{"id":32525,"date":"2023-07-28T08:28:12","date_gmt":"2023-07-28T01:28:12","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32525"},"modified":"2023-07-28T08:28:12","modified_gmt":"2023-07-28T01:28:12","slug":"jumat-28-juli-2023-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=32525","title":{"rendered":"Jumat, 28 Juli 2023"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 28 Juli 2023<br \/>\nMatius 13:18-19 (Mat 13:18-23)<br \/>\n\u201dKarena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan\u2026\u201d<\/p>\n<p>Melalui perumpamaan tentang penabur, Yesus mengingatkan murid-muridNya mengenai pelbagai sikap hati orang yang mendengar Firman Allah. Ada yang hanya sekedar membaca atau mendengarkan tapi tidak mengerti. Sayangnya dia tidak berupaya untuk belajar lebih dalam lagi. Karena tidak mengerti pesan Tuhan akhirnya ia ikut keinginan si jahat, tersesat dan jatuh.<br \/>\nSikap yang ke dua, orang yang mendengar Firman Allah dengan gembira tapi tidak berakar karena tidak tertanam dalam hati. Saat derita melanda ia tak mampu mempertahankan imannya, menyerah begitu saja bahkan membuang imannya dan tidak percaya bahwa Tuhan tetap setia menyertainya.<br \/>\nSikap yang ke tiga, orang yang mendengar Firman Allah tapi karena terhimpit oleh kekhawatiran dunia, ia tak dapat menghasilkan buah. Ia tak mampu keluar dari kekhawatirannya karena lebih mengandalkan kemampuan diri sendiri. kekayaan material yang dimilikinya. Ketika tak berdaya oleh begitu banyak persoalan hidup, ia menyerah dan menjauh dari Tuhan.<br \/>\nSikap hati yang ke empat adalah tanah yang subur. Inilah orang yang berusaha untuk menyuburkan tanah hatinya dengan mencari pengertian mendalam apa arti Firman Tuhan. Ia hanya mengandalkan Tuhan dan mendalami semua peristiwa hidupnya dalam terang kasih Tuhan. Ia terus mengembangkan semua talenta yang ada padanya, menjadikan Tuhan kekuatan hidupnya.<br \/>\nBagaimanakah sikap kita menanggapi Firman Allah? Apapun jenis tanah hati kita, mari berjuang terus bersama Tuhan, menyuburkan tanah hati kita. Mari menyingkirkan batu-batu kekhawatiran, duri-duri dosa, bertobat dan berserah pada Tuhan. Mari terus berakar dalam, bertumbuh dalam Firman Allah dan berbuah di mana kita ditanam.<\/p>\n<p>Selamat berkarya di hari baru, Firman Allah menerangi kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 28 Juli 2023 Matius 13:18-19 (Mat 13:18-23) \u201dKarena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-32525","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/app-2023-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32525"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32525\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32526,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32525\/revisions\/32526"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}