa turun dari Gunung Sinai dengan membawa kedua loh hukum Allah, ia tidak tahu bahwa kulit wajahnya bercahaya kareana ia telah berbicara kepada Tuhan. Dan ketika Harun dan semua orang Israel melihat Musa, tampaklah kulit wajahnya bercahaya. Maka mereka takut mendapati dia. Tetapi Musa memanggil mereka. Lalu Harun dan para pemimpin jemaah datang kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka. Sesudah itu mendekatlah semua orang Israel lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan Tuhan kepadanya di atas Gunung Sinai. Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah wajahnya. Tetapi apabila Musa masuk menghadap Tuhan untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar. Dan apabila keluar, ia menyampaikan kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya. Apabila orang Israel melihat bahwa kulit wajah Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi wajahnya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan Tuhan.<br>Demikianlah sabda Tuhan.<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 99:5.6.7.9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Kuduslah Tuhan, Allah kita.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduskanlah Ia!<\/li>\n\n\n\n<li>Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya, dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab mereka.<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya, dan pada ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.<\/li>\n\n\n\n<li>Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah Tuhan, Allah kita!<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (1Yoh 2:5)&nbsp;<em>Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:44-46<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cIa menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.\u201d<\/strong><\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, \u201cHal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Karena sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.\u201d<br>Inilah Injil Tuhan kita!<br>U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae.&nbsp;<\/strong><strong>Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jumpa dengan saya Rm. Y.A.M Fridho Mulya SCJ dari Komunitas Santo Pius X Gisting Tanggamus Lampung, dalam RESI (Renungan Singkat) Rabu, 2 Agustus 2023. Hati Yesus menjiwai Anda sekalian.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Pendengar Resi yang dicintai Tuhan, dari bacaan Injil Tuhan Yesus menampilkan&nbsp; tentang Kerajaan Surga dengan dua perumpamaan, harta terpendam dan mutiara indah. Keduanya berbobot sama, sama-sama berharga.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Orang yang menemukan harta terpendam adalah orang sangat jujur, setelah menemukan dipendam lagi (harusnya bisa langsung dibawa kabur). Untuk mendapatkannya dia harus \u2018menjual seluruh miliknya\u201d untuk membeli ladang. Dia yakin harga ladang yang ada harta terpendam jauh lebih mahal dan berharga dari pada semua harta miliknya yang harus dijual. Untuk mendapatkan yang jauh lebih berharga, dia rela \u201cmenjual seluruh hartanya\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pedagang yang mencari dan menemukan mutiara yang indah, rela \u2018menjual seluruh miliknya\u201d untuk membeli mutiara indah itu. Ia sangat yakin bahwa harga mutiara itu jauh lebih mahal dan lebih berharga dari harga seluruh miliknya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Merenungkan tentang mutiara indah ini, saya ingat lagu ini:<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Lama sudah aku mencari ketenangan di dalam diri,<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">atau tempat pautan hati, kala kusendiri.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dikaulah mutiara yang lama kucari, sekarang berjumpa<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mutiara yang hilang hanyalah kiasan<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tapi dikau orangnya<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kini aku telah bertemu<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dia yang tlah lama kucari<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mutiara yang hilang dulu<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jumpa lagi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam lagu disebut \u201cdikaulah mutiara yang lama kucari \u2026 dikau orangnya\u201d Lagu ini membantu saya untuk berkelana mencari mutiara sejati, yang senantiasa dicari dan dicari, dan mutiara sejati itu adalah Yesus. Yesus wujud Kerajaan Surga. Di dalam Yesus yang adalah Kerajaan surga ada hidup yang lebih berlimpah dari pada hdup yang kita miliki. Yesus mau menanam kelimpahan hidup dalam hati manusia: kemurnian, kesederhanaan, kasih, kerajinan, kesabaran, kebaikan hati, dan kerendahan hati (bdk. Gal 5:22-23). Inilah harta terpendam yang harus digali dan ditemukan. Harganya sangat mahal bahkan tidak bisa dibeli dengan uang. Mutiara dan harta terpendam harus dimiliki oleh setiap orang beriman.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Pendengar Resi, ketika kita sadar akan kelimpahan hidup dalam Yesus tentu kita berani mengejar untuk mendapatkan \u201cmutiara dan harta terpendam\u201d, berani \u201cmenjual seluruh miliknya\u201d. \u201cMenjual berarti melepaskan, merelakan, tidak lagi terikat atau diikat oleh \u201cmiliknya\u201d itu. Apa milik yang harus dijual? Ini:&nbsp;<em>pride<\/em>&nbsp;(kesombongan),&nbsp;<em>greed<\/em>&nbsp;(ketamakan),&nbsp;<em>envy<\/em>&nbsp;(iri hati),&nbsp;<em>wrath<\/em>&nbsp;(kemarahan),&nbsp;<em>lust<\/em>&nbsp;(hawa nafsu),&nbsp;<em>gluttony<\/em>&nbsp;(kerakusan), dan&nbsp;<em>sloth<\/em>&nbsp;(kemalasan).<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Melalui perumpamaan itu sesungguhnya Yesus memanggil kita untuk mendapatkan \u201charta terpendam dan mutiara berharga\u201d dipanggil mengikuti Dia, bersatu dengan Dia supaya memperoleh aliran kelimpahan hidup Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berenang mencoba di samudera raya<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Samudera begitu luas terbentang<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berjuang menggapi harta \u2013 mutiara berharga<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rahmat Tuhan beri kekuatan si pejuang<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jalan lurus di pematang sawah<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sawah garapan banyak padinya<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam Yesus hidup berlimpah ruah<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dianugerahkan kepada yang percaya padaNya<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekian resi hari ini. Hati Yesus senantiasa memberkati. Yesus doakan kami, jadikan hatiku seperti Hatimu. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber iman kepercayaan, anggur roti di altar ini adalah lambang iman kami, bahwa Engkau berkuasa menyembuhkan dan membebaskan kami. Semoga berkarya sebagaimana dilambangkannyaThirth serta menjadikan kami putra dan putri ahli waris-Mu. Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Keluaran 34:29<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kulit wajah Musa bercahaya karena ia telah berbicara dengan Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, semoga sabda-Mu yang kami dengar hari ini tertanam dalam-dalam di hati kami, agar dapat menghasilkan buah melimpah dan memasyhurkan nama-Mu ke mana-mana. Demi\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Resi-Rabu-02-Agustus-2023-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Rabu 02 Agustus 2023 oleh Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas SCJ Paroki St. Pius X Gisting Lampung \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2023\/08\/01\/rabu-02-agustus-2023-hari-biasa-pekan-xvii\/<\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=32641-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6920\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-32641-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Resi-Rabu-02-Agustus-2023-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Resi-Rabu-02-Agustus-2023-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Resi-Rabu-02-Agustus-2023-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Resi-Rabu-02-Agustus-2023-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=32641-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Resi-Rabu-02-Agustus-2023-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-02-Agustus-2023-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Pius-X-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 99:9 Luhurkanlah Tuhan Allah kita, dan sujudlah menyembah Dia di hadapan gunung-Nya. Sebab kuduslah Tuhan, Allah kita. PENGANTAR:&nbsp; Musa menghadap Tuhan lebih dulu dalam keheningan dan tukesepian, sebelum mengatakan kepada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-32641","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32641"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32642,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32641\/revisions\/32642"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}